RADAR BANYUWANGI - Lewis Hamilton melihat perubahan besar pada performa mobil Ferrari setelah tim melakukan penyesuaian setelan menjelang kualifikasi Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort.
Sebaliknya, rekan setimnya, Charles Leclerc, masih kesulitan menemukan keseimbangan mobil yang konsisten.
Perbedaan situasi kedua pembalap Ferrari itu terlihat jelas sepanjang akhir pekan.
Hamilton mengawali putaran ke-12 musim ini dengan hasil yang kurang memuaskan.
Ia merasa tidak nyaman saat Sprint Qualifying, kemudian gagal memperbaiki posisinya dalam balapan sprint 24 lap dan harus finis di posisi ketujuh.
Ferrari kemudian memilih mengubah sejumlah elemen setelan mobil Hamilton.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan performa saat kualifikasi, yang menjadi sangat penting di Zandvoort karena karakter lintasan membuat aksi salip-menyalip relatif sulit.
Hasilnya cukup positif.
Hamilton mampu mengamankan posisi kelima dengan catatan waktu sekitar 0,3 detik dari George Russell yang merebut pole position.
Hamilton Sebut Perubahan Mobil Ferrari Sangat Terasa
Hamilton mengaku jauh lebih nyaman setelah Ferrari melakukan penyesuaian.
Menurut juara dunia tujuh kali itu, perubahan yang terlihat di atas kertas tidak terlalu besar, tetapi dampaknya terhadap karakter mobil sangat signifikan.
“Saya jauh lebih senang dengan mobil ini, sejujurnya. Kami mengubah banyak hal, tetapi perubahannya tidak terlihat terlalu besar. Namun, perbedaan yang dihasilkannya pada mobil benar-benar luar biasa,” ujar Hamilton.
Ia menjelaskan bahwa masalah utamanya pada sesi-sesi sebelumnya berkaitan dengan kepercayaan diri terhadap keseimbangan mobil.
Setelah kehilangan rasa percaya diri di Sprint Qualifying, Hamilton mengaku tidak nyaman sepanjang balapan sprint karena mobil terasa sulit dikendalikan.
Situasi berubah ketika Ferrari memasuki sesi kualifikasi utama.
Hamilton mulai kembali menemukan keseimbangan mobil dan mampu membangun ritme dari satu putaran ke putaran berikutnya.
Pembalap asal Inggris itu juga menilai masih ada peluang untuk tampil lebih cepat seandainya mendapat lebih banyak lap.
Namun, menurutnya, persoalan utama Ferrari tetap berkaitan dengan kondisi ban.
Meski demikian, hasil tersebut membuat Hamilton memasuki hari balapan dengan optimisme yang lebih tinggi terhadap peluang Ferrari.
Leclerc Justru Masih Bingung dengan Perilaku Mobil
Situasi berbeda dialami Charles Leclerc.
Pembalap asal Monako itu memang hanya terpaut tipis dari waktu Hamilton di Q3, tetapi harus puas menempati posisi keenam.
Hasil tersebut terasa mengecewakan karena sebelumnya Leclerc mampu finis di posisi kedua pada balapan sprint.
Performanya pada sesi utama kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai mengapa karakter mobil berubah cukup drastis dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Leclerc menyoroti setidaknya dua persoalan.
Pertama, perubahan engine mode dari Q1 ke Q2 dan kemudian Q3 dinilai membuat perilaku mobil ikut berubah.
Kondisi itu membuat Leclerc tidak mendapatkan respons mobil yang ia harapkan.
“Mobilnya melakukan hal yang berbeda di bawah saya, dan itu bukan sesuatu yang saya sukai. Kami mungkin kehilangan sedikit performa di sana,” kata Leclerc.
Faktor kedua berkaitan dengan strategi persiapan ban.
Ferrari menggunakan preparation lap sebelum putaran cepat, sedangkan pembalap lain tampaknya tidak melakukan pendekatan yang sama.
Leclerc mengakui dirinya belum yakin apakah ban akan berada pada suhu dan kondisi optimal tanpa lap persiapan tersebut.
Namun, ia juga menyatakan Ferrari perlu terbuka untuk mempelajari strategi yang dipilih para rivalnya.
Posisi Start Menjadi Sangat Penting
Karakter Sirkuit Zandvoort membuat posisi kualifikasi memiliki arti besar.
Dengan peluang menyalip yang terbatas, posisi keenam membuat Leclerc berada dalam situasi yang kurang menguntungkan menjelang balapan.
“Sangat sulit menyalip di trek ini, sehingga kualifikasi sangat penting. Memulai dari P6 jelas kurang ideal. Tetapi sekarang kondisinya memang seperti ini,” ujar Leclerc.
Karena itu, Leclerc berharap bisa memaksimalkan fase awal balapan.
Ia juga menyinggung dua start sebelumnya yang tidak berjalan mulus dan berharap Ferrari dapat memperbaiki aspek tersebut.
Di sisi lain, perubahan setelan yang dilakukan Ferrari memberi Hamilton alasan untuk lebih percaya diri.
Performa mobil yang meningkat dalam kualifikasi menunjukkan bahwa tim mampu menemukan arah pengembangan setelan yang lebih sesuai, meski persoalan ban dan konsistensi perilaku mobil masih menjadi pekerjaan rumah.
Perbedaan pandangan Hamilton dan Leclerc juga menggambarkan tantangan Ferrari di Zandvoort.
Di satu sisi, perubahan setelan dapat memberikan peningkatan besar.
Di sisi lain, mobil masih belum sepenuhnya memberikan respons yang konsisten kepada kedua pembalap.
Balapan kemudian akan menjadi ujian berikutnya.
Hamilton berusaha mempertahankan momentum setelah menemukan kembali kepercayaan terhadap mobil, sementara Leclerc perlu mengatasi posisi start yang kurang menguntungkan sekaligus mencari penjelasan atas perubahan karakter Ferrari dari satu sesi ke sesi lainnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1