RADAR BANYUWANGI - Alisha Palmowski menutup Feature Race di Zandvoort dengan kemenangan penting yang semakin mengokohkan posisinya di puncak Drivers’ Standings.
Pembalap Red Bull Racing itu meraih kemenangan keempat musim ini sekaligus mencatat podium kelima dalam kampanyenya.
Hasil tersebut terasa semakin berarti karena akhir pekan Palmowski sempat diwarnai kekecewaan.
Ia tampil kuat pada sesi kualifikasi dengan merebut pole position keempatnya tahun ini.
Namun, keberuntungan tidak berpihak kepadanya dalam Reverse Grid Race.
Mobilnya sempat mengalami stall saat start dari posisi kedelapan dan membuatnya harus finis di urutan yang sama.
Kesalahan pada balapan sebelumnya menjadi motivasi bagi Palmowski untuk bangkit dalam Feature Race.
Start dari posisi terdepan tidak berjalan sempurna karena laju awal mobilnya belum ideal.
Meski demikian, pembalap berusia 19 tahun itu mampu bergerak ke sisi kanan lintasan dan mempertahankan posisinya dari tekanan Alba Larsen.
Larsen kemudian memberikan perlawanan ketat.
Pada paruh awal balapan 17 lap tersebut, jarak keduanya sangat rapat dan mereka berhasil membuka keunggulan sekitar 1,5 detik dari pembalap lain.
Tekanan Larsen berlanjut selama beberapa lap sebelum Palmowski secara bertahap mampu melepaskan diri.
Ketika balapan memasuki fase berikutnya, pengelolaan ban menjadi salah satu kunci keberhasilan Palmowski.
Ia tidak langsung memaksimalkan seluruh potensi mobil pada awal perlombaan, melainkan menjaga ritme agar memiliki daya tahan ban yang cukup hingga akhir.
Strategi itu terbukti efektif.
Saat Larsen mulai mengalami penurunan performa ban, Palmowski mampu memperlebar jarak dan akhirnya melintasi garis finis hampir tiga detik di depan pembalap Denmark tersebut.
Palmowski mengaku lega dengan hasil tersebut, terlebih tim Red Bull Racing harus bekerja keras setelah menghadapi persoalan pada mobil sehari sebelumnya.
“Sangat senang dan sangat lega, seperti biasanya. Tim telah bekerja sangat keras, terutama akhir pekan ini, dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah dan banyak faktor berbeda yang harus kami hadapi,” ungkapnya, Minggu (23/8).
Ia juga menjelaskan bahwa kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah.
Persiapan tim pada malam sebelum Feature Race menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki mobil dan memastikan Palmowski dapat bertarung di posisi terdepan.
Tekanan dari Larsen juga diakuinya lebih besar dibandingkan dengan tantangan yang pernah ia hadapi saat balapan menghadapi Chiara Bättig di Silverstone.
Namun, Palmowski memilih menjaga ketenangan dan konsistensi karena memahami bahwa karakter sirkuit Zandvoort membuat aksi salip-menyalip tidak mudah dilakukan.
Menurut Palmowski, keberhasilan mempertahankan posisi sejak tikungan pertama merupakan salah satu momen krusial dalam perlombaan.
Ia menyadari start masih menjadi bagian yang harus diperbaiki karena terlalu banyak wheelspin saat meninggalkan garis start.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah menjelang putaran berikutnya di Austin.
Meski demikian, Palmowski kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.
Kemenangan di Zandvoort membuat keunggulannya atas rival terdekat, Emma Felbermayr, menjadi 48 poin.
Dengan maksimal 104 poin yang masih tersedia dalam dua putaran terakhir, Palmowski bahkan memiliki peluang untuk memastikan gelar juara lebih awal.
Namun, ia menegaskan tidak ingin mengubah pendekatan dalam menghadapi balapan berikutnya.
Austin akan menggunakan format tiga balapan, yakni Opening Race, Reverse Grid Race, dan Feature Race.
Sesi kualifikasi akan menggunakan catatan waktu lap kedua tercepat para pembalap untuk menentukan grid Opening Race, sehingga hasil kualifikasi memiliki peranan penting terhadap jalannya dua balapan.
Palmowski memilih tetap fokus pada proses dan tidak terlalu memikirkan kemungkinan gelar.
Baginya, menjaga konsistensi, menghindari kesalahan, serta memberikan performa terbaik menjadi prioritas utama.
“Saya tidak terlalu stres mengenai hal itu. Saya berada dalam posisi yang sangat bagus. Saya hanya perlu fokus pada diri sendiri, tidak membuat kesalahan, dan melakukan pekerjaan dengan baik,” ujar Palmowski.
Kemenangan di Zandvoort menunjukkan bahwa Palmowski mampu membaca situasi balapan, mengelola tekanan, dan menggunakan strategi secara efektif.
Pembalap Red Bull Racing tersebut kini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengamankan gelar sebelum musim berakhir.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1 Academy