Megawati Tak Boleh Jadi Tumpuan, Pesan Kim Hee-jin Bongkar Ambisi Besar Hillstate

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Kim Da-in dan Kim Hee-jin, rekan setim Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate. (Instagram/hdecvolleyballteam)
Kim Da-in dan Kim Hee-jin, rekan setim Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate. (Instagram/hdecvolleyballteam)

RADAR BANYUWANGI – Kedatangan Megawati Hangestri dan Jordan Wilson membuat Hyundai Hillstate memiliki senjata baru untuk menghadapi Liga Voli Korea 2026/2027. Namun, di balik transfer yang menyita perhatian tersebut, ada pesan penting dari pemain senior Kim Hee-jin: Hillstate tidak boleh menggantungkan nasib kepada satu pemain.

Peringatan itu menjadi gambaran arah baru Hillstate. Klub asal Korea Selatan tersebut tidak sekadar mengumpulkan pemain dengan kemampuan menyerang, tetapi berusaha membangun sistem dengan distribusi bola dan tanggung jawab yang lebih merata.

Megawati diproyeksikan menempati posisi opposite, sedangkan Wilson yang berasal dari Amerika Serikat akan menjalankan peran sebagai outside hitter.

Keduanya direkrut untuk memperkuat lini serang Hillstate bersama Jung Ji-yoon dan Lee Yee-rim. Dengan komposisi tersebut, pelatih Kang Sung-hyung mempunyai lebih banyak pilihan untuk membongkar pertahanan lawan.

Kim Hee-jin: Semua Harus Bisa Menyerang dan Bertahan

Bagi Kim Hee-jin, keberadaan banyak pemain berkualitas tidak akan berarti apabila permainan tetap berpusat pada satu sosok.

“Setiap orang harus menyerang dan setiap orang harus bertahan,” kata Kim Hee-jin seperti dikutip Okezone dari My Daily, 7 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut memperlihatkan filosofi yang sedang dibangun Hillstate.

Megawati memang datang dengan reputasi besar setelah dua musim membela Red Sparks. Produktivitasnya membuat Megatron menjadi salah satu pemain yang paling mendapat sorotan di V-League.

Namun, di Hillstate, Megawati tidak dirancang sebagai satu-satunya sumber poin.

Keberadaan Wilson, Jung Ji-yoon, dan Lee Yee-rim membuat Hillstate memiliki beberapa alternatif untuk mengembangkan serangan. Jika satu jalur buntu, bola dapat dialihkan ke pemain lain.

Skema tersebut juga berpotensi membuat pertahanan lawan lebih sulit membaca arah serangan.

Kim Da-in Jadi Pengatur Permainan

Dalam sistem tersebut, sosok Kim Da-in memiliki peran yang tidak kalah penting.

Sebagai setter, Kim Da-in dituntut mampu membaca situasi dan menentukan kepada siapa bola harus diberikan. Semakin banyak opsi serangan yang siap menerima bola, semakin besar pula variasi yang dapat dimainkan Hillstate.

Kim Hee-jin bahkan secara khusus menyoroti kebutuhan tersebut.

“Untuk memaksimalkan kekuatan Kim Da-in, setidaknya tiga pemain harus siap menyerang,” ujarnya sebagaimana dikutip dari My Daily.

Artinya, Hillstate ingin Kim Da-in memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan. Setter tidak dipaksa terus-menerus mencari Megawati ketika membutuhkan poin.

Situasi itu dapat membuat permainan Hillstate lebih dinamis. Lawan tidak bisa hanya memusatkan blok kepada satu pemain karena ancaman dapat datang dari berbagai arah.

Megawati dan Wilson Punya Tugas Berbeda

Meski sama-sama direkrut untuk memperkuat serangan, Megawati dan Wilson memiliki fungsi berbeda.

Megawati diproyeksikan sebagai opposite. Posisi ini membuatnya menjadi salah satu tumpuan utama penyelesaian serangan.

Sementara Wilson berposisi sebagai outside hitter. Selain menyerang, pemain asal Amerika Serikat tersebut juga dituntut berkontribusi dalam penerimaan bola pertama.

Perbedaan tugas itu memungkinkan keduanya saling melengkapi dalam sistem permainan Hillstate.

Ketika Wilson membantu menjaga kestabilan receive, Megawati dapat lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai penyelesai serangan.

Hillstate juga masih memiliki Jung Ji-yoon dan Lee Yee-rim. Artinya, pelatih Kang Sung-hyung mempunyai beberapa jalur serangan yang bisa digunakan dalam satu pertandingan.

Bukan Sekadar Transfer Megawati

Kedatangan Megawati menjadi salah satu transfer paling menarik menjelang V-League 2026/2027.

Namun, pesan Kim Hee-jin menunjukkan bahwa proyek Hillstate jauh lebih besar daripada sekadar mendatangkan Megatron.

Target klub bukan hanya menciptakan gebrakan pada awal musim, tetapi membangun tim yang mampu bersaing dalam kompetisi panjang.

Jadwal yang padat membuat ketergantungan kepada satu pemain menjadi risiko. Ketika pemain utama mendapat tekanan atau mengalami penurunan performa, tim harus tetap memiliki alternatif.

Karena itu, konsep semua menyerang dan semua bertahan menjadi penting.

Hillstate ingin memiliki banyak sumber ancaman sekaligus fondasi pertahanan yang kuat.

Justru Bisa Membuat Megawati Makin Berbahaya

Jika sistem tersebut berjalan sesuai rencana, Megawati justru berpotensi mendapatkan keuntungan.

Ia tidak harus menjadi pilihan serangan dalam setiap situasi. Kehadiran Wilson, Jung Ji-yoon, dan Lee Yee-rim dapat memaksa lawan membagi konsentrasi.

Saat blok lawan tidak lagi bisa fokus sepenuhnya kepada Megawati, ruang untuk melakukan serangan dapat terbuka lebih lebar.

Di sinilah kemampuan Kim Da-in membaca permainan menjadi sangat menentukan.

Distribusi bola yang tepat bisa membuat Megawati mendapatkan kesempatan menyerang pada momen yang lebih ideal.

Namun, efektivitas kombinasi tersebut tentu baru dapat terlihat setelah Hillstate menjalani pertandingan kompetitif.

Bagi Megawati, tantangan musim 2026/2027 bukan sekadar mempertahankan produktivitas seperti ketika memperkuat Red Sparks.

Ia juga harus beradaptasi dengan sistem yang menuntut kerja kolektif, pembagian peran, dan kemampuan membaca permainan.

Pesan Kim Hee-jin akhirnya membuka gambaran mengenai proyek besar Hillstate: bukan membangun tim yang bergantung pada satu bintang, melainkan menciptakan beberapa sumber ancaman dalam satu sistem permainan.

Jika formula tersebut berhasil menemukan chemistry, Megawati tidak harus menjadi satu-satunya pusat perhatian untuk membuat Hillstate berbahaya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Jordan Wilson V-League 2026 Kim Hee-jin Hyundai Hillstate Megawati Hangestri