RADAR BANYUWANGI - Kehilangan poros sekaligus legenda tim membuat Hyundai Hillstate harus menyusun ulang kekuatan. Megawati Hangestri Pertiwi dari Indonesia kini diproyeksikan menjadi salah satu tumpuan utama serangan untuk membawa Hillstate kembali bersaing di papan atas Liga Voli Korea.
Hyundai Hillstate merekrut Megawati bersama pemain Amerika Serikat Jordan Wilson sebagai bagian dari upaya membentuk kembali trisula andalan tim. Keduanya dipadukan dengan setter Kang Da-in yang memiliki ambisi besar untuk terus berkembang.
Strategi tersebut disiapkan setelah Hillstate kehilangan Yang Hyo-jin yang sebelumnya menjadi salah satu poros penting permainan, baik dalam serangan maupun pertahanan.
Pelatih Hyundai Hillstate menyadari perubahan komposisi tersebut membuat pekerjaan rumah tim semakin besar. Namun, dia percaya kombinasi Megawati, Wilson, dan Da-in bisa menjadi fondasi baru untuk membangun kekuatan Hillstate.
Da-in Jadi Bagian Penting Puzzle Hillstate
Selain mendatangkan pemain baru, Hyundai Hillstate harus memastikan Da-in tetap bertahan. Setter tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi sempat memiliki keinginan pindah setelah pelatih khusus setter meninggalkan tim.
Pelatih Hillstate kemudian berusaha meyakinkan Da-in untuk tetap berada di dalam tim dengan menawarkan sistem pembinaan baru.
"Saya mengatakan kepadanya bahwa kami juga akan membuat sistem terkait aspek itu," kenang sang pelatih ketika menceritakan proses meyakinkan Da-in.
Keputusan mempertahankan Da-in menjadi penting karena posisi setter merupakan pengatur utama distribusi serangan. Kehadiran pemain dengan kemampuan membaca permainan dinilai menjadi kunci untuk memaksimalkan kekuatan Megawati dan Wilson.
Megawati Diproyeksikan Jadi Mesin Serangan
Perubahan terbesar terjadi di sektor serangan tengah. Setelah Yang Hyo-jin pensiun, Hyundai Hillstate kehilangan salah satu sumber serangan quicker yang selama ini menjadi ciri penting permainan tim.
Pelatih pun mengakui porsi serangan tengah mengalami penurunan.
"Dengan pensiunnya Hyo-jin, porsi serangan tengah (quicker) berkurang," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Hillstate membutuhkan pemain yang mampu mengambil porsi serangan lebih besar. Megawati dinilai memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
"Itulah mengapa kita merekrut Megawati. Dia akan mendapatkan banyak porsi serangan sebagai tumpuan tim," tegas sang pelatih.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Megawati bukan sekadar tambahan dalam skuad. Pevoli Indonesia itu diproyeksikan menjadi salah satu pusat permainan Hyundai Hillstate pada musim mendatang.
Jordan Wilson Punya Senjata Pipe Attack
Sementara itu, Jordan Wilson disiapkan untuk memberikan variasi serangan dari lini belakang.
Pelatih Hillstate menyoroti kemampuan Wilson dalam melakukan pipe attack, serangan dari lini belakang yang dapat menjadi senjata penting ketika blok lawan mulai terkonsentrasi menghadapi serangan depan.
"Saya menemukan sosok yang tepat dalam sistem permainan tim kami," kata sang pelatih.
Kehadiran Wilson membuat pola serangan Hillstate diharapkan tidak mudah ditebak. Ketika lawan memberikan perhatian lebih kepada Megawati, serangan dari belakang melalui Wilson dapat menjadi alternatif.
Trisula Baru Mengejar Dominasi Hillstate
Kombinasi Megawati, Wilson, dan Da-in akhirnya menjadi kepingan utama puzzle baru Hyundai Hillstate.
Megawati diproyeksikan sebagai tumpuan serangan, Wilson menghadirkan ancaman lewat pipe attack, sedangkan Da-in bertugas mengatur distribusi bola dan menjaga ritme permainan.
Formula tersebut menjadi bagian dari strategi Hillstate untuk membangun kembali kekuatan setelah kehilangan Yang Hyo-jin.
Hyundai Hillstate sebelumnya memiliki fondasi kuat yang mengantarkan mereka menjadi juara Liga Voli Korea 2023/2024. Kini, tantangannya adalah membangun ulang identitas permainan dengan komposisi berbeda.
Megawati menjadi salah satu nama paling penting dalam proyek tersebut. Beban besar memang menanti pevoli Indonesia itu, tetapi kepercayaan pelatih menunjukkan bahwa perannya di Hillstate bukan sebagai pelengkap.
Jika kombinasi ketiganya berjalan sesuai rencana, Hyundai Hillstate memiliki senjata baru untuk kembali memburu gelar Liga Voli Korea. (*)
Editor : Ali Sodiqin