RADAR BANYUWANGI - Nina Gademan menutup akhir pekan Grand Prix Belanda di Zandvoort dengan catatan positif setelah mengamankan dua podium.
Pembalap Alpine tersebut kembali finis ketiga pada Feature Race, sekaligus memperkecil ketertinggalannya dari Emma Felbermayr dalam persaingan klasemen.
Akhir pekan Gademan sudah dimulai dengan menjanjikan.
Ia menjadi pembalap tercepat pada satu-satunya sesi latihan bebas yang digelar pada Jumat (21/8).
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Alpine memiliki kecepatan yang kompetitif di Zandvoort.
Namun, performanya pada babak kualifikasi tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Gademan hanya menempati posisi kelima setelah lalu lintas di lintasan menghambat upaya terakhirnya untuk mencatatkan waktu terbaik.
Kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan peluang.
Dalam Reverse Grid Race, Gademan memanfaatkan posisi start keempat untuk melakukan sejumlah manuver penting dan naik ke posisi kedua.
Ia melewati Rachel Robertson serta Megan Bruce dalam perjalanannya menuju posisi tersebut.
Setelah restart Safety Car, Gademan masih berupaya mendekati Payton Westcott yang berada di depan.
Namun, jarak dengan pemimpin balapan tidak berhasil dipangkas hingga finis.
Hasil tersebut tetap memberikan podium bagi Gademan pada balapan pertama akhir pekan.
Pada Feature Race, peluang untuk kembali naik podium terbuka sejak lap-lap awal.
Gademan melakukan start yang lebih baik dan bergerak melewati Emma Felbermayr untuk merebut posisi keempat.
Tidak lama kemudian, ia melakukan manuver agresif di bagian dalam untuk menyalip Natalia Granada dan naik ke posisi ketiga.
Setelah berada di posisi tersebut, Gademan tidak lagi mendapatkan tekanan berarti dari pembalap di belakang.
Sementara Alisha Palmowski dan Alba Larsen melaju di depan, pembalap Alpine itu memilih mempertahankan ritme hingga garis finis dan akhirnya mengamankan posisi ketiga.
Hasil tersebut membuat Gademan mengoleksi dua podium dalam satu akhir pekan.
Ia menilai pencapaian tersebut sebagai hasil yang sangat berarti, terlebih karena diraih di depan publik tuan rumah.
“Bukan kemenangan yang saya inginkan, tapi menurut saya finis ganda di podium bisa jadi hal terbaik setelah itu,” kata Gademan.
Dalam penilaiannya, kemenangan memang belum dapat diraih karena kecepatan mobilnya masih belum cukup untuk mengikuti Palmowski dan Larsen.
Meski demikian, ia menilai kecepatannya sudah memadai untuk mempertahankan posisi ketiga dan membawa pulang tambahan poin penting bagi tim.
“Saya benar-benar berusaha memaksimalkan hasil setelah kualifikasi, ketika saya terhambat. Saya tidak memiliki kecepatan untuk mengikuti Alisha dan Alba, tetapi saya memiliki pace yang sangat baik untuk finis P3,” ujarnya.
Strategi pada awal balapan juga menjadi faktor penting.
Gademan menyadari bahwa kondisi angin pada Feature Race berbeda dari hari sebelumnya, sehingga peluang menyalip menjadi lebih sulit.
Ia kemudian menyesuaikan gaya mengemudinya berdasarkan data dari balapan sebelumnya.
Perbaikan tersebut membantu Gademan menjaga kecepatan sekaligus mengambil keuntungan dari start yang lebih baik.
“Saya tahu anginnya akan lebih lemah dibandingkan kemarin, jadi menyalip akan lebih sulit. Kemarin benar-benar seperti kesempatan sekali seumur hidup,” tuturnya.
Keberhasilan meraih podium di Zandvoort juga memiliki nilai emosional tersendiri bagi Gademan.
Balapan tersebut merupakan kesempatan penting untuk tampil di hadapan keluarga dan pendukungnya sendiri, sehingga perayaan setelah finis menjadi salah satu momen yang paling berkesan pada akhir pekan tersebut.
“Ini balapan kandang terakhir, dan saya mendapat podium di balapan kandang saya serta podium untuk balapan kandang tim. Saya juga mendapat poin bagus dan bisa merayakannya bersama keluarga,” kata Gademan.
Dukungan penonton Belanda di Zandvoort turut menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Gademan menyebut atmosfer di tribun sangat meriah dan memberikan energi tambahan setelah dirinya menyelesaikan balapan.
Setelah meraih dua podium, posisi Gademan dalam persaingan klasemen juga semakin kuat.
Jaraknya dari Felbermayr di posisi kedua menyusut dari 28 poin menjadi 17 poin.
Kini, perhatian Gademan beralih ke tiga balapan berikutnya.
Targetnya adalah memangkas selisih tersebut hingga berada di bawah 10 poin, bahkan mendekati lima poin, sebelum memasuki persaingan di Las Vegas.
Tantangan selanjutnya adalah Austin, Amerika Serikat.
Gademan mengaku antusias menghadapi Circuit of the Americas untuk pertama kalinya.
Ia juga menyadari bahwa hanya akan tersedia satu sesi latihan bebas, sehingga para pembalap harus beradaptasi dengan cepat.
“Itu trek yang luar biasa. Saya tidak sabar. Akan menjadi sesi yang sangat sulit, karena treknya juga sangat sulit untuk dipelajari dan kami hanya memiliki satu sesi latihan bebas,” ujarnya.
Bagi Gademan, hasil di Zandvoort menjadi modal penting untuk menjaga momentum.
Dua podium tidak hanya memperkaya perolehan poin Alpine, tetapi juga membuka peluang lebih besar baginya untuk mengejar posisi kedua klasemen pada rangkaian balapan berikutnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1 Academy