RADARBANYUWANGI.ID - Postur raksasa tidak pernah kehilangan tempat dalam sejarah NBA. Di tengah perubahan permainan yang semakin cepat, mengandalkan tembakan jarak jauh, dan menuntut pemain serba bisa, para pemain bertubuh menjulang tetap memiliki daya tawar besar di bawah ring.
Mereka bukan sekadar penghalang tembakan. Tinggi badan membuat pemain mampu menguasai rebound, mengubah arah serangan lawan, sekaligus memaksa tim lawan mengubah strategi ketika harus berhadapan dengan mereka.
Dari sekian banyak pemain jangkung yang pernah tampil di NBA, Gheorghe Muresan masih memegang rekor sebagai pemain tertinggi yang pernah bermain di liga tersebut dengan tinggi 7 kaki 7 inci atau sekitar 231 sentimeter.
Namun, generasi sekarang menghadirkan fenomena baru. Victor Wembanyama dan Zach Edey sama-sama tercatat memiliki tinggi 7 kaki 4 inci atau sekitar 224 sentimeter. Keduanya menunjukkan bahwa ukuran tubuh ekstrem masih dapat diterjemahkan menjadi keunggulan besar dalam bola basket modern.
Zach Edey dan Victor Wembanyama Jadi yang Tertinggi Saat Ini
Zach Edey dan Victor Wembanyama berada di puncak daftar pemain tertinggi NBA saat ini dengan tinggi 7 kaki 4 inci. Mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan Rocco Zikarsky dari Minnesota Timberwolves yang tercatat memiliki tinggi 7 kaki 3 inci.
Edey memasuki NBA setelah dipilih Memphis Grizzlies pada urutan kesembilan NBA Draft 2024. Dengan tubuh besar dan kemampuan bermain dekat ring, center asal Kanada tersebut segera memberikan dimensi berbeda bagi permainan Memphis.
Pada musim debutnya, Edey memperlihatkan dirinya bukan sekadar pemain bertubuh tinggi. Ia mampu menjadi jangkar pertahanan, memberikan ancaman melalui penyelesaian di sekitar ring, serta aktif memburu rebound. Performanya membuat Edey masuk NBA All-Rookie Team.
Sementara itu, Wembanyama datang dengan ekspektasi jauh lebih besar setelah San Antonio Spurs memilihnya sebagai pilihan pertama NBA Draft 2023.
Yang membuat Wembanyama berbeda bukan semata-mata tinggi badan. Pemain asal Prancis itu memiliki kemampuan yang biasanya sulit ditemukan pada pemain dengan postur sebesar dirinya.
Ia mampu menembak dari perimeter, membawa bola, menciptakan peluang, dan pada saat yang sama tetap menjadi ancaman besar sebagai pelindung ring. Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu talenta paling unik dalam sejarah NBA.
Tinggi Zach Edey dan Keunggulan Fisiknya
Zach Edey memiliki tinggi 7 kaki 4 inci dengan rentang tangan sekitar 7 kaki 10 inci. Kombinasi tinggi dan panjang jangkauan tersebut memberikan keuntungan besar ketika ia berada di area pertahanan maupun perebutan rebound.
Sebelum memasuki NBA, Edey tampil dominan bersama Purdue di level perguruan tinggi. Permainan fisiknya menjadi modal utama ketika beradaptasi dengan NBA.
Kemampuannya mencetak angka dari sekitar ring, melakukan offensive rebound, memasang screen, dan mempertahankan posisi di paint menunjukkan bahwa center tradisional belum kehilangan relevansinya.
Justru di tengah NBA yang semakin mengandalkan small-ball, pemain seperti Edey dapat menjadi solusi taktis ketika sebuah tim membutuhkan keunggulan ukuran dan kekuatan fisik.
Victor Wembanyama, Raksasa dengan Kemampuan Guard
Wembanyama memiliki tinggi 7 kaki 4 inci, tetapi angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan keistimewaannya. Ia memiliki kemampuan menembak dari jarak jauh, melakukan dribel, memberikan umpan, serta bergerak di perimeter dengan keluwesan yang tidak lazim untuk pemain setinggi itu.
Setelah meraih penghargaan Rookie of the Year NBA secara mutlak pada musim 2023-2024, perkembangan Wembanyama terus menjadi perhatian.
Keunggulan terbesar Wembanyama terlihat pada pertahanan. Jangkauan tangan dan kemampuan membaca permainan membuatnya mampu mengubah keputusan lawan bahkan sebelum melakukan blok.
Dalam konteks NBA modern, kemampuan seperti itu sangat berharga. Pemain bertubuh tinggi tidak lagi cukup hanya berdiri di bawah ring. Mereka dituntut mampu bertahan dalam ruang terbuka, menghadapi pemain perimeter, dan tetap memberikan ancaman ketika menyerang.
Wembanyama memiliki hampir seluruh paket tersebut.
Gheorghe Muresan Masih Pemegang Rekor Pemain Tertinggi NBA Jika pertanyaannya adalah siapa pemain tertinggi yang pernah tampil di NBA, jawabannya masih Gheorghe Muresan.
Center asal Rumania itu memiliki tinggi 7 kaki 7 inci atau sekitar 231 sentimeter. Muresan bermain di NBA sejak 1993 hingga 2001 bersama Washington Bullets, yang kemudian berganti nama menjadi Washington Wizards, serta New Jersey Nets, yang kini dikenal sebagai Brooklyn Nets.
Muresan dipilih Washington Bullets pada NBA Draft 1993. Selama kariernya, ia membuktikan bahwa postur luar biasa tersebut dapat diterjemahkan menjadi produktivitas.
Pada musim 1995-1996, Muresan memimpin NBA dalam persentase field goal dengan catatan 58,4 persen dan memenangkan penghargaan NBA Most Improved Player.
Semusim berikutnya, ia kembali menjadi pemain dengan persentase field goal terbaik di liga setelah mencatat 60,4 persen.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Muresan bukan sekadar fenomena karena ukuran tubuh. Ia mampu memaksimalkan keunggulan fisiknya untuk menghasilkan kontribusi nyata di lapangan.
Pemain Tertinggi yang Pernah Menghiasi NBA
Muresan bukan satu-satunya pemain raksasa yang meninggalkan jejak di NBA. Nama Manute Bol, Tacko Fall, Shawn Bradley, hingga Yao Ming juga masuk dalam kelompok pemain dengan tinggi luar biasa.
Berikut daftar pemain tertinggi yang pernah bermain di NBA berdasarkan tinggi yang tercantum:
- Gheorghe Muresan — 7 kaki 7 inci
- Manute Bol — 7 kaki 6 inci
- Tacko Fall — 7 kaki 6 inci
- Shawn Bradley — 7 kaki 6 inci
- Yao Ming — 7 kaki 6 inci
- Sim Bhullar — 7 kaki 5 inci
- Slavko Vranes — 7 kaki 5 inci
- Pavel Podkolzin — 7 kaki 5 inci
- Chuck Nevitt — 7 kaki 5 inci
- Priest Lauderdale — 7 kaki 4 inci
- Mark Eaton — 7 kaki 4 inci
- Rik Smits — 7 kaki 4 inci
- Ralph Sampson — 7 kaki 4 inci
- Boban Marjanovic — 7 kaki 4 inci
- Zach Edey — 7 kaki 4 inci
- Victor Wembanyama — 7 kaki 4 inci
Daftar tersebut juga memperlihatkan satu hal penting: Wembanyama belum termasuk 10 besar pemain tertinggi dalam sejarah NBA jika ukurannya semata-mata berdasarkan tinggi badan. Dengan tinggi 7 kaki 4 inci, ia berada dalam kelompok pemain yang memiliki postur ekstrem, tetapi masih berada di bawah sejumlah legenda dan pemain kultus NBA.
Ada Pemain yang Lebih Tinggi, tetapi Tidak Pernah Bermain di NBA
Menariknya, rekor pemain tertinggi yang pernah dipilih dalam NBA Draft bukan milik Muresan. Yasutaka Okayama, center asal Jepang dengan tinggi 7 kaki 8 inci, dipilih Golden State Warriors pada NBA Draft 1981. Jika hanya menghitung ukuran tubuh, Okayama bahkan lebih tinggi daripada Muresan.
Namun, ada perbedaan penting: Okayama tidak pernah bermain dalam pertandingan NBA. Ia memilih tetap berkarier di Jepang. Karena itu, Muresan tetap dianggap sebagai pemain tertinggi yang benar-benar tampil di NBA.
Tinggi Badan Bukan Lagi Satu-satunya Ukuran Kehebatan
Sejarah pemain bertubuh raksasa NBA memperlihatkan bahwa tinggi badan bisa menjadi senjata sekaligus tantangan.
Semakin besar tubuh seorang pemain, semakin besar pula tuntutan terhadap mobilitas, daya tahan, dan kemampuan menjaga kesehatan fisik. NBA modern juga membuat pemain bertubuh besar harus mampu bergerak jauh dari ring dan menghadapi lawan yang lebih cepat.
Itulah sebabnya Wembanyama menjadi fenomena yang berbeda. Ia memiliki ukuran tubuh seperti center tradisional, tetapi keterampilannya menyerupai pemain perimeter. Di sisi lain, Edey memperlihatkan bahwa pendekatan yang lebih konvensional—kekuatan fisik, permainan dekat ring, screen, dan rebound—masih bisa menjadi senjata efektif.
Dengan demikian, persaingan antara ukuran dan keterampilan sebenarnya bukan sesuatu yang harus dipilih salah satunya. NBA justru semakin menunjukkan bahwa pemain paling berbahaya adalah mereka yang mampu menggabungkan ukuran tubuh dengan kemampuan teknis dan kecerdasan bermain.
Wembanyama mungkin belum menjadi pemain tertinggi sepanjang sejarah NBA. Namun, jika perkembangan permainannya terus berlanjut, pertanyaan yang lebih menarik bukan lagi soal seberapa tinggi tubuhnya.
Pertanyaannya adalah seberapa jauh pemain setinggi 7 kaki 4 inci dengan kemampuan perimeter seperti itu dapat mengubah standar permainan NBA. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi