Megawati Hangestri Disorot Setinggi Langit, Jawabannya Justru Bikin Adem

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Megawati Hangestri Pertiwi. (jemberkab.go.id)
Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) dan Megawati Hangestri Pertiwi. (jemberkab.go.id)

RADAR BANYUWANGI — Sorotan besar sudah menunggu Megawati Hangestri Pertiwi memasuki musim kompetisi baru. Pujian publik mengalir deras, ekspektasi terhadap performanya meninggi, tetapi pevoli asal Jember itu justru memilih tidak menjadikan perhatian tersebut sebagai beban.

Megawati menyadari statusnya sebagai salah satu pemain yang paling diperhatikan membuat setiap penampilannya di lapangan bakal mendapat sorotan. Namun, alih-alih memikirkan tekanan, pemain kelahiran 19 September 1999 itu memilih melihatnya dari sisi yang lebih positif.

Bagi Megawati, penilaian baik dari publik merupakan bentuk dukungan. Dukungan itu tidak hanya ditujukan kepadanya secara pribadi, tetapi juga kepada tim yang dibelanya.

Sikap tersebut menunjukkan bagaimana Megawati berusaha menjaga ketenangan menjelang musim baru, ketika ekspektasi terhadap dirinya semakin tinggi.

Megawati Pilih Bersyukur, Bukan Terbebani

Megawati tidak menampik besarnya perhatian yang diterimanya. Namun, ia tidak ingin mengubah apresiasi tersebut menjadi tekanan sebelum bertanding.

Justru sebaliknya, Megawati memilih mensyukuri pandangan positif yang diberikan publik.

"Alih-alih tekanan, saya hanya bersyukur bahwa orang selalu memandang kami dengan baik. Saya senang," kata Megawati.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang cukup tenang dari pemain yang menjadi salah satu tumpuan serangan timnya.

Alih-alih sibuk memenuhi ekspektasi orang lain, Megawati tampaknya lebih memilih menjaga fokus pada apa yang bisa dilakukan di dalam lapangan.

Ekspektasi Tinggi Mengiringi Megawati

Perhatian terhadap Megawati memang semakin besar. Performa dan kiprahnya di kompetisi sebelumnya membuat namanya tidak lagi hanya dikenal oleh pencinta voli Indonesia.

Ketika memasuki musim baru, setiap pertandingan berpotensi menjadi panggung pembuktian berikutnya.

Situasi itu secara otomatis menciptakan ekspektasi. Publik tentu berharap Megawati kembali menunjukkan kemampuan menyerang dan konsistensi yang selama ini menjadi kekuatannya.

Namun, ekspektasi tinggi tidak selalu harus diterjemahkan sebagai tekanan.

Megawati justru menunjukkan bahwa dukungan publik dapat menjadi energi positif selama tidak membuat dirinya kehilangan fokus.

Tatapan Megawati Tertuju ke Musim Baru

Sikap tenang tersebut menjadi modal penting bagi Megawati dalam menghadapi musim kompetisi yang baru.

Pemain asal Jember itu memilih menjalani persaingan dengan pendekatan yang lebih terukur. Fokusnya bukan pada bagaimana memenuhi semua harapan publik, melainkan bagaimana memberikan kontribusi terbaik untuk tim.

Bagi seorang atlet profesional, cara mengelola ekspektasi sama pentingnya dengan kemampuan teknis di lapangan.

Megawati tampaknya memahami hal tersebut.

Pujian boleh datang. Ekspektasi boleh meninggi. Tetapi ketika pertandingan dimulai, yang menentukan tetap performa di lapangan.

Dengan sikap "bersyukur, bukan tertekan", Megawati kini menatap musim baru dengan kepala dingin. Sorotan yang semakin besar justru ingin dijadikannya sebagai bentuk dukungan untuk terus memberikan yang terbaik bersama tim. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Megawati terbaru Hyundai Hillstate musim baru voli putri Megawati Hangestri