RADAR BANYUWANGI – Debut manis Megawati Hangestri bersama Suwon Hyundai Hillstate di Korea Selatan bukan hanya menarik perhatian karena performanya di lapangan. Di balik kembalinya Megawati ke kompetisi voli Korea, ada kisah cinta bersama sang suami, atlet finswimming Dio Novandra Wibawa, yang telah melewati fase pacaran, hubungan jarak jauh (LDR), hingga akhirnya membangun rumah tangga.
Megawati menjalani debut bersama Hyundai Hillstate dalam laga uji coba melawan Pilsung Wonder Dogs pada 20 Agustus 2026. Pevoli berjuluk Megatron itu membantu timnya meraih kemenangan telak 3-0.
Namun, perjalanan Megawati menuju Korea kali ini berbeda. Setelah resmi menikah dengan Dio pada 4 Juli 2025, sang suami turut mendampingi perjalanan kariernya di Negeri Ginseng.
Berawal dari Karantina Atlet
Kisah Megawati dan Dio bermula pada 2021. Keduanya bertemu ketika sama-sama menjalani karantina atlet nasional di tengah pandemi Covid-19.
Kesamaan dunia profesi membuat keduanya relatif mudah memahami rutinitas masing-masing. Latihan, pertandingan, perjalanan ke luar kota hingga agenda kompetisi luar negeri menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi pasangan kekasih. Tantangan mulai terasa ketika kesibukan olahraga membuat waktu bersama semakin terbatas.
Terlebih, Megawati beberapa kali menjalani karier di luar negeri. Selain Korea Selatan, dia pernah memperkuat klub Turki, Manisa BBSK.
Jarak yang memisahkan keduanya membuat komunikasi dan kepercayaan menjadi bagian penting dalam mempertahankan hubungan. Alih-alih menyerah, Megawati dan Dio justru membawa hubungan tersebut ke jenjang yang lebih serius.
Menikah, Mahar Punya Makna Khusus
Setelah melalui perjalanan panjang, Megawati dan Dio resmi menikah pada Jumat, 4 Juli 2025. Akad nikah berlangsung di Masjid Roudhotul Muchlisin, Kaliwates, Jember, Jawa Timur.
Pengumuman pernikahan tersebut juga cukup menarik. Megawati menyampaikan kabar bahagia itu hanya beberapa jam sebelum pengumuman kepindahannya ke klub voli Turki, Manisa BBSK.
Dio memberikan mahar yang tidak sekadar bernilai materi. Mahar tersebut berupa uang tunai Rp4.725.000, emas 8 gram, dan seperangkat alat salat.
Nominal Rp4.725.000 memiliki kaitan dengan tanggal pernikahan mereka, yakni 4 Juli 2025. Sementara emas 8 gram dikaitkan dengan nomor punggung 8 yang kerap dikenakan Megawati saat bertanding.
Pernikahan tersebut menandai babak baru bagi keduanya. Megawati tidak lagi hanya menjalani peran sebagai atlet profesional, tetapi juga sebagai seorang istri.
Kembali ke Korea, Kali Ini Tak Sendirian
Musim 2026-2027 membawa Megawati kembali ke Korea Selatan. Setelah dua musim memperkuat Red Sparks, dia melanjutkan karier bersama Hyundai Hillstate.
Megawati tiba di Korea Selatan pada Juli 2026 untuk menjalani persiapan bersama tim barunya. Antusiasme penggemar pun tinggi menyambut kembalinya salah satu pevoli Indonesia yang paling populer di kompetisi Korea tersebut.
Debutnya melawan Pilsung Wonder Dogs menjadi awal yang menjanjikan. Hyundai Hillstate menang 3-0, sementara Megawati kembali menunjukkan karakter permainan yang selama ini melekat pada dirinya: serangan keras dan agresif.
Dio Ikut Dampingi di Korea
Ada satu hal yang membuat perjalanan Megawati kali ini berbeda. Dia tidak harus menjalani kehidupan di Korea sendirian.
Dio Novandra disebut ikut mendampingi Megawati di Korea Selatan. Kehadiran sang suami menjadi dukungan tersendiri bagi Megawati dalam menghadapi musim kompetisi baru.
Manajemen Hyundai Hillstate juga dikabarkan menyiapkan fasilitas tempat tinggal untuk membantu Megawati beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Dukungan tersebut menjadi kontras dengan fase awal hubungan mereka. Jika dahulu kesibukan karier membuat keduanya harus menjalani LDR, kini keduanya dapat lebih dekat saat Megawati kembali berjuang di kompetisi Korea.
Kisah Megawati dan Dio menunjukkan sisi lain kehidupan atlet profesional. Di balik jadwal latihan, pertandingan, perjalanan lintas negara, dan tuntutan prestasi, ada hubungan yang juga harus dirawat dengan komunikasi, kepercayaan, dan dukungan.
Kini, Megawati kembali memburu prestasi di Korea Selatan. Bedanya, perjuangan tersebut dijalani bersama pendamping hidup yang sejak awal memahami kerasnya dunia olahraga. (*)
Editor : Ali Sodiqin