Bukan Duel Biasa, Megawati vs Thanacha Jadi Perhatian di V-League Korea

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi dan Thanacha Sooksod. (Kovo & thespike.co.kr)
Megawati Hangestri Pertiwi dan Thanacha Sooksod. (Kovo & thespike.co.kr)

RADAR BANYUWANGI - Megawati Hangestri Pertiwi dan Thanacha Sooksod kembali menjadi dua nama Asia Tenggara yang paling menarik perhatian di Korea V-League 2026/2027. Megawati memulai babak baru bersama Hyundai Hillstate, sedangkan Thanacha melanjutkan kiprahnya bersama GS Caltex Seoul Kixx. Keduanya sama-sama membawa pengalaman dan catatan impresif, tetapi kini dituntut membuktikan siapa yang mampu memberi kontribusi paling besar bagi klub masing-masing.

Musim baru Korea V-League bukan sekadar menghadirkan persaingan antarklub. Bagi penggemar voli Indonesia dan Thailand, kompetisi ini juga menjadi panggung untuk melihat kiprah dua pemain Asia Tenggara: Megawati dari Indonesia dan Thanacha dari Thailand.

Keduanya memang tidak berada dalam satu tim dan tidak selalu berhadapan secara langsung dalam setiap pertandingan. Namun, posisi mereka sebagai pemain kuota Asia membuat performa Megawati dan Thanacha menjadi salah satu cerita menarik sepanjang musim 2026/2027.

Megawati Memulai Babak Baru Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri memasuki musim 2026/2027 dengan tantangan baru. Setelah dua musim memperkuat JungKwanJang Red Sparks, pemain asal Indonesia tersebut kini bergabung dengan Hyundai Hillstate.

Perpindahan tersebut membuat ekspektasi terhadap Megawati ikut meningkat. Pengalamannya selama dua musim di V-League menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan bersama klub barunya.

Bersama Red Sparks, Megawati tercatat mengoleksi 1.538 poin dari 67 pertandingan. Catatan tersebut memperlihatkan perannya sebagai salah satu sumber poin penting selama berkompetisi di Korea Selatan.

Kini, tantangan berikutnya adalah membawa produktivitas tersebut ke Hyundai Hillstate.

Megawati diproyeksikan menjadi salah satu mesin serangan utama Hyundai Hillstate dalam upaya bersaing memperebutkan gelar V-League 2026/2027.

Perubahan klub juga membuat Megawati harus beradaptasi dengan sistem permainan, rekan setim, hingga pola serangan yang berbeda.

Thanacha Sooksod Masih Bersama GS Caltex

Di sisi lain, Thanacha Sooksod memilih melanjutkan petualangannya di Korea Selatan bersama GS Caltex Seoul Kixx.

Outside hitter asal Thailand tersebut bukan pendatang baru di V-League. Sebelum bergabung dengan GS Caltex, Thanacha telah menghabiskan tiga musim bersama Korea Expressway Corporation.

Selama tiga musim tersebut, Thanacha mengumpulkan 1.167 poin dalam 90 pertandingan.

Pengalaman panjang di kompetisi Korea menjadi keuntungan tersendiri bagi pemain Thailand tersebut. Thanacha sudah memahami karakter permainan V-League dan tuntutan fisik yang harus dihadapi sepanjang musim.

Musim 2026/2027 sekaligus menjadi kesempatan bagi Thanacha untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu kembali menjadi bagian penting dari kekuatan GS Caltex.

Bukan Duel Langsung, tetapi Adu Kontribusi

Menariknya, persaingan Megawati dan Thanacha tidak bisa diterjemahkan sebagai duel satu lawan satu.

Megawati berposisi sebagai opposite spiker, sementara Thanacha merupakan outside hitter. Keduanya memiliki tugas dan karakter permainan berbeda di dalam sistem masing-masing.

Karena itu, ukuran persaingan yang lebih tepat adalah seberapa besar kontribusi keduanya terhadap klub masing-masing.

Megawati akan menghadapi tuntutan besar sebagai salah satu opsi utama serangan Hyundai Hillstate. Sementara Thanacha dituntut konsisten memberikan kontribusi dari posisi outside hitter untuk GS Caltex.

Perbedaan posisi tersebut justru membuat persaingan semakin menarik. Statistik poin, konsistensi permainan, efektivitas serangan, hingga kemampuan membantu tim meraih kemenangan akan menjadi indikator penting.

Bagi penggemar Indonesia dan Thailand, setiap penampilan keduanya berpotensi menjadi perhatian tersendiri.

Asia Quarter V-League Makin Bertabur Bintang

Persaingan pemain kuota Asia di V-League 2026/2027 juga tidak hanya melibatkan Megawati dan Thanacha.

Kompetisi musim ini turut diramaikan sejumlah pemain dari Jepang dan China. Dari Jepang, terdapat Jastis Yauchi yang memperkuat Heungkuk Pink Spiders, Miwako Osanai bersama IBK Altos, serta Mami Uchiseto di Korea Expressway Corporation Hi-Pass.

Sementara dari China, terdapat Zhong Hui yang memperkuat JungKwanJang Red Sparks dan Yi Zhi Xue bersama SOOP SuPERS.

Kehadiran para pemain tersebut membuat persaingan dalam skema Asia Quarter semakin kompetitif.

Namun, nama Megawati dan Thanacha tetap memiliki daya tarik khusus karena keduanya membawa rivalitas olahraga dari kawasan Asia Tenggara ke panggung voli Korea Selatan.

Siapa yang Lebih Tajam?

Pertanyaan tersebut belum bisa dijawab hanya berdasarkan catatan masa lalu.

Megawati memang memiliki rata-rata poin per pertandingan yang lebih tinggi berdasarkan data dua musimnya bersama Red Sparks. Namun, Thanacha memiliki pengalaman tiga musim dan jumlah pertandingan lebih banyak di V-League.

Selain statistik individu, performa keduanya akan sangat dipengaruhi kebutuhan tim.

Megawati harus beradaptasi dengan Hyundai Hillstate dan membangun koneksi baru dengan rekan-rekan setimnya. Thanacha, di sisi lain, perlu menjaga konsistensi agar tetap menjadi bagian penting dari sistem permainan GS Caltex.

Pada akhirnya, kemenangan tim akan menjadi ukuran paling penting.

Jika Megawati mampu mempertahankan produktivitasnya sekaligus membawa Hyundai Hillstate bersaing di papan atas, namanya akan kembali menjadi pusat perhatian. Begitu pula Thanacha. Konsistensi dan kontribusinya bersama GS Caltex bisa membuat persaingan dua bintang Asia Tenggara tersebut semakin panas sepanjang musim.

V-League 2026/2027 pun menawarkan cerita menarik: Indonesia dan Thailand kembali memiliki wakil yang sama-sama berpengalaman, tetapi dengan tantangan berbeda untuk membuktikan kualitasnya di Korea Selatan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
V-League Korea Thanacha Sooksod Hyundai Hillstate gs caltex Megawati Hangestri