Sergio Perez Akui Cadillac F1 Belum Berkembang Sesuai Harapan, Evaluasi Besar Disiapkan Menuju 2027

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Sergio Perez mengakui Cadillac masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki performa dan reliabilitas setelah menjalani musim debut Formula 1 2026. (F1)
Sergio Perez mengakui Cadillac masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki performa dan reliabilitas setelah menjalani musim debut Formula 1 2026. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Sergio Perez mengakui Cadillac Formula 1 Team perlu mengevaluasi cara kerja mereka setelah performa dalam beberapa balapan terakhir dinilai belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Pembalap asal Meksiko itu menyebut ada rasa kecewa di dalam tim, terutama karena berbagai upaya pengembangan belum mampu memangkas jarak secara signifikan dengan para pesaing.

Cadillac menjalani musim debutnya di Formula 1 pada 2026.

Sebagai tim baru, skuad asal Amerika Serikat tersebut memang menghadapi tantangan besar, mulai dari membangun infrastruktur hingga mengembangkan mobil yang kompetitif.

Namun, setelah memasuki paruh kedua musim, Perez menilai progres Cadillac berjalan lebih lambat daripada target internal.

“Saya tidak merasa kami sudah berkembang sebanyak yang kami harapkan,” ujar Perez dalam episode terbaru podcast resmi Formula 1, Beyond The Grid.

Menurut Perez, masalah Cadillac bukan berasal dari satu aspek saja.

Tim harus melihat kembali berbagai proses yang berkaitan dengan pengembangan mobil, operasional, hingga cara mereka bekerja sebagai organisasi yang baru memasuki kompetisi Formula 1.

Ia menilai situasi tersebut menjadi alasan Cadillac perlu melakukan evaluasi menyeluruh.

Perez juga melihat potensi besar apabila tim mampu memperbaiki sejumlah detail teknis yang saat ini membuat mereka tertinggal dari lawan-lawannya.

“Jika kami meningkatkan beban aerodinamika, ride dan banyak hal lainnya, tiba-tiba kami tidak akan terlalu jauh,” kata Perez.

Ia menggambarkan bahwa selisih sekitar setengah detik hingga satu detik dapat memberikan perubahan besar bagi posisi Cadillac di lintasan.

Persoalan performa juga berjalan beriringan dengan masalah reliabilitas.

Sepanjang musim debut, Cadillac beberapa kali kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan balapan akibat gangguan teknis.

Di Austria, misalnya, Perez dan Valtteri Bottas sama-sama gagal finis setelah masalah rem memaksa keduanya berhenti di awal balapan.

Pada Grand Prix Belgia, Perez kembali tidak finis setelah mengalami kerusakan pada suspensi belakang.

Sementara di Grand Prix Belanda pada 23 Agustus, Perez berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-15, tetapi Bottas harus mengakhiri lomba lebih awal akibat persoalan hidraulik.

Hasil tersebut membuat Cadillac masih menjadi satu-satunya tim yang belum mencetak poin hingga 12 seri yang telah berlangsung.

Posisi terbaik Cadillac sejauh ini adalah finis ke-13 yang diraih Bottas di Grand Prix China.

Di tengah situasi itu, Cadillac juga memasuki fase baru dalam kepemimpinan.

Marcin Budkowski ditunjuk sebagai Team Principal pada 12 Agustus 2026, menggantikan Graeme Lowdon.

Pergantian tersebut dilakukan ketika tim memasuki tahap berikutnya dalam membangun proyek Formula 1 mereka.

Perez menyambut perubahan tersebut dengan harapan Cadillac dapat mempercepat proses pengembangan.

Ia menyebut masih banyak ruang untuk perbaikan, bukan hanya dalam hal kecepatan mobil, tetapi juga strategi, pit stop, pengelolaan ban dan aspek operasional lainnya.

Bagi Perez, target yang lebih realistis saat ini adalah memperkecil jarak dengan tim-tim di depan.

Jika Cadillac mampu menunjukkan kemajuan konsisten hingga penghujung 2026, fondasi untuk musim 2027 dinilai bisa menjadi jauh lebih kuat.

Performa di Zandvoort memberi sedikit alasan untuk optimistis.

Perez menilai kecepatan Cadillac dalam balapan tersebut cukup menjanjikan meskipun hasil akhirnya hanya posisi ke-15.

Tim juga mendapatkan sejumlah pembelajaran dari perubahan setelan dan keputusan strategi sepanjang akhir pekan.

Perez sendiri tidak melihat tugas membangun tim baru sebagai sesuatu yang mengurangi motivasinya.

Setelah sebelumnya terbiasa bersaing di barisan depan bersama Red Bull dan meraih kemenangan Grand Prix, kini ia harus bertarung di kelompok belakang.

Namun, pembalap berusia 36 tahun itu mengatakan tantangan tersebut tetap membuatnya termotivasi karena ia masih berada di Formula 1 dan bekerja bersama para insinyur serta pembalap terbaik di dunia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Cadillac F1 Formula 1 2026 Marcin Budkowski valtteri bottas sergio perez