RADAR BANYUWANGI - Lando Norris kembali menunjukkan performa kuat bersama McLaren setelah memenangi Grand Prix Belanda di Zandvoort.
Kemenangan dari posisi pole tersebut menjadi kemenangan Grand Prix kedua secara beruntun bagi pembalap asal Inggris itu sekaligus mempertegas peningkatan performanya di paruh musim Formula 1.
Namun, kemenangan Norris tidak diraih dengan mudah.
Setelah start kedua, ia sempat berada di belakang Kimi Antonelli.
Norris kemudian memilih bersabar sambil memaksimalkan performa ban keras yang digunakan pada fase tersebut.
Strategi itu membuahkan hasil. Norris mampu memangkas jarak dari Antonelli sebelum melakukan manuver menyalip yang berani.
Situasinya semakin menantang karena Lewis Hamilton berada di depan, sementara Ferrari belum melakukan pit stop terhadap pembalap senior tersebut.
Begitu berada di posisi terdepan, Norris mampu membangun jarak dan mempertahankan ritme balap yang kuat.
Bahkan ketika Antonelli kembali masuk pit untuk menggunakan ban baru, catatan waktu Norris tetap kompetitif.
Kemampuan Norris mengaktifkan performa ban dalam kondisi lintasan yang minim grip menjadi salah satu aspek yang paling menarik perhatian Andrea Stella.
Bos tim McLaren itu menilai perkembangan Norris kini semakin terlihat dari balapan ke balapan.
“Menurut saya, Lando mengemudi dan tampil di level yang sangat tinggi dalam konteks menjadi juara dunia Formula 1,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Stella bahwa Norris telah mencapai standar yang diperlukan untuk bersaing sebagai calon juara dunia.
Menurutnya, perkembangan Norris bukan hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari kemampuannya untuk terus beradaptasi dan menemukan performa tambahan saat kondisi balapan sulit.
Stella juga menilai ada perubahan penting dalam perjalanan Norris sejak awal musim 2025.
McLaren sebelumnya menghadapi periode yang jauh lebih sulit, termasuk kegagalan menempatkan mobil di podium dan situasi di China ketika kedua mobil bahkan tidak dapat memulai balapan.
Perbaikan besar kemudian hadir setelah sejumlah peningkatan pada mobil diperkenalkan, termasuk rangkaian pembaruan yang dibawa McLaren dari Hungaria.
Dampaknya mulai terlihat dalam beberapa balapan terakhir, dengan Norris mampu mengubah perkembangan teknis tim menjadi hasil konkret di lintasan.
“Rasanya seolah-olah saya melihat Lando semakin kuat dari balapan ke balapan,” ujar Stella.
Ia menambahkan bahwa kondisi Zandvoort yang membuat mobil mudah mengalami selip justru menjadi medan yang cocok bagi Norris.
Dalam situasi dengan tingkat cengkeraman rendah, pembalap dituntut mampu menjaga keseimbangan mobil sekaligus mengelola ban secara efektif.
Keberhasilan di Belanda juga kembali memunculkan pembicaraan mengenai peluang Norris untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Ia disebut masih tertinggal 83 poin dari Antonelli, tetapi momentum dua kemenangan beruntun membuat persaingan di klasemen berpotensi kembali terbuka.
Stella memilih tidak terlalu jauh membicarakan perebutan gelar.
Fokus McLaren, menurutnya, tetap diarahkan dari satu balapan ke balapan berikutnya.
“Pendekatan nyata yang kami terapkan adalah fokus pada satu balapan demi satu balapan. Tidak banyak hal yang bisa Anda kendalikan selain memaksimalkan balapan berikutnya,” katanya.
Balapan berikutnya akan berlangsung di Monza, Italia.
Tantangan di trek tersebut berbeda dibandingkan dengan Zandvoort dan Hungaria.
Monza menuntut efisiensi aerodinamika, terutama karena karakter lintasannya didominasi oleh lintasan lurus panjang dan pengereman keras.
Stella mengakui masih ada sejumlah aspek yang harus dibuktikan McLaren pada balapan berikutnya.
Hambatan atau drag disebut belum menjadi salah satu kekuatan utama mobil mereka, sementara karakter pengereman berat di Monza juga dapat menjadi ujian tersendiri.
Karena itu, kemenangan di Belanda belum dianggap sebagai jaminan bahwa McLaren akan kembali dominan.
Tim tetap perlu memastikan bahwa peningkatan yang terlihat pada sirkuit dengan kebutuhan downforce tinggi dapat diterjemahkan ke karakter trek yang berbeda.
Meski demikian, performa Norris memberikan alasan bagi McLaren untuk menatap sisa musim dengan optimisme.
Dua kemenangan beruntun tidak hanya menambah modal poin, tetapi juga menunjukkan bahwa pembalap dan mobil mulai berada pada kombinasi performa yang lebih konsisten.
Bagi Norris, tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa kebangkitan tersebut bukan sekadar momentum sesaat.
Monza akan menjadi ujian penting untuk melihat sejauh mana peningkatan McLaren mampu bertahan ketika tuntutan teknis lintasan berubah secara drastis.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1