RADAR BANYUWANGI – Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini bukan lagi sekadar kebanggaan voli Indonesia. Dari lapangan voli di Jember, Jawa Timur, atlet kelahiran 20 September 1999 itu menjelma menjadi salah satu opposite spiker Indonesia yang paling diperhitungkan di pentas internasional.
Julukan “Megatron” yang melekat padanya menggambarkan gaya bermain Megawati: agresif, bertenaga, dan berani mengambil tanggung jawab ketika tim membutuhkan poin.
Saat ini, Megawati tergabung dalam klub voli ternama Korea Selatan, Suwon Hyundai E&C Hillstate. Kepindahan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan kariernya setelah dua musim memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea.
Perjalanan menuju level tersebut tentu tidak berlangsung dalam semalam. Ada proses panjang yang dimulai dari kompetisi domestik, panggilan tim nasional, hingga keberanian mencoba peruntungan di liga luar negeri.
Siapa Megawati Hangestri Pertiwi?
Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999. Ia bermain di posisi opposite spiker dengan tangan kanan sebagai tangan dominan.
Megawati dikenal memiliki postur yang mendukung permainan di depan net. Tingginya sekitar 185 sentimeter, ditambah kemampuan melompat dan melakukan serangan keras, menjadi kombinasi yang membuatnya berbahaya bagi pertahanan lawan.
Di luar lapangan, Megawati dikenal sebagai sosok yang relatif sederhana. Namun ketika pertandingan dimulai, karakter permainannya berubah.
Smash keras dan keberanian mengambil bola-bola sulit menjadi ciri khasnya.
Penampilannya dengan hijab di kompetisi internasional juga membuat Megawati memiliki daya tarik tersendiri. Ia tidak hanya menjadi atlet yang membawa nama Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muslim yang ingin berkarier di dunia olahraga profesional.
Awal Karier Megawati di Jawa Timur
Perjalanan Megawati di dunia voli dimulai sejak usia muda di Jember.
Bakatnya kemudian membawanya bergabung dengan Surabaya Bank Jatim, klub yang menjadi salah satu tempat penting dalam proses pembentukan kariernya.
Di sana, kemampuan teknik dan mental bertanding Megawati terus diasah melalui berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut menjadi fondasi sebelum ia memasuki level profesional yang lebih tinggi.
Nama Megawati kemudian mulai mencuri perhatian ketika tampil di Proliga.
Pada 2015, ia memperkuat Jakarta Pertamina Energi yang kemudian dikenal sebagai Jakarta Pertamina Fastron. Saat itu usianya masih sangat muda.
Meski berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman, Megawati mulai menunjukkan kemampuan serangannya.
Dari sinilah jalur menuju tim nasional dan kompetisi internasional mulai terbuka.
Menjadi Bagian Penting Timnas Voli Putri Indonesia
Performa Megawati di level klub akhirnya membawanya masuk ke tim nasional voli putri Indonesia.
Debutnya bersama Timnas disebut terjadi pada SEA Games 2017 di Malaysia. Pada turnamen tersebut, Indonesia meraih medali perak.
Setelah itu, Megawati semakin sering dipercaya memperkuat Indonesia di berbagai kejuaraan regional dan internasional.
Posisi opposite menjadi ruang bagi Megawati untuk memaksimalkan kekuatan serangannya. Ia dituntut menjadi salah satu sumber poin utama, terutama ketika tim berada dalam tekanan.
Pengalaman bersama tim nasional juga mempertemukannya dengan berbagai karakter permainan dan lawan dari negara berbeda.
Proses tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika Megawati memutuskan berkarier di luar Indonesia.
Berani Menjajal Kompetisi Thailand
Karier Megawati mulai memasuki fase internasional ketika ia mencoba kompetisi luar negeri.
Pada musim 2020/2021, Megawati bergabung dengan Supreme Chonburi-E.Tech di Thailand.
Bermain di luar negeri bukan perkara mudah. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, rekan setim berbeda, pola permainan yang berbeda, hingga tuntutan kompetisi yang lebih tinggi.
Pengalaman tersebut memperkaya kemampuan Megawati.
Ia tidak hanya mengandalkan smash keras, tetapi juga dituntut memahami variasi serangan dan bertahan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Melanjutkan Petualangan ke Vietnam
Setelah Thailand, perjalanan Megawati berlanjut ke Vietnam.
Ia sempat memperkuat Ha Phu Thanh Hoa pada 2022. Kompetisi tersebut menjadi bagian lain dari proses pengembangan kariernya sebelum memasuki panggung yang lebih besar di Asia.
Dua pengalaman di Thailand dan Vietnam menjadi modal penting.
Megawati mulai terbiasa dengan kehidupan sebagai atlet profesional di luar negeri. Adaptasi tersebut kelak menjadi salah satu kekuatannya ketika memasuki Liga Voli Korea.
Megatron Mengguncang Liga Voli Korea
Titik balik terbesar dalam karier Megawati terjadi pada 2023.
Ia terpilih melalui sistem Asian Quarter untuk bermain di Liga Voli Korea bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Kedatangannya langsung menjadi perhatian karena Megawati merupakan salah satu pemain Asia Tenggara yang mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi voli putri Korea Selatan.
Namun, perhatian tersebut segera berubah menjadi pengakuan setelah ia menunjukkan performa di lapangan.
Megawati tampil sebagai salah satu mesin poin Red Sparks. Kemampuan menyerangnya membuat ia menjadi bagian penting dari skema tim yang saat itu dilatih Ko Hee-jin.
Julukan Megatron pun semakin melekat.
Rekor dan Prestasi di Korea Selatan
Musim pertama Megawati di V-League menjadi periode yang sangat penting.
Ia bersaing di jajaran pencetak poin dan menjadi salah satu pemain yang paling diperhitungkan Red Sparks.
Megawati juga mendapatkan penghargaan MVP putaran pertama V-League 2023/2024. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling menonjol dalam kariernya di Korea.
Kontribusinya turut membantu Red Sparks menembus babak playoff setelah cukup lama tidak mencapai fase tersebut.
Efek Megawati juga terasa di luar lapangan.
Popularitas Red Sparks di Indonesia meningkat. Pertandingan Liga Voli Korea menjadi lebih banyak diperhatikan penggemar Indonesia, sementara suporter Tanah Air mulai datang langsung ke Korea untuk menyaksikan Megawati bermain.
Mengapa Megawati Dijuluki Megatron?
Julukan Megatron bukan sekadar nama panggung.
Gaya bermain Megawati memang identik dengan serangan keras dan agresif. Ia memiliki kemampuan menghasilkan tenaga besar ketika melakukan spike dari posisi opposite.
Ketika mendapatkan umpan yang tepat, Megawati mampu menjadi eksekutor yang sulit dihentikan.
Namun, kekuatannya bukan hanya soal tenaga.
Kemampuan membaca permainan, keberanian mengambil risiko, mental bertanding, dan pengalaman menghadapi berbagai kompetisi membuat permainan Megawati semakin matang.
Itulah kombinasi yang membuatnya berkembang dari pemain muda Indonesia menjadi salah satu opposite yang diperhitungkan di Asia.
Kunci Permainan Megawati
Ada sejumlah elemen yang membuat Megawati menonjol.
Pertama, kekuatan serangan. Spike menjadi senjata utama yang membuatnya mampu mencetak poin dalam jumlah besar.
Kedua, kemampuan adaptasi. Megawati telah merasakan kompetisi Indonesia, Thailand, Vietnam, hingga Korea Selatan. Setiap liga memiliki karakter berbeda.
Ketiga, mental bertanding. Posisi opposite menuntut pemain berani menerima tanggung jawab ketika tim membutuhkan poin. Megawati dikenal tidak mudah menghindar dari situasi tersebut.
Keempat, kerja keras. Perkembangannya menunjukkan bahwa kemampuan menyerang bukan satu-satunya aspek yang terus diasah. Permainan bertahan dan pemahaman taktik juga menjadi bagian dari prosesnya.
Deretan Prestasi Megawati
Sepanjang kariernya, Megawati mengoleksi sejumlah pencapaian bersama klub maupun tim nasional.
Beberapa di antaranya adalah:
-
MVP Putaran 1 V-League Korea 2023/2024
-
Best Server ASEAN Grand Prix 2019
-
Best Server Proliga 2022
-
Best Opposite Spiker ASEAN Grand Prix 2022
-
Medali perak SEA Games 2017
-
Medali perunggu SEA Games 2019
-
Medali perunggu SEA Games 2021
-
Medali perunggu SEA Games 2023
-
Runner-up AVC Challenge Cup 2023
-
Membantu Red Sparks menembus playoff V-League Korea 2023/2024
Deretan tersebut memperlihatkan perkembangan karier Megawati dari pemain muda di kompetisi Indonesia hingga menjadi salah satu nama yang dikenal di voli Asia.
Babak Baru Bersama Hyundai Hillstate
Setelah dua musim bersama Red Sparks, Megawati kini memasuki tantangan baru.
Ia bergabung dengan Suwon Hyundai E&C Hillstate, salah satu klub besar di Liga Voli Korea.
Perpindahan tersebut membuat ekspektasi terhadap Megawati kembali meningkat. Ia datang bukan sebagai pemain yang belum dikenal, melainkan sebagai opposite yang sudah memiliki pengalaman di V-League.
Di klub barunya, Megawati menggunakan nomor punggung 88.
Perubahan tersebut menjadi simbol babak baru. Sistem permainan, rekan setim, dan tuntutan pelatih akan berbeda dari apa yang dialaminya di Red Sparks.
Namun, pengalaman dua musim di Korea membuat proses adaptasi Megawati kali ini diperkirakan tidak dimulai dari titik nol.
Dari Jember ke Panggung Internasional
Kisah Megawati Hangestri Pertiwi menunjukkan bahwa perjalanan seorang atlet menuju level dunia membutuhkan proses panjang.
Ia memulainya dari Jawa Timur, berkembang melalui kompetisi nasional, mendapatkan pengalaman bersama Timnas Indonesia, kemudian memberanikan diri bermain di Thailand dan Vietnam.
Puncaknya datang ketika ia menembus Liga Voli Korea dan berubah menjadi Megatron, salah satu opposite yang mendapat perhatian besar dari penggemar voli Asia.
Kini, bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate, perjalanan tersebut memasuki babak berikutnya.
Megawati tidak hanya membawa nomor punggung baru. Ia juga membawa ekspektasi baru dari Indonesia dan Korea Selatan.
Dan jika perjalanan sebelumnya menjadi ukuran, nama Megawati Hangestri Pertiwi masih memiliki banyak halaman yang belum ditulis. (*)
Editor : Ali Sodiqin