RADAR BANYUWANGI - Pebalap Sephora, Natalia Granada, menutup akhir pekan balapan di Zandvoort dengan perasaan campur aduk.
Pebalap asal Spanyol itu menunjukkan kecepatan kompetitif sepanjang akhir pekan, tetapi sejumlah kesalahan dan kehilangan posisi membuat peluang meraih podium kembali terlewat.
Granada mengawali rangkaian balapan dengan hasil menjanjikan di sesi kualifikasi.
Ia mencatatkan waktu lap yang cukup untuk menempati posisi ketiga, sebuah pencapaian penting dalam kondisi lintasan yang berubah dari basah menuju kering.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kali pertama Granada menembus tiga besar kualifikasi.
Namun, peluangnya untuk mengumpulkan poin besar terganggu pada Reverse Grid Race, Sabtu (22/8).
Granada, yang memulai balapan dari posisi keenam, terlibat persaingan dengan Emma Felbermayr.
Pada lap kedua, sebuah kesalahan membuat mobil Granada kehilangan kendali dan menghantam pembatas di Tikungan 3.
Kegagalan menyelesaikan balapan tersebut kemudian berdampak pada persiapan Granada menghadapi Feature Race.
Minimnya waktu berkendara pada balapan sehari sebelumnya membuat pengetahuannya mengenai kondisi dan karakter mobil di Zandvoort menjadi lebih terbatas.
Meski demikian, Feature Race dimulai cukup positif.
Granada bertarung berdampingan dengan Alba Larsen menuju Tikungan 1.
Ia kemudian harus berada di belakang pebalap Ferrari tersebut sebelum terdorong keluar lintasan oleh Nina Gademan di tikungan yang sama.
Situasi itu membuat Granada kehilangan posisi ketiga dan harus menyerahkannya pada tikungan berikutnya.
Setelah itu, fokus Granada beralih untuk mempertahankan posisi keempat dari tekanan Felbermayr.
Granada mampu menjaga posisinya hingga garis finis.
Ia menuntaskan balapan di posisi keempat, berjarak sekitar 3,5 detik dari Gademan.
Hasil tersebut belum sesuai dengan target awal, tetapi menunjukkan konsistensi dan kemampuan Granada untuk bertahan di tengah tekanan.
“Bukan awal yang mudah. Kami kesulitan mendapatkan semuanya bekerja dengan baik dan kehilangan posisi saat start, kemudian juga kehilangan waktu pada lap-lap awal yang sangat sulit untuk dipulihkan,” ujar Granada.
Ia menilai tim sempat memperbaiki keadaan pada paruh berikutnya, meski belum cukup untuk mengejar posisi podium.
Selain menghadapi tekanan Felbermayr hampir sepanjang balapan, Granada juga menyebut keterbatasan lap akibat insiden sebelumnya sebagai salah satu faktor yang memengaruhi hasil.
“Kurangnya lap kemarin juga membatasi pengetahuan dan pengalaman kami untuk balapan hari ini. Itu sangat disayangkan. Saya harus melakukan lebih baik pada kesempatan berikutnya,” katanya.
Zandvoort tetap menjadi akhir pekan penting dalam musim debut Granada di balap single-seater.
Sebelumnya, ia telah meraih podium pada Reverse Grid Race di Shanghai.
Kali ini, meski tidak mampu mengulangi pencapaian tersebut, performanya di kualifikasi dan Feature Race memperlihatkan peningkatan dalam kemampuan mengelola pertarungan di lintasan.
Hasil dari Zandvoort turut membawa Granada naik ke posisi kesembilan dalam klasemen.
Perhatian berikutnya kini tertuju pada tes tengah musim di Navarra sebelum memasuki putaran kelima di Austin, Amerika Serikat.
Bagi Granada, kedua agenda tersebut menjadi kesempatan untuk menambah jarak tempuh, memperdalam pemahaman terhadap mobil, dan memperbaiki detail yang masih kurang dari akhir pekan di Zandvoort.
“Sekarang saya hanya fokus pada apa yang bisa kami lakukan lebih baik dalam tes di Navarra, lalu di Austin. Kami bisa melihat ada langkah besar dari Silverstone dalam hal hasil dan kecepatan,” ujarnya.
Granada menegaskan bahwa persaingan musim ini berlangsung ketat sehingga konsistensi dan proses belajar menjadi bagian penting dari targetnya.
“Kami benar-benar bertarung untuk posisi-posisi ini sepanjang musim, jadi kami hanya perlu menjaga momentum dan mempelajari semua yang kami bisa. Kami masih menganalisis semua yang terjadi dan semua yang ingin kami tingkatkan bersama sebagai tim untuk kesempatan berikutnya,” tuturnya.
Menatap balapan di Amerika Serikat, Granada juga mengaku antusias menghadapi tantangan baru.
Ia berharap pengalaman dan tambahan mileage dari tes Navarra dapat menjadi pijakan untuk kembali meningkatkan performa.
“Saya sangat bersemangat. Saya pikir ini akan menjadi kesempatan besar lainnya seperti yang kami dapatkan di sini di Zandvoort, jadi saya menantikannya dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin,” kata Granada.
Dengan posisi klasemen yang terus membaik dan indikasi peningkatan kecepatan sejak Silverstone, Granada kini berusaha mengubah pengalaman sulit di Zandvoort menjadi bekal untuk meraih hasil yang lebih kuat pada putaran berikutnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1 Academy