RADAR BANYUWANGI - Lando Norris mengamankan pole position untuk Grand Prix Belanda setelah menunjukkan kebangkitan performa McLaren dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Zandvoort.
Hasil tersebut menjadi kejutan bagi Norris karena sebelumnya ia merasa timnya masih mengalami kesulitan saat menjalani Sprint.
Norris harus puas finis di belakang Charles Leclerc dalam perebutan posisi kedua pada Sprint.
Namun, situasi berubah ketika McLaren kembali turun ke lintasan untuk sesi kualifikasi pada Sabtu (22/8).
Sejak Q1, mobil McLaren sudah terlihat kompetitif dengan Norris dan Oscar Piastri sama-sama mampu menunjukkan kecepatan.
Performa tersebut berlanjut hingga Q2.
Piastri bahkan menjadi pembalap tercepat pada masing-masing sesi awal kualifikasi.
Akan tetapi, Norris mampu tampil lebih kuat saat memasuki Q3 dan akhirnya mengamankan pole position dengan catatan waktu 1 menit 11,163 detik.
Pole tersebut menjadi yang ke-18 dalam karier Norris.
Pembalap asal Inggris itu mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan hasil tersebut setelah merasakan kesulitan pada sesi sebelumnya.
“Sedikit terkejut, sejujurnya, tetapi ini lap yang cukup baik,” ujar Norris.
Ia juga menilai persaingan yang sangat ketat membuat setiap sepersekian detik menjadi sangat menentukan.
Norris menyebut perubahan yang dilakukan McLaren setelah Sprint turut membantu meningkatkan rasa percaya dirinya terhadap mobil.
Menurutnya, tim tidak melakukan perubahan besar yang secara langsung menjanjikan tambahan sepersepuluh atau dua persepuluh detik, tetapi penyesuaian kecil tersebut membuat mobil lebih mudah dikendalikan saat menyerang tikungan.
Kondisi itu sangat penting di Zandvoort.
Karakter lintasan yang menuntut keberanian dan kepercayaan diri membuat pembalap harus merasa nyaman ketika membawa mobil pada batas kemampuan.
Norris mengatakan dirinya bisa menyerang lebih agresif pada sesi kualifikasi dan hasilnya terlihat melalui pole position.
“Di lintasan seperti Zandvoort, Anda membutuhkan kepercayaan diri yang baik terhadap mobil dan ingin menyerang sebanyak mungkin,” kata Norris.
Performa ini juga menjadi modal penting bagi McLaren menjelang balapan Minggu (23/8).
Norris berharap dapat memberikan tontonan menarik bagi para penggemar dalam Grand Prix Belanda yang disebutnya sebagai edisi terakhir balapan tersebut.
Di sisi lain, Oscar Piastri menempati posisi start keempat setelah kalah cepat dari dua pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli.
Meski gagal mendapatkan posisi lebih tinggi, pembalap Australia itu tetap menilai akhir pekannya berjalan lebih positif dibandingkan sebelumnya.
Piastri merasa performanya dalam satu lap menjadi lebih natural.
Ia menilai hasil akhir belum sepenuhnya mencerminkan perkembangan yang telah dicapai, tetapi dirinya tidak lagi perlu memaksakan banyak perubahan untuk menemukan peningkatan waktu.
“Saya merasa jauh lebih senang dengan akhir pekan ini, terutama dalam satu lap,” ujar Piastri.
Piastri mengakui masih berharap dapat memangkas waktu pada Q3, tetapi ia tidak melihat adanya masalah besar pada catatan waktunya.
Fokusnya kini adalah menjaga perkembangan tersebut secara bertahap hingga balapan.
Tantangan berikutnya adalah mengubah kecepatan kualifikasi menjadi performa balapan.
McLaren mengakui pace mereka saat Sprint belum sesuai harapan, sehingga Piastri berharap tim mampu meningkatkan kekuatan mobil dalam kondisi balapan.
McLaren memiliki peluang untuk bersaing di barisan depan dengan yang Norris memulai Grand Prix dari pole dan Piastri berada di posisi keempat.
Namun, performa saat balapan akan menjadi penentu apakah kebangkitan di sesi kualifikasi benar-benar dapat menghasilkan hasil maksimal.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1