Terungkap Sifat yang Membuat Lewis Hamilton dan Max Verstappen Mirip, Keduanya Tak Pernah Puas dengan Performa Mobil

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Lewis Hamilton dan Max Verstappen menjadi dua pembalap Formula 1 yang dikenal memiliki standar tinggi terhadap performa mobil dan pengembangan teknis tim. (F1)
Lewis Hamilton dan Max Verstappen menjadi dua pembalap Formula 1 yang dikenal memiliki standar tinggi terhadap performa mobil dan pengembangan teknis tim. (F1)

RADAR BANYUWANGI – Lewis Hamilton dan Max Verstappen memang dikenal sebagai dua pembalap Formula 1 (F1) dengan karakter berbeda.

Namun, di balik rivalitas panjang keduanya, terdapat satu kesamaan mendasar yang justru menjadi salah satu kekuatan mereka, sama-sama memiliki tuntutan tinggi terhadap performa mobil.

Hamilton maupun Verstappen bukan tipe pembalap yang mudah menerima hasil sekadar “cukup”.

Ketika berada di balik kemudi, keduanya dikenal terus mencari celah untuk meningkatkan kecepatan.

Masukan kepada tim teknis pun tidak berhenti pada persoalan besar, tetapi dapat merambah detail data kendaraan yang terlihat kecil.

Kesamaan karakter tersebut diungkap seorang analis teknis senior dalam sesi diskusi media di Silverstone, Inggris, Kamis (6/8).

Menurut dia, pembalap papan atas memiliki dorongan kompetitif yang sangat kuat dan terus berupaya menyempurnakan performa mobil.

"Pebalap tingkat atas seperti Lewis dan Max memiliki satu sifat utama yang identik: ketidaksukaan yang mendalam terhadap kekalahan dan obsesi tanpa henti pada penyempurnaan data," ungkap analis tersebut.

Menurutnya, standar tinggi itu membuat pembalap seperti Hamilton dan Verstappen tidak cepat puas terhadap performa yang sudah dicapai.

Mereka terus mendorong tim engineering untuk mencari potensi tambahan dari mobil.

"Mereka tidak pernah puas dengan performa standar dan selalu mendorong tim engineering hingga batas maksimal," lanjutnya.

Bagi tim Formula 1, tuntutan seperti itu bukan sekadar persoalan komunikasi antara pembalap dan teknisi.

Feedback dari pembalap menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengembangan mobil.

Setiap sesi latihan dan balapan menghasilkan data yang kemudian dianalisis tim.

Data telemetri membantu engineer memahami perilaku mobil di lintasan, termasuk bagaimana kendaraan merespons berbagai kondisi dan bagaimana performanya dapat dioptimalkan.

Di level persaingan tertinggi F1, selisih performa yang sangat kecil pun dapat menentukan posisi seorang pembalap.

Karena itu, pembalap dengan standar evaluasi tinggi dapat memberikan tekanan sekaligus masukan penting bagi departemen engineering.

Hamilton dan Verstappen memiliki pengalaman panjang sebagai juara dunia.

Keduanya juga terbiasa berada dalam lingkungan tim yang menuntut pengembangan mobil secara konstan.

Tidak mengherankan jika keduanya memiliki ekspektasi tinggi terhadap orang-orang yang bekerja di belakang layar.

Karakter pembalap tersebut juga berkaitan dengan bagaimana tim-tim besar membangun kekuatan teknis mereka.

Persaingan tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga dalam perekrutan insinyur, pengembangan teknologi, pengolahan data, hingga strategi teknis.

Red Bull Racing menjadi salah satu tim yang melakukan pergerakan personel untuk memperkuat sektor teknis.

Tim tersebut disebut mendatangkan personel kunci dari Aston Martin.

Langkah itu menunjukkan betapa pentingnya sumber daya manusia dalam mempertahankan daya saing di papan atas F1.

Pada akhirnya, rivalitas Hamilton dan Verstappen bukan hanya pertarungan dua pembalap dengan gaya mengemudi berbeda.

Keduanya juga memiliki pola pikir yang serupa ketika berbicara mengenai performa.

Mobil yang sudah cepat belum tentu dianggap cukup.

Bagi pembalap dengan standar seperti Hamilton dan Verstappen, selalu ada data yang dapat dianalisis, pengaturan yang bisa disempurnakan, dan waktu lap yang masih dapat dipangkas.

Itulah karakter yang membuat persaingan di Formula 1 terus berkembang.

Di depan kamera, Hamilton dan Verstappen beradu kecepatan di lintasan.

Di belakang mereka, para engineer bekerja mengejar detail yang mungkin hanya menghasilkan perbedaan sepersekian detik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
max verstappen formula 1 lewis hamilton f1