RADAR BANYUWANGI - Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, harus menerima posisi start ketujuh untuk Grand Prix Belanda setelah gagal menandingi kecepatan para pesaing utama dalam sesi kualifikasi.
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Verstappen berharap dapat memberikan hasil lebih baik setelah sebelumnya menempati posisi keenam pada Sprint.
Namun, performa Red Bull belum cukup kuat untuk mendekati McLaren, Mercedes, dan Ferrari.
Verstappen menilai persoalan utama pada mobilnya masih belum mengalami perubahan berarti dibandingkan sesi sebelumnya.
Ia kembali merasakan keterbatasan pada keseimbangan mobil yang membuatnya kesulitan mendapatkan performa tambahan dalam satu putaran.
“Tidak banyak lagi yang bisa didapat, sejujurnya. Saya tidak merasa meninggalkan apa pun di atas meja, hanya saja mobil ini belum berada di posisi yang saya inginkan,” ujar Verstappen.
Pembalap asal Belanda tersebut juga menyebut masih ada persoalan mendasar pada mobil yang kemungkinan baru dapat diperbaiki untuk musim berikutnya.
Untuk balapan-balapan terdekat, Red Bull masih akan berupaya mencari tambahan performa dari paket yang digunakan saat ini.
Menurut Verstappen, tim tetap memiliki ruang untuk melakukan pengembangan dalam beberapa balapan mendatang.
Namun, ia juga mengakui adanya sejumlah aspek fundamental yang membutuhkan solusi jangka panjang.
Posisi ketujuh membuat Verstappen akan memulai balapan dari baris keempat.
Ia ditemani rekan setimnya, Liam Lawson, yang berhasil mengamankan posisi kedelapan.
Bagi Lawson, hasil tersebut menjadi perkembangan positif setelah menjalani akhir pekan yang cukup menantang.
Pembalap asal Selandia Baru itu merasa mampu meningkatkan performanya dan menyatukan berbagai aspek dalam satu putaran kualifikasi.
“Hasil ini merupakan peningkatan dari kemarin. Saya merasa bisa menyatukan semuanya dan menghasilkan satu putaran yang bagus,” kata Lawson.
Lawson menjadikan Verstappen sebagai tolok ukur utama selama menjalani akhir pekan tersebut.
Ia menilai proses mendekati performa juara dunia empat kali itu menjadi bagian penting dari pembelajarannya selama mengemudikan mobil Red Bull.
Meski demikian, Lawson menyadari tantangan berikutnya akan datang pada balapan utama.
Pengalaman dalam Sprint memberikan tambahan data, tetapi ia masih perlu memahami karakter mobil dengan lebih baik dalam konfigurasi balapan.
Target realistis Lawson adalah mempertahankan posisi kedelapan.
Namun, ia juga membuka peluang untuk bergerak lebih maju apabila terdapat kesempatan selama balapan berlangsung.
Dengan Verstappen dan Lawson masing-masing start dari posisi ketujuh dan kedelapan, Red Bull menghadapi pekerjaan berat di GP Belanda.
Persaingan dengan McLaren, Mercedes, dan Ferrari diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan peluang kedua pembalap Red Bull untuk memperbaiki posisi.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1