RADAR BANYUWANGI - BMW M Team WRT mencatat sejarah baru pada putaran ketiga FIA World Endurance Championship (FIA WEC) 2026 setelah meraih kemenangan pada balapan 6 Hours of Spa-Francorchamps, Belgia. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama BMW sejak era Hypercar diperkenalkan sekaligus mengakhiri penantian selama 27 tahun untuk kembali berdiri di podium tertinggi ajang balap ketahanan dunia tersebut.
Keberhasilan itu sekaligus membuat persaingan perebutan gelar juara dunia FIA WEC 2026 semakin terbuka menjelang balapan paling prestisius musim ini, yakni 24 Hours of Le Mans di Prancis.
Sejak lampu start menyala, persaingan berlangsung ketat. Sejumlah pabrikan besar seperti BMW, Ferrari, Toyota Gazoo Racing, Porsche Penske Motorsport, Cadillac Hertz Team JOTA, Alpine, hingga Peugeot saling beradu strategi dan kecepatan. Perbedaan pilihan ban, pengelolaan konsumsi bahan bakar, hingga waktu pit stop menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi sepanjang enam jam perlombaan.
BMW M Team WRT tampil paling konsisten sepanjang balapan. Performa BMW M Hybrid V8 yang stabil dipadukan dengan strategi pit stop yang efektif membuat tim asal Jerman tersebut mampu mengendalikan jalannya perlombaan hingga garis finis. BMW bahkan mengamankan hasil finis satu-dua, sedangkan Ferrari AF Corse melalui mobil nomor 50 menutup balapan di posisi ketiga setelah mampu mempertahankan tempatnya dari tekanan para rival pada putaran-putaran terakhir.
Kemenangan di Spa menjadi pencapaian penting bagi BMW yang dalam beberapa musim terakhir terus melakukan pengembangan mobil Hypercar. Berbagai penyempurnaan dilakukan agar mampu bersaing dengan Ferrari dan Toyota yang sebelumnya lebih dominan di kelas tertinggi FIA WEC.
Selain mengandalkan mesin hybrid berperforma tinggi, BMW juga meningkatkan aspek aerodinamika, distribusi bobot kendaraan, serta sistem pendinginan agar mobil tetap kompetitif selama balapan ketahanan berdurasi panjang. Pengembangan tersebut terbukti mampu menghasilkan kombinasi kecepatan dan efisiensi yang menjadi kunci kemenangan di Spa-Francorchamps.
Meski gagal meraih kemenangan, Ferrari tetap menunjukkan konsistensi. Tambahan poin dari podium ketiga menjaga peluang tim asal Italia tersebut dalam persaingan gelar juara dunia konstruktor maupun pembalap musim 2026. Sementara itu, Toyota dan Porsche diperkirakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan performa kendaraan sebelum seri berikutnya.
Balapan di Spa juga memiliki arti penting sebagai simulasi menuju 24 Hours of Le Mans. Seluruh tim memanfaatkan enam jam perlombaan untuk mengumpulkan data mengenai konsumsi bahan bakar, ketahanan ban, performa sistem hybrid, hingga strategi pergantian pembalap. Evaluasi tersebut menjadi bekal penting karena Le Mans dikenal sebagai balapan ketahanan paling bergengsi dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan seri lainnya.
FIA WEC sendiri tidak hanya menjadi arena persaingan para pabrikan, tetapi juga laboratorium pengembangan teknologi otomotif. Beragam inovasi seperti sistem pengereman regeneratif, penggunaan material serat karbon, telemetri real-time, hingga pengembangan aerodinamika menjadi bagian dari riset yang kelak dapat diterapkan pada kendaraan produksi massal.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa balap ketahanan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi industri otomotif.
"Balap ketahanan terus menjadi platform penting untuk inovasi, keselamatan, dan pengembangan teknologi di industri otomotif," ujar Mohammed Ben Sulayem dalam pernyataannya pada 28 Februari 2026.
Editor : Lugas Rumpakaadi