RADAR BANYUWANGI - Mobil balap listrik kini semakin mendekati batas performa mobil balap konvensional. Formula E resmi memperkenalkan GEN4, generasi terbaru mobil balap listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 600 kW atau sekitar 815 horsepower (hp) dan berakselerasi dari 0–100 kilometer per jam dalam sekitar 1,8 detik. Mobil ini akan mulai digunakan pada musim 2026/2027 dan menjadi mobil Formula E paling bertenaga sepanjang sejarah.
Peluncuran GEN4 menandai babak baru dunia motorsport. Balapan tidak lagi hanya menjadi ajang adu cepat, tetapi juga laboratorium pengembangan teknologi kendaraan listrik yang kelak dapat diterapkan pada mobil produksi massal.
Formula E GEN4 membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Mobil ini dibekali tenaga maksimum 600 kW saat Attack Mode diaktifkan, meningkat dari generasi sebelumnya yang memiliki output lebih rendah.
Selain peningkatan tenaga, Formula E kini menggunakan sistem all-wheel drive (AWD) permanen sepanjang balapan. Penggerak empat roda tersebut memberikan traksi lebih optimal saat akselerasi, menikung, maupun keluar dari tikungan sehingga performa mobil menjadi lebih stabil di berbagai kondisi lintasan.
Dalam pengumuman resmi kalender musim 2026/2027 yang dirilis pada 23 Juni 2026, Formula E menegaskan peningkatan performa mobil generasi terbaru tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa GEN4 menghadirkan tenaga 600 kW dengan sistem penggerak empat roda aktif di seluruh fase balapan, sebuah lompatan teknologi dibanding generasi sebelumnya.
Tidak hanya lebih bertenaga, GEN4 juga dibekali kemampuan regenerative braking yang lebih besar. Sistem ini mengubah energi yang dihasilkan saat pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi kembali baterai sehingga efisiensi penggunaan daya meningkat selama balapan.
Berkat kombinasi tenaga besar, sistem AWD, serta pengembangan perangkat lunak dan manajemen baterai, mobil ini mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam sekitar 1,8 detik. Catatan tersebut menjadikannya sebagai salah satu mobil balap listrik dengan akselerasi tercepat di dunia.
Perubahan pada mobil generasi terbaru tidak hanya terletak pada tenaga, tetapi juga pada teknologi yang digunakan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Formula E tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga efisiensi energi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Inovasi yang dikembangkan melalui Formula E tidak berhenti di lintasan balap. Teknologi seperti sistem pengereman regeneratif, penggerak empat roda elektrik, hingga manajemen baterai kini mulai diterapkan pada kendaraan listrik produksi massal.
Laporan Reuters yang diterbitkan pada 5 Agustus 2026 menyebutkan bahwa sejumlah produsen kendaraan listrik telah memanfaatkan teknologi hasil pengembangan Formula E untuk meningkatkan efisiensi, performa, dan daya tahan baterai kendaraan mereka.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ajang balap kini berfungsi sebagai laboratorium riset otomotif. Teknologi yang diuji dalam kondisi ekstrem di sirkuit dapat diadaptasi menjadi fitur yang meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi kendaraan yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Selain mengedepankan performa, Formula E tetap mempertahankan komitmennya terhadap keberlanjutan.
Sebagian material pada GEN4 dibuat menggunakan bahan daur ulang dan dirancang agar dapat didaur ulang kembali setelah masa pakainya berakhir. Pendekatan tersebut bertujuan mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung ekonomi sirkular dalam industri motorsport.
Langkah ini mempertegas bahwa inovasi teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan performa balap.
Hadirnya Formula E GEN4 menjadi tonggak penting dalam perkembangan balap mobil modern. Performa yang semakin tinggi dipadukan dengan efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta inovasi sistem kelistrikan menunjukkan bahwa masa depan motorsport tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan.
Lebih dari itu, Formula E membuktikan bahwa lintasan balap merupakan pusat lahirnya teknologi otomotif masa depan. Inovasi yang diuji di sirkuit hari ini berpotensi menjadi teknologi standar pada kendaraan listrik yang digunakan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi