Setelah Megatron, Megawati Hangestri Dapat Julukan Kim Yeon-koung Indonesia, Ini Alasannya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Kim Yeon-koung dan Megawati. Megawati Hangestri pernah disebut Kim Yeon-koung Indonesia. Kini, bersama Hyundai Hillstate, ia ditantang membuktikan kualitasnya di V-League. (Foto: Wikipedia & Pemkab Jember/Diolah ChatGPT)
Kim Yeon-koung dan Megawati. Megawati Hangestri pernah disebut Kim Yeon-koung Indonesia. Kini, bersama Hyundai Hillstate, ia ditantang membuktikan kualitasnya di V-League. (Foto: Wikipedia & Pemkab Jember/Diolah ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI – Julukan Megatron bukan satu-satunya label yang melekat pada Megawati Hangestri Pertiwi. Bintang voli asal Jember, Jawa Timur, itu juga pernah mendapat sebutan yang jauh lebih berat: “Kim Yeon-koung Indonesia”.

Julukan tersebut bukan muncul tanpa alasan. Publik voli Korea melihat sejumlah karakter permainan Megawati yang mengingatkan pada sosok Kim Yeon-koung, legenda voli Korea Selatan yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik generasinya.

Kini, setelah Kim Yeon-koung pensiun pada 2025, Megawati memasuki babak baru kariernya bersama Hyundai E&C Hillstate untuk menghadapi Liga Voli Korea 2026/2027.

Pertanyaannya, apakah Megawati mampu membuktikan bahwa dirinya memang layak menyandang julukan tersebut?

Bukan Cuma Soal Spike Keras

Kim Yeon-koung dikenal sebagai pemain komplet. Mantan outside hitter timnas Korea Selatan itu tidak hanya memiliki kemampuan menyerang, tetapi juga kuat dalam receive dan memiliki pengaruh besar terhadap permainan tim.

Kariernya bahkan melampaui kompetisi domestik. Kim pernah bermain di Jepang dan Turki serta tampil di panggung internasional bersama Korea Selatan.

Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada Olimpiade London 2012. Saat itu, Kim membantu Korea Selatan meraih medali perunggu.

Karena rekam jejak tersebut, membandingkan seorang pemain dengan Kim Yeon-koung jelas bukan perkara sederhana.

Namun, Megawati memiliki alasan tersendiri mengapa namanya mulai dikaitkan dengan sang legenda.

Selama dua musim memperkuat Red Sparks, Megawati berkembang menjadi salah satu mesin poin penting di V-League.

Spike keras, kemampuan menghasilkan angka secara konsisten, serta keberaniannya menghadapi blok lawan membuat Megawati menjadi pemain yang mendapat perhatian besar dari publik Korea.

Bahkan, Kim Yeon-koung sendiri pernah mengakui ketajaman permainan Megawati.

Pernah Saling Berhadapan di Final

Menariknya, perbandingan tersebut juga muncul dari pengalaman keduanya di lapangan.

Megawati dan Red Sparks beberapa kali berhadapan dengan Kim Yeon-koung yang saat itu masih memperkuat Heungkuk Life Pink Spiders.

Salah satu duel paling menarik terjadi pada final Korea V-League 2024/2025.

Red Sparks harus menghadapi Pink Spiders dalam pertandingan ketat yang berlangsung hingga lima set. Pada akhirnya, Kim Yeon-koung bersama Pink Spiders keluar sebagai pemenang.

Pertandingan tersebut sekaligus menjadi salah satu panggung terakhir Kim Yeon-koung sebelum akhirnya memutuskan pensiun.

Bagi Megawati, duel melawan legenda seperti Kim tentu menjadi pengalaman penting dalam proses membangun reputasinya di Korea.

Kim Pensiun, Megawati Memulai Babak Baru

Setelah pensiun sebagai pemain, Kim Yeon-koung tetap aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan voli dan partisipasi perempuan dalam olahraga.

Salah satunya melalui Women Volleyball Top Club Super Match 2026 di Pulau Jeju pada 1–2 Agustus 2026.

Di sisi lain, Megawati justru sedang memasuki fase baru.

Setelah meninggalkan Red Sparks, pemain yang memiliki julukan Megatron tersebut bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate untuk menjalani musim 2026/2027.

Kepindahan itu membuat ekspektasi terhadap Megawati kembali meningkat.

Ia tidak lagi hanya dituntut mempertahankan reputasi yang dibangun selama dua musim di Red Sparks. Megawati juga harus membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi senjata utama klub barunya.

Tantangan Membuktikan Julukan

Hyundai Hillstate memiliki ambisi besar pada musim mendatang. Kehadiran Megawati diharapkan mampu memperkuat lini serang sekaligus meningkatkan daya saing tim dalam perebutan gelar V-League.

Peluang pertama untuk menunjukkan kemampuannya terbuka melalui KOVO Cup 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir 11 Oktober.

Jika mampu tampil konsisten dan menjadi mesin poin bagi Hillstate, label “Kim Yeon-koung Indonesia” kemungkinan semakin kuat melekat.

Namun, ada satu hal yang jauh lebih penting.

Megawati tidak perlu menjadi Kim Yeon-koung kedua.

Ia justru memiliki kesempatan untuk membangun identitasnya sendiri.

Dua musim bersama Red Sparks telah membuat namanya dikenal luas di Korea. Kini, bersama Hyundai Hillstate, Megawati memiliki panggung baru untuk membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain yang dibandingkan dengan legenda.

Megatron kini punya kesempatan membangun warisannya sendiri di Liga Voli Korea. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Kim Yeon-koung V-League 2026 Hyundai Hillstate Liga Voli Korea Megawati Hangestri