Mercedes Kehilangan Puluhan Poin di F1 2026, Reliabilitas W17 Jadi Sorotan

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Mercedes kehilangan puluhan poin pada paruh pertama F1 2026 akibat masalah reliabilitas W17. (Instagram/mercedesamgf1)
Mercedes kehilangan puluhan poin pada paruh pertama F1 2026 akibat masalah reliabilitas W17. (Instagram/mercedesamgf1)

RADAR BANYUWANGI – Mercedes memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di barisan depan Formula 1 2026.

Namun, performa tersebut belum mampu dikonversi menjadi hasil maksimal.

Masalah reliabilitas justru membuat tim asal Jerman itu kehilangan puluhan poin penting pada paruh pertama musim.

Perubahan regulasi mesin yang mulai diterapkan pada 2026 menjadi salah satu tantangan besar bagi seluruh tim.

Mercedes pun harus beradaptasi dengan pengelolaan unit daya generasi baru, termasuk menjaga temperatur dan memastikan distribusi energi listrik berjalan stabil sepanjang balapan.

Dalam kasus Mercedes, persoalan tersebut beberapa kali berkembang menjadi masalah serius.

Gangguan mekanis dan kelistrikan membuat mobil mengalami kegagalan finis atau DNF.

Akibatnya, poin yang seharusnya bisa dikumpulkan dari balapan-balapan tersebut ikut menguap.

Kondisi itu menjadi pukulan bagi Mercedes di tengah ketatnya persaingan konstruktor.

Setiap poin memiliki nilai penting ketika mereka harus mengejar Red Bull Racing dan Ferrari yang juga memburu posisi teratas.

Persoalan Mercedes bukan semata-mata soal kecepatan mobil.

W17 dinilai memiliki pace yang cukup untuk bersaing memperebutkan kemenangan, tetapi kemampuan tersebut kehilangan arti ketika mobil tidak mampu menyelesaikan balapan secara konsisten.

Pengelolaan suhu unit daya menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian.

Temperatur yang tidak terkendali dapat memengaruhi kinerja dan daya tahan komponen.

Di sisi lain, penyaluran tenaga listrik yang belum sepenuhnya stabil juga menjadi sumber persoalan.

Rangkaian masalah itu membuat Mercedes harus membayar mahal.

Selain kehilangan kesempatan meraih poin, DNF juga mengganggu momentum yang dibutuhkan tim dalam perburuan gelar konstruktor.

Bos Tim Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka mengakui persoalan tersebut.

Dalam wawancara di markas Mercedes di Brackley, Inggris, Senin (3/8), Wolff menilai tingkat keandalan mobil sepanjang paruh pertama musim belum memenuhi standar yang diharapkan.

“Kecepatan dasar mobil W17 ada untuk bersaing merebut kemenangan, namun reliabilitas kami di paruh pertama 2026 tidak berada di standar yang seharusnya. Kehilangan puluhan poin murni karena kendala teknis sangat menyakitkan bagi tim,” tegas Wolff.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mercedes tidak menganggap persoalan reliabilitas sebagai masalah kecil.

Tim teknis kini dituntut memastikan performa W17 tidak hanya cepat dalam satu putaran, tetapi juga mampu bertahan hingga bendera finis.

Memasuki paruh kedua musim, pembenahan daya tahan komponen menjadi prioritas Mercedes.

Tim harus mencari solusi terhadap persoalan temperatur dan sistem kelistrikan tanpa mengorbankan kecepatan dasar mobil.

Tantangannya tidak ringan.

Mercedes harus melakukan perbaikan sembari tetap mempertahankan daya saing di lintasan.

Kesalahan teknis sekecil apa pun berpotensi kembali menghilangkan poin penting dalam persaingan dengan Red Bull Racing dan Ferrari.

Namun, modal kecepatan W17 memberikan alasan bagi Mercedes untuk tetap optimistis.

Jika persoalan reliabilitas dapat ditekan, kemampuan mobil untuk bersaing di barisan depan berpeluang kembali menghasilkan kemenangan dan tambahan poin secara konsisten.

Paruh kedua F1 2026 akhirnya bukan sekadar kesempatan bagi Mercedes untuk mengejar ketertinggalan.

Fase ini juga menjadi ujian bagi kemampuan tim menerjemahkan kecepatan W17 menjadi hasil balapan yang lebih solid.

Editor : Lugas Rumpakaadi
f1