RADAR BANYUWANGI - Williams kembali memberi kesempatan kepada Luke Browning untuk mengemudikan mobil Formula 1 mereka dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) Grand Prix Italia di Sirkuit Monza.
Pembalap Inggris berusia 24 tahun itu akan menggantikan Alex Albon pada sesi yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September pukul 12.30 waktu setempat.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari kewajiban tim Formula 1 untuk memberikan waktu kepada pembalap rookie dalam sesi latihan.
Berdasarkan regulasi, setiap pembalap utama harus menyerahkan mobilnya kepada rookie,pembalap yang telah memulai tidak lebih dari dua Grand Prix, dalam dua sesi latihan sepanjang musim.
Bagi Browning, penunjukan di Monza menjadi kelanjutan dari keterlibatannya bersama Williams.
Ia bergabung dengan Williams Driver Academy pada 2023 dan pertama kali mendapat kesempatan tampil dalam FP1 saat Grand Prix Abu Dhabi 2024.
Setelah itu, ia kembali menjalani empat sesi latihan lainnya sebelum dipercaya menjadi reserve driver Williams pada awal 2026.
Peran sebagai pembalap cadangan dijalankan Browning bersamaan dengan kiprahnya di ajang Super Formula Jepang.
Program tersebut membuatnya tetap aktif di lintasan sekaligus memberi ruang bagi Williams untuk mengembangkan kemampuannya sebagai calon pembalap Formula 1.
Musim ini, Browning sebenarnya telah dijadwalkan mengemudikan FW48 dalam sesi latihan di Barcelona dan Austria.
Namun, masalah kelistrikan membuatnya tidak dapat tampil di Barcelona.
Sebaliknya, ia berhasil turun di Red Bull Ring dan mengakhiri FP1 pada posisi ke-18, dengan selisih sekitar tiga persepuluh detik dari catatan waktu Albon.
Monza kini menjadi kesempatan berikutnya bagi Browning untuk memahami karakter FW48 dari balik kemudi.
Williams berharap data dan umpan balik yang dikumpulkannya dapat membantu tim membaca kondisi mobil secara lebih menyeluruh, terutama di tengah musim yang berlangsung cukup sulit.
Tim asal Grove tersebut menghadapi tantangan berupa pengembangan mobil yang berjalan terlambat serta performa yang belum cukup kompetitif.
Situasi itu membuat Williams masih berkutat di bagian belakang persaingan.
Karena itu, pekerjaan Browning di simulator dan sesi latihan memiliki nilai penting, bukan hanya untuk pengembangan dirinya, tetapi juga untuk membantu teknisi memperoleh informasi tambahan.
Browning menyambut kesempatan tersebut sebagai bagian penting dari proses pengembangannya.
Dalam pernyataannya, Browning menjelaskan bahwa tambahan putaran di FW48 akan membantunya memperdalam pemahaman terhadap mobil sekaligus memberikan data dan masukan yang dapat digunakan tim di Grove.
Ia juga menilai setiap sesi latihan menghadirkan pembelajaran baru yang dapat menjadi bekal untuk terus berkembang.
Fokus Browning di Monza bukan sekadar mencatat waktu.
Pembalap tersebut akan berupaya membantu Williams mengoptimalkan hasil akhir pekan balap melalui pekerjaan teknis selama FP1.
Data dari lintasan akan menjadi bagian dari evaluasi tim bersama masukan yang selama ini ia berikan melalui simulator.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1