Kabupaten Malang Menggila, Empat Tim Tembus Semifinal Bahlil Mini Soccer

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:53 WIB
Penggawa Tim SMAN 1 Tumpang berebut bola atas dengan pemain MAN 1 Malang dalam laga semifinal pertama Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang, Selasa sore (1/9). (Darmono/Radar Malang)
Penggawa Tim SMAN 1 Tumpang berebut bola atas dengan pemain MAN 1 Malang dalam laga semifinal pertama Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang, Selasa sore (1/9). (Darmono/Radar Malang)

RADAR BANYUWANGI – Dominasi Kabupaten Malang di Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona Malang Raya berlanjut hingga babak empat besar. SMAN 1 Tumpang (Smaneta) menjadi salah satu tim Bumi Kanjuruhan yang memastikan tiket final setelah menundukkan MAN 1 Malang (Mandagi) dengan skor 1-0. Kemenangan itu sekaligus membuka peluang Kabupaten Malang mengirim wakil ke Grand Champion Turnamen Bahlil Mini Soccer di Surabaya, akhir Oktober mendatang.

Turnamen antarpelajar SMA/SMK se-Malang Raya tersebut menuntaskan 16 pertandingan dalam dua hari, 31 Agustus–1 September. Dari persaingan yang berlangsung ketat, tim-tim asal Kabupaten Malang tampil paling menonjol.

Empat tim dari Bumi Kanjuruhan sukses melaju ke semifinal. Mereka adalah MAN 1 Malang, SMAN 1 Tumpang, SMAN 1 Gondanglegi, dan SMK Brantas Karangkates.

Salah satu dari empat tim tersebut kini berpeluang menjadi wakil Malang di panggung Grand Champion yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada akhir Oktober.

logo minisoccer

Gol Edsel Putra Antar Smaneta ke Final

Pertandingan semifinal yang mempertemukan Smaneta kontra Mandagi berlangsung di Abe Mini Soccer Unggul Sports Center. Duel kedua tim berjalan ketat sejak menit awal.

Smaneta harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan Mandagi. Kebuntuan bahkan bertahan hingga pertandingan memasuki babak kedua.

Lima menit setelah babak kedua dimulai, Smaneta akhirnya menemukan celah. Edsel Putra Bernat menjadi pemecah kebuntuan lewat gol yang membuat tim berjuluk Smaneta itu unggul 1-0.

Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Smaneta pun berhak melangkah ke final.

Bagi pelatih Smaneta Alby Irfansyah Muchamad, kemenangan tersebut memiliki arti lebih. Selain mengantar timnya ke partai puncak, hasil tipis itu menjadi penebus kekalahan ketika menghadapi Mandagi pada 2024.

Saat itu, anak asuhnya kalah dalam turnamen futsal yang berlangsung di Kota Malang.

"Alhamdulillah, kami bersyukur bisa melaju ke babak final. Anak-anak mampu bermain kompak sesuai game plan dan memperbaiki kekurangan di laga sebelumnya," kata Alby, Guru Olahraga SMAN 1 Tumpang.

Salah satu evaluasi yang dibawa Smaneta sebelum semifinal adalah persoalan transisi dari menyerang ke bertahan. Perbaikan aspek tersebut menjadi bagian penting dari strategi menghadapi Mandagi.

Bidik Gelar Juara, Incar Tiket ke Surabaya

Lolos ke final belum membuat Smaneta puas. Alby memastikan timnya bakal tampil habis-habisan di partai puncak.

Targetnya jelas: memenangi Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona Malang Raya sekaligus merebut tiket menuju Grand Champion di Surabaya.

"Kami ingin menjadi wakil Malang di babak Grand Championship di Surabaya," tegas Alby.

Ambisi tersebut sejalan dengan performa tim-tim Kabupaten Malang sepanjang turnamen. Dari tujuh delegasi yang lolos ke babak delapan besar, enam di antaranya berasal dari Kabupaten Malang.

Dominasi itu menunjukkan kedalaman kekuatan sepak bola pelajar di wilayah Bumi Kanjuruhan.

Enam Tim Kabupaten Malang Kuasai Delapan Besar

Wakil Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Ahan Syahrul Arifin menilai dominasi tim Kabupaten Malang bukan kebetulan.

Menurut dia, kekuatan tersebut terlihat dari kemampuan para pemain dalam aspek fisik maupun teknik. Faktor itu membuat tim-tim asal Kabupaten Malang mampu bersaing sejak fase awal hingga menembus semifinal.

"Secara fisik dan teknik, mereka memang cukup kompetitif. Terlihat menonjol," terang Ahan.

Kini, perhatian beralih ke peluang tim Kabupaten Malang di Grand Champion Surabaya. Jika Smaneta atau wakil lainnya mampu keluar sebagai juara zona Malang Raya, mereka akan membawa nama Malang ke persaingan yang lebih besar pada akhir Oktober.

Ahan optimistis peluang tersebut terbuka lebar.

"Yang pasti mereka bisa bersaing dengan tim-tim lainnya dari Jawa Timur. Kans juara pasti ada," tambahnya.

Bagi Smaneta, perjalanan itu tinggal selangkah lagi. Final menjadi ujian terakhir untuk membuktikan apakah tim asal Tumpang tersebut mampu menjadi wakil Malang dan melanjutkan perjuangan di Grand Champion Surabaya. (gp/by/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Turnamen Bahlil Smaneta Grand Champion kabupaten malang mini soccer