Alpine Raih Hasil Berbeda di F1 GP Belanda, Gasly Dapat Poin, Colapinto Kecewa

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Pierre Gasly mengamankan satu poin untuk Alpine pada GP Belanda setelah finis di posisi ke-10. (F1)
Pierre Gasly mengamankan satu poin untuk Alpine pada GP Belanda setelah finis di posisi ke-10. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Tim Alpine menjalani Grand Prix Belanda dengan hasil yang kontras bagi dua pembalapnya.

Pierre Gasly berhasil mengamankan satu poin melalui finis di posisi ke-10, sedangkan Franco Colapinto harus puas di urutan ke-14 setelah terkena dua hukuman terkait pelanggaran yellow flag.

Hasil tersebut membuat Gasly melihat sisi positif dari paket peningkatan performa yang baru digunakan pada mobilnya di Zandvoort.

Sementara itu, Colapinto harus menjalani balapan yang jauh lebih sulit setelah lajunya terganggu oleh penalti.

Gasly mengawali balapan dari posisi ke-11 dan langsung menunjukkan penampilan agresif.

Ia berhasil masuk ke dalam 10 besar sebelum insiden yang melibatkan Max Verstappen pada lap pembuka membuat situasi di depan berubah.

Gasly mampu menghindari kecelakaan tersebut dan kemudian mempertahankan posisi kedelapan saat balapan dimulai kembali.

Namun, perjalanan menuju finis tidak berjalan mulus.

Ia mengaku kehilangan cukup banyak waktu di pertengahan lomba sebelum akhirnya menutup balapan di posisi ke-10 dan mengantongi satu poin.

Hasil itu menambah perolehan Alpine setelah Gasly sebelumnya juga finis kedelapan dalam Sprint.

“Sedikit membuat frustrasi. Saya kehilangan cukup banyak waktu di tengah balapan dan akhirnya hanya mendapatkan satu poin,” ujar Gasly.

Ia menambahkan bahwa tim masih memiliki sejumlah hal yang perlu dievaluasi, meski ada perkembangan yang patut diapresiasi.

Bagi Gasly, aspek paling menjanjikan dari akhir pekan di Zandvoort adalah respons awal terhadap paket upgrade Alpine.

Pembaruan tersebut baru dipasang pada mobil Gasly, sementara Colapinto dijadwalkan mendapatkannya pada seri berikutnya di Monza.

“Secara keseluruhan, ini jelas merupakan langkah yang positif,” kata Gasly.

Menurutnya, perbaikan tersebut memberi tim dasar yang lebih baik untuk memahami karakter mobil, meski masih diperlukan pengembangan lebih lanjut.

Gasly juga merasa performa mobil pada Sprint lebih meyakinkan dibandingkan dengan saat balapan utama.

Ia melihat pekerjaan rumah Alpine masih cukup besar, termasuk upaya mengejar performa tim VCARB.

“Kami berhasil mencetak satu poin kemarin, satu poin hari ini, dan saya yakin kami akan belajar lebih banyak dari ini. Saya pikir secara umum saya merasa sedikit lebih nyaman dengan mobil saat Sprint dibandingkan dengan mobil balapan,” tutur Gasly.

Di sisi lain, Colapinto menghadapi akhir pekan yang jauh lebih berat.

Pembalap asal Argentina itu sebenarnya mengawali balapan dengan baik dari posisi ke-14 dan sempat mendapatkan keuntungan dari start yang kuat.

Namun, situasinya berubah setelah ia dinilai melakukan manuver menyalip ketika yellow flag sedang dikibarkan.

Hukuman drive-through membuat Colapinto kehilangan posisi dan momentum.

Masalah kemudian bertambah setelah ia menerima penalti waktu 10 detik akibat pelanggaran yellow flag kedua.

Ia pun harus menyelesaikan balapan di posisi ke-14.

Colapinto menilai keputusan tersebut terlalu berat karena kondisi lintasan dan situasi di trek membuat pengambilan keputusan berlangsung sangat cepat.

“Saya pikir ini benar-benar tidak beruntung. Itu merupakan salah satu start terbaik saya tahun ini. Dan kemudian, sangat disayangkan, saya pikir itu penalti yang sangat keras,” ujar Colapinto.

Ia menjelaskan bahwa ketika melakukan manuver, yellow flag muncul dalam waktu yang menurutnya sangat terlambat.

Dalam kondisi lintasan basah dan area banking yang licin, Colapinto menilai bahwa melakukan pengereman mendadak di tengah lintasan justru bisa menimbulkan risiko lebih besar.

Meski demikian, ia mengakui tetap terjadi pelanggaran dan konsekuensinya harus diterima.

Setelah terkena hukuman, balapannya menjadi semakin sulit karena ia tertahan di belakang pembalap lain dan mengalami degradasi ban yang cukup besar.

Kekecewaan di Zandvoort belum membuat Colapinto kehilangan optimisme.

Ia justru menantikan kesempatan untuk menjalankan paket upgrade Alpine pada mobilnya di Grand Prix Italia.

Dengan pembaruan yang akan diberikan kepada Colapinto di Monza, Alpine berharap performa kedua mobil dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efektivitas pengembangan terbaru mereka.

Bagi Alpine, GP Belanda akhirnya memberikan dua pelajaran berbeda.

Gasly menemukan tanda-tanda kemajuan, sedangkan Colapinto harus mengubah hasil akhir pekan yang sulit menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi tantangan berikutnya di Italia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
alpine formula 1 GP Belanda pierre gasly franco colapinto