Megawati vs Bukilic Memanas, Dulu Duet di Red Sparks Kini Saling Jegal di V-League

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Megawati bersama Vanja Bukilic akan memperkuat Red Sparks dalam Liga Voli Korea Selatan musim 2024/2025. (Instagram Red Sparks)
Megawati bersama Vanja Bukilic saat memperkuat Red Sparks dalam Liga Voli Korea Selatan musim 2024/2025. (Instagram Red Sparks)

RADAR BANYUWANGI – Rivalitas Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic kembali memasuki babak baru. Setelah pernah menjadi duet mesin poin Red Sparks, dua opposite tajam itu kini harus saling berhadapan di Liga Voli Korea musim 2026/2027.

Perubahan klub membuat persaingan keduanya semakin menarik. Megawati kini menjadi bagian dari Suwon Hyundai E&C Hillstate, sedangkan Bukilic kembali memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks setelah sempat meninggalkan Korea untuk berkarier di Eropa.

Duel mereka bukan sekadar pertemuan dua pemain berlabel mesin poin. Ada sejarah, statistik, hingga bumbu psywar yang membuat perjumpaan Megawati dan Bukilic menjadi salah satu duel paling dinanti penggemar V-League.

Rivalitas yang Sempat Berubah Jadi Duet Mematikan

Benih persaingan Megawati dan Bukilic sebenarnya sudah muncul sebelum keduanya menjadi rekan setim.

Pada musim 2023/2024, Megawati baru memulai petualangannya di Liga Voli Korea bersama Red Sparks. Pada saat yang sama, Bukilic menjadi salah satu andalan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass.

Ketika itu, Bukilic sempat melontarkan psywar kepada Megawati. Namun, perjalanan karier keduanya justru mempertemukan mereka dalam satu tim pada musim berikutnya.

Keduanya bahu-membahu memperkuat Red Sparks. Megawati menjadi salah satu tumpuan utama serangan, sementara Bukilic berperan sebagai tandem di posisi outside hitter.

Duet tersebut terbukti produktif dan menjadi salah satu kekuatan Red Sparks.

Statistik Awal Bukilic Sempat Lebih Unggul

Jika melihat catatan statistik pada musim 2023/2024, Bukilic lebih dulu mencatatkan angka impresif.

Saat membela Hi-Pass, pemain Serbia tersebut mengoleksi 935 poin dan 865 attack points. Catatan itu menempatkannya di posisi ketiga pencetak poin terbanyak V-League.

Sementara itu, Megawati yang menjalani musim debutnya bersama Red Sparks mengumpulkan 736 poin dan 705 attack points, sekaligus menempati posisi ketujuh.

Namun, perkembangan Megawati berlangsung pesat.

Ketika keduanya bergabung di Red Sparks pada musim 2024/2025, performa pemain asal Indonesia itu justru melonjak. Megawati berhasil mengemas 802 poin dan menempati peringkat ketiga pencetak poin terbanyak V-League.

Bukilic berada di posisi kelima dengan koleksi 638 poin.

Kombinasi keduanya kemudian menjadi salah satu senjata utama Red Sparks. Salah satu penampilan produktif mereka terjadi ketika menghadapi IBK Industrial Bank of Korea Altos pada 12 Februari 2025.

Musim 2026/2027, Megawati dan Bukilic Kembali Berseberangan

Kini, cerita keduanya berubah lagi.

Megawati memilih melanjutkan karier bersama Hyundai Hillstate. Sementara Bukilic kembali ke Red Sparks dan diproyeksikan menjadi salah satu mesin poin utama klub tersebut.

Perubahan tersebut otomatis menghidupkan kembali rivalitas yang sempat terhenti ketika keduanya menjadi rekan satu tim.

Bukilic bahkan kembali melancarkan psywar. Ia mengakui Megawati sebagai sosok yang menyenangkan untuk ditemui, tetapi status pertemanan itu tidak berlaku ketika keduanya berada di dalam lapangan.

Megawati dan Bukilic kini memiliki misi berbeda. Megawati harus membantu Hyundai Hillstate mengejar prestasi, sedangkan Bukilic berusaha membawa Red Sparks kembali bersaing di papan atas.

Pertemuan keduanya pun memiliki cerita tersendiri. Dulu saling membantu menghasilkan poin untuk Red Sparks, kini keduanya akan saling menghentikan serangan demi klub masing-masing.

Siapa Lebih Tajam?

Secara statistik, perjalanan kedua pemain menunjukkan persaingan yang cukup berimbang. Bukilic lebih dulu mencuri perhatian dengan produktivitas tinggi pada musim debutnya di Korea.

Namun, Megawati menunjukkan perkembangan signifikan setelah beradaptasi dengan atmosfer V-League. Lonjakan jumlah poin pada musim 2024/2025 menjadi salah satu indikator perkembangan tersebut.

Karena itu, duel Megawati versus Bukilic pada musim 2026/2027 bukan sekadar pertarungan dua pemain ofensif. Ini juga menjadi panggung untuk membuktikan siapa yang mampu menjadi mesin poin paling efektif ketika mereka kembali berdiri di sisi berlawanan net.

Nostalgia sebagai mantan tandem, catatan statistik, serta psywar membuat pertemuan Megawati dan Bukilic layak dinantikan.

Kini pertanyaannya sederhana: ketika sahabat lama berubah menjadi lawan, siapa yang lebih tajam—Megawati atau Bukilic? (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Jember
Hyundai Hillstate Red Sparks Liga Voli Korea Megawati Hangestri Vanja Bukilic