RADAR BANYUWANGI - Siapa sangka Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah terlibat dalam upaya membawa Formula 1 ke kawasan New York.
Fakta yang selama ini jarang diketahui publik itu baru diungkap penasihat eksekutif tim Alpine Formula 1, Flavio Briatore, yang menceritakan bagaimana dirinya bersama Trump dan mantan CEO Formula 1 Bernie Ecclestone pernah menyusun rencana menggelar Grand Prix New Jersey.
Pengakuan Flavio Briatore menjadi perhatian karena Formula 1 saat ini tengah menikmati popularitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat.
Padahal, ketika proyek tersebut dirancang, olahraga balap paling bergengsi di dunia itu masih kalah pamor dibanding NASCAR dan IndyCar di Negeri Paman Sam.
Dalam wawancara serial podcast The Race Business's yang direkam di London, Inggris, dan dirilis pada Minggu, 2 Agustus 2026, Flavio Briatore mengungkap bahwa ide menghadirkan Formula 1 ke kawasan New York muncul setelah Grand Prix Indianapolis dihentikan pada 2007.
Menurut Briatore, hubungan baiknya dengan Donald Trump menjadi awal dari pembahasan proyek tersebut.
Saat itu, Trump dikenal sebagai promotor berbagai ajang olahraga dan hiburan berskala besar.
Briatore kemudian mendatangi kantor Trump di New York.
Dari lokasi itu, mereka melakukan panggilan video dengan Bernie Ecclestone untuk membahas peluang menghadirkan balapan Formula 1 di kawasan New York.
"Donald memang tidak terlalu paham tentang Formula 1, tetapi dia adalah seorang promotor yang hebat. Pada saat itu, dia mempromosikan olahraga tinju, semua acara di Las Vegas, dan sebagainya," ujar Flavio Briatore.
Dalam diskusi tersebut, Donald Trump menilai menggelar Formula 1 di Kota New York bukan perkara mudah.
Berbagai kendala, mulai dari regulasi hingga aspek teknis, membuat proyek itu dinilai sulit diwujudkan.
Sebagai alternatif, Trump mengusulkan kawasan New Jersey yang berada tepat di seberang Sungai Hudson.
"Saya membuat Donald berbicara langsung dengan Bernie. Saya sedang berada di kantor Donald, lalu kami menyambungkan panggilan video dengan Bernie untuk mencari tahu lokasi terbaik di New York untuk menggelar balapan. Donald memberi tahu kami bahwa New York sangat sulit karena sejuta alasan, tetapi New Jersey adalah lokasi yang tepat. Jadi Bernie mulai bernegosiasi dengan dua atau tiga pihak di Jersey," lanjut Briatore.
Usulan tersebut kemudian berkembang menjadi rencana pembangunan sirkuit jalanan di kawasan Weehawken dan West New York, New Jersey.
Lintasan itu dirancang membentang di tepi Sungai Hudson dengan panorama gedung pencakar langit Manhattan sebagai latar utama, sehingga digadang-gadang menjadi salah satu balapan paling ikonik dalam kalender Formula 1.
Meski sempat memasuki tahap negosiasi, proyek Grand Prix Formula 1 New Jersey akhirnya tidak pernah terwujud.
Menurut Flavio Briatore, hambatan terbesar berasal dari persoalan finansial yang dihadapi promotor lokal.
Kondisi tersebut membuat seluruh rencana penyelenggaraan balapan harus dihentikan sebelum benar-benar terealisasi.
Selain faktor pendanaan, kondisi pasar Amerika Serikat saat itu juga belum mendukung.
Popularitas Formula 1 masih jauh di bawah NASCAR dan IndyCar sehingga minat terhadap balapan jet darat tersebut belum sebesar sekarang.
Situasi berubah drastis setelah Liberty Media mengambil alih kepemilikan Formula 1 pada 2017.
Sejak saat itu, olahraga tersebut berkembang pesat di Amerika Serikat melalui strategi pemasaran yang agresif, perluasan basis penggemar, serta meningkatnya eksposur digital.
Kini Formula 1 rutin menggelar tiga Grand Prix di Amerika Serikat, yakni di Austin, Miami, dan Las Vegas.
Ketiga seri tersebut selalu menarik ratusan ribu penonton sepanjang akhir pekan balapan dan menjadi bukti pesatnya pertumbuhan Formula 1 di pasar Amerika.
Pengakuan Flavio Briatore menunjukkan bahwa ambisi menghadirkan lebih banyak balapan Formula 1 di Amerika sebenarnya telah muncul jauh sebelum era Liberty Media.
Editor : Lugas Rumpakaadi