Perez Puji Laju Cadillac di F1 GP Belanda, Bottas Soroti Masalah Hidraulik dan Enam DNF

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:02 WIB
Sergio Perez menilai Cadillac menunjukkan kecepatan yang menjanjikan di GP Belanda meski finis di posisi ke-15 dan belum meraih poin musim ini. (F1)
Sergio Perez menilai Cadillac menunjukkan kecepatan yang menjanjikan di GP Belanda meski finis di posisi ke-15 dan belum meraih poin musim ini. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Cadillac masih mencari pijakan pada musim debutnya di Formula 1.

Tim asal Amerika Serikat itu kembali gagal meraih poin pada Grand Prix Belanda di Zandvoort, tetapi Sergio Perez menilai ada perkembangan positif dari performa mobil sepanjang akhir pekan.

Perez harus mengakhiri balapan di posisi ke-15.

Meski hasil tersebut belum mengubah posisi Cadillac yang masih tanpa poin, pembalap Meksiko itu merasa perubahan pada komponen mobil dan pengaturan balap memberikan gambaran yang lebih menjanjikan.

Menurut Perez, Cadillac mampu menunjukkan kecepatan yang kompetitif ketika tidak terjebak dalam lalu lintas mobil lain.

Ia menilai tim berhasil memaksimalkan potensi mobil yang tersedia, meski masih terdapat jarak cukup besar menuju persaingan di lini tengah.

“Saya jauh lebih senang dengan mobil ini. Kami mengeksplorasi banyak hal pada mobil sepanjang akhir pekan dan saya merasa jauh lebih puas,” ujar Perez.

Ia juga menyebut laju Cadillac sangat kuat dalam kondisi tertentu.

Namun, Perez memperkirakan tim masih membutuhkan peningkatan sekitar setengah hingga satu detik agar dapat benar-benar bersaing dengan para rival di papan tengah.

“Saya rasa kami masih membutuhkan setengah detik hingga satu detik untuk bisa bercampur dengan kelompok tengah, tetapi hari ini kami mampu memaksimalkan performa,” katanya.

Di sisi lain, rekan setimnya, Valtteri Bottas, kembali mengalami kegagalan finis.

Bottas terpaksa mengakhiri balapan 11 lap sebelum lomba selesai akibat persoalan pada sistem hidraulik.

Itu menjadi DNF keenam baginya dalam 12 balapan musim ini.

Bottas mengatakan masalah mulai terasa pada stint kedua ketika perilaku mobil menjadi tidak konsisten.

Tim Cadillac masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan akar persoalan tersebut.

“Saya mengalami masalah hidraulik. Kami masih melihat detailnya, tetapi sudah beberapa kali gagal finis beruntun dan itu jelas tidak ideal. Saya yakin kami bisa kembali mempelajari sesuatu dari akhir pekan ini,” kata Bottas.

Hasil di Zandvoort juga membuat Cadillac semakin tertinggal dari Aston Martin dalam klasemen konstruktor.

Fernando Alonso membawa Aston Martin meraih dua poin setelah finis di posisi kesembilan.

Meski demikian, akhir pekan di Belanda memberi Cadillac dua bahan evaluasi berbeda.

Perez menemukan indikasi bahwa mobil memiliki kecepatan yang lebih baik setelah sejumlah perubahan, sementara Bottas menyoroti perlunya pembenahan dalam hal keandalan.

Bagi Cadillac, tantangan berikutnya bukan hanya mengejar performa untuk mendekati lini tengah, tetapi juga memastikan mobil mampu menyelesaikan balapan secara konsisten.

Hasil dari evaluasi di Zandvoort akan menjadi bagian penting dari upaya tim untuk membangun fondasi pada musim perdananya di Formula 1.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Cadillac F1 formula 1 GP Belanda valtteri bottas sergio perez