RADAR BANYUWANGI - Formula 1 memastikan seri pengganti GP Bahrain di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akan digelar pada sore hari dengan format reguler. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Sepang menggelar balapan malam seperti GP Singapura. Penyelenggara menegaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, efisiensi logistik, dan kebutuhan penyiaran global.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Sepang kembali masuk kalender Formula 1 sebagai pengganti GP Bahrain. Selain menentukan jadwal balapan, kepastian format lomba juga menjadi acuan seluruh tim dalam menyusun strategi teknis, mulai dari pengaturan kendaraan hingga persiapan fisik para pembalap.
Berdasarkan laporan Crash.net yang meliput konferensi pers dan sesi wawancara media di Kuala Lumpur, Minggu (2/8/2026), penyelenggara menyebut format balapan sore merupakan pilihan paling realistis setelah melalui evaluasi bersama Formula 1.
"Kami telah melakukan evaluasi menyeluruh bersama pihak Formula 1. Balapan di Sepang akan digelar pada sore hari sesuai format reguler. Menyelenggarakan balapan malam memerlukan infrastruktur pencahayaan khusus yang masif dan waktu persiapan yang sangat ketat, sehingga format siang hingga sore hari adalah opsi paling ideal dan realistis," ujar perwakilan panitia penyelenggara.
Menurut panitia, penyelenggaraan balapan malam membutuhkan sistem pencahayaan permanen berstandar internasional yang memerlukan investasi besar serta waktu pemasangan yang tidak singkat. Dengan waktu persiapan yang terbatas sejak penunjukan Sepang sebagai pengganti GP Bahrain, format sore dinilai paling memungkinkan untuk diterapkan.
Selain faktor teknis, penyelenggara juga mempertimbangkan kepentingan siaran televisi internasional. Jadwal sore hari dinilai tetap mampu menjangkau penonton di Asia maupun Eropa tanpa mengurangi kualitas tayangan.
"Jadwal ini juga tetap memberikan penayangan yang sangat baik untuk pasar Eropa dan Asia, sekaligus memastikan aspek keselamatan pembalap terpenuhi secara maksimal di lintasan," tambahnya.
Keputusan tersebut sekaligus memastikan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Kondisi lintasan yang memiliki visibilitas optimal pada sore hari dinilai lebih mendukung kelancaran balapan dibanding memaksakan penyelenggaraan malam dengan infrastruktur yang belum sepenuhnya siap.
Dengan kepastian jadwal tersebut, perhatian seluruh tim kini beralih ke karakteristik Sirkuit Internasional Sepang yang dikenal menuntut performa maksimal mobil maupun pembalap.
Sepang memiliki kombinasi lintasan lurus berkecepatan tinggi dan tikungan cepat yang menguras kondisi ban. Di sisi lain, suhu udara yang tinggi dengan tingkat kelembapan khas Malaysia membuat pembalap harus menghadapi tekanan fisik lebih besar dibanding sejumlah seri lainnya.
Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi strategi setiap tim, terutama dalam menentukan pengelolaan ban, pendinginan mesin, hingga pengaturan aerodinamika mobil agar tetap kompetitif sepanjang balapan.
Selain itu, cuaca tropis Malaysia yang dapat berubah secara cepat juga berpotensi menjadi faktor penentu hasil balapan. Hujan deras yang kerap turun pada sore hari membuat tim harus menyiapkan berbagai skenario strategi, termasuk pergantian ban dan penyesuaian setelan mobil selama akhir pekan balapan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Crash.net