14 Perenang Indonesia Tetap Digenjot di Klub, Pelatnas Menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berjalan di Bawah Arahan Pelatih Kepala

M Humam Naufal • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Perenang Indonesia menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sebanyak 14 perenang proyeksi tim nasional kini melanjutkan program latihan di klub masing-masing. (Antara)
Perenang Indonesia menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sebanyak 14 perenang proyeksi tim nasional kini melanjutkan program latihan di klub masing-masing. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Persiapan tim renang Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terus bergulir. Sebanyak 14 perenang yang diproyeksikan memperkuat Merah Putih saat ini menjalani latihan di klub masing-masing. Meski tidak berlangsung secara terpusat, program pelatihan nasional tetap berjalan dalam pengawasan tim pelatih.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Ali Patiwiri, memastikan pola latihan atlet tetap mengacu pada program yang telah disusun pelatih kepala. Skema tersebut dipilih karena sebagian besar nomor renang merupakan nomor individu, sehingga latihan di klub dinilai masih efektif untuk menjaga performa atlet.

Ali menyebut pelatnas renang sebenarnya telah dimulai sejak Maret. Namun, latihan secara sentralisasi hanya berlangsung hingga April. Setelah itu, para perenang kembali ke klub masing-masing untuk melanjutkan program yang diberikan tim pelatih nasional.

“Program dari pelatih kepala tetap dilaksanakan,” kata Ali kepada Antara, Rabu (12/8). Menurut dia, pola tersebut memang memiliki konsekuensi terhadap kebersamaan tim. Meski demikian, dari sisi kebutuhan latihan individu, skema itu masih dianggap sesuai untuk persiapan menuju Asian Games.

Dari sisi kesiapan, PB Akuatik Indonesia menyiapkan 14 perenang yang terdiri atas sembilan putra dan lima putri. Sejumlah nama berpengalaman masuk dalam proyeksi skuad, di antaranya I Gede Siman Sudartawa, Masniari Wolf, Farrel Armandio Tangkas, Joe Aditya Wijaya Kurniawan, serta Flairene Candrea Wonomiharjo. Mereka akan berdampingan dengan sejumlah atlet muda.

Kembalinya Siman menjadi salah satu cerita menarik dalam persiapan tersebut. Perenang senior asal Bali itu sebelumnya sempat memberi sinyal untuk mengakhiri karier setelah SEA Games 2025. Namun, performanya dalam latihan dinilai masih menjanjikan sehingga kembali diberi kesempatan membela Indonesia di Asian Games 2026.

Selain menjaga kualitas latihan, Akuatik Indonesia juga menekankan pencapaian performa personal. Federasi tidak memasang target medali secara khusus kepada para perenang. Atlet justru didorong untuk memberikan penampilan terbaik dan, sebisa mungkin, memperbaiki atau memecahkan rekor nasional.

Bagi tim renang Indonesia, waktu menuju pertandingan kian menipis. Karena itu, konsistensi latihan di klub menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi fisik, teknik, serta catatan waktu masing-masing atlet. Evaluasi performa juga akan menjadi dasar untuk menentukan strategi ketika tim kembali berkumpul sebelum bertolak ke Jepang.

Rencana pengumpulan kembali para perenang di Jakarta menjelang keberangkatan menjadi tahap berikutnya dalam persiapan. Sebelumnya, para atlet sempat berkumpul di Jakarta dan menjalani latihan bersama. Dari pemantauan tersebut, perkembangan tim disebut cukup positif.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan digelar di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Khusus cabang renang, pertandingan dijadwalkan berlangsung 20–25 September di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Asian Games 2026 Renang Indonesia PB Akuatik Indonesia Pelatnas Renang Aichi-Nagoya 2026