RADAR BANYUWANGI – Persahabatan Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic harus berhenti sejenak ketika pertandingan dimulai. Dua hitter yang pernah menjadi duet andalan Red Sparks kini resmi berada di kubu berbeda: Megawati membela Suwon Hyundai E&C Hillstate, sedangkan Vanja kembali memperkuat Red Sparks. Musim V-League 2026/2027 pun berpotensi menghadirkan duel emosional antara dua sahabat yang pernah membawa satu tim menembus final.
Perubahan tersebut menjadi salah satu cerita menarik di Liga Voli Korea musim baru. Bukan karena hubungan keduanya merenggang, melainkan karena kompetisi memaksa dua pemain yang sebelumnya saling menguatkan untuk kini saling mengincar poin.
Megawati resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate melalui kuota pemain Asia. Sementara itu, Red Sparks kembali mempercayakan satu tempat kepada Vanja melalui skema draft pemain asing KOVO.
Padahal, keduanya pernah menjadi salah satu kombinasi serangan paling berbahaya Red Sparks.
Duet yang Membawa Red Sparks ke Final
Megawati dan Vanja bukan sekadar rekan setim.
Keduanya menjadi bagian penting dari perjalanan Red Sparks menuju final V-League 2024/2025. Pencapaian itu terasa istimewa karena Red Sparks berhasil menembus partai puncak untuk pertama kalinya dalam 13 musim.
Di lapangan, keduanya saling melengkapi. Megawati dikenal dengan serangan keras dan konsisten, sedangkan Vanja memberikan opsi serangan lain yang membuat pertahanan lawan harus bekerja ekstra.
Kombinasi tersebut membuat Red Sparks memiliki dua sumber ancaman sekaligus.
Kini, kombinasi itu tidak lagi berada dalam satu seragam.
Vanja Sebenarnya Masih Ingin Satu Tim dengan Mega
Menariknya, perpindahan klub tidak serta-merta mengubah keinginan Vanja untuk kembali bermain bersama Megawati.
Vanja secara terbuka mengaku masih mendambakan kesempatan memperkuat tim yang sama dengan pemain asal Indonesia tersebut.
“Akan sangat menyenangkan bertemu Mega lagi di V League. Saya ingin berada di tim yang sama lagi dengannya dan pasti memenangkan kejuaraan bersama kali ini.”
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa hubungan keduanya tetap dekat meski karier mereka kini bergerak ke arah berbeda.
Namun, V-League memiliki aturan sendiri.
Ketika peluit pertandingan berbunyi, kedekatan personal harus dikesampingkan. Megawati akan menjadi pemain yang harus dihentikan Vanja, begitu pula sebaliknya.
Dari Sahabat Menjadi Ancaman di Seberang Net
Perubahan status tersebut bahkan disampaikan Vanja dengan nada tegas.
“Jika saya akhirnya bermain untuk tim yang berbeda, saya pasti akan mengalahkannya.”
Kalimat tersebut menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana olahraga profesional bekerja.
Di luar lapangan, mereka bisa tetap bersahabat. Tetapi di dalam pertandingan, tidak ada ruang untuk memberi kelonggaran.
Megawati kini memiliki misi membawa Hyundai Hillstate bersaing di papan atas. Vanja, di sisi lain, kembali menjadi salah satu senjata Red Sparks.
Dua pemain yang dulu bekerja sama untuk mencetak poin kini justru akan berusaha menghentikan satu sama lain.
Pertemuan yang Paling Ditunggu Fans Indonesia
Bagi penggemar voli Indonesia, duel Megawati versus Vanja memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan pertandingan biasa.
Megawati sudah lebih dulu menjadi salah satu pemain Asia yang mendapatkan perhatian besar di V-League. Kepindahannya ke Hyundai Hillstate membuat cerita baru dimulai.
Sementara itu, kembalinya Vanja ke Red Sparks membuat persaingan semakin menarik.
Pertemuan keduanya nantinya bukan hanya soal statistik serangan, jumlah poin, atau hasil pertandingan. Ada sejarah yang ikut dibawa ke dalam lapangan.
Mereka pernah berbagi ruang ganti.
Pernah merayakan poin bersama.
Pernah berjuang dalam satu seragam untuk membawa Red Sparks ke final.
Kini, mereka harus berdiri di sisi net yang berlawanan.
Satu Persahabatan, Dua Ambisi
V-League 2026/2027 akhirnya mempertemukan dua cerita yang sebelumnya berjalan beriringan.
Megawati membawa pengalaman dan reputasinya ke Hyundai Hillstate. Vanja memilih kembali menjadi bagian dari Red Sparks.
Keduanya memiliki tujuan yang sama: memenangkan pertandingan dan mengejar gelar.
Ironisnya, ambisi itu bisa membuat salah satu dari mereka harus mengalahkan sahabatnya sendiri.
Itulah sisi emosional yang membuat duel Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic layak ditunggu. Persahabatan mereka mungkin tetap utuh di luar lapangan, tetapi ketika dua nama itu berdiri berseberangan di atas net, hanya satu yang boleh pulang membawa kemenangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin