Sempat Terpuruk di Seri Eropa, Andrea Kimi Antonelli Ceritakan Perjuangan Mental yang Mengubah Kariernya di F1

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Andrea Kimi Antonelli mengungkap tekanan mental yang dialaminya pada musim debut Formula 1 2025 bersama Mercedes. (Instagram/kimi.antonelli)
Andrea Kimi Antonelli mengungkap tekanan mental yang dialaminya pada musim debut Formula 1 2025 bersama Mercedes. (Instagram/kimi.antonelli)

RADAR BANYUWANGI - Pembalap muda Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, akhirnya membuka kisah di balik perjuangannya menghadapi tekanan besar pada musim perdananya di Formula 1. Pembalap asal Italia itu mengakui sempat mengalami masa sulit hingga merasa tekanan yang datang dari berbagai arah hampir menghancurkan kondisi mentalnya.

Dalam laporan resmi Formula1.com yang dipublikasikan pada Senin (3/8/2026), Antonelli menyampaikan pengakuan tersebut saat menjadi bintang tamu dalam podcast SAP's Significant Figures. Ia menceritakan bagaimana ekspektasi tinggi yang mengiringi debutnya bersama Mercedes menjadi tantangan tersendiri sepanjang musim 2025.

Antonelli memperoleh promosi langsung dari Formula 2 untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Lewis Hamilton. Keputusan besar Mercedes tersebut membuat pembalap berusia 19 tahun itu menjadi sorotan sejak awal musim.

Ia sebenarnya mampu membuka musim dengan hasil yang cukup menjanjikan. Namun, performanya mulai menurun ketika memasuki rangkaian balapan di Eropa. Pada periode itulah tekanan mental yang dirasakan semakin berat.

"Saya merasa hal ini paling terasa tahun lalu. Saya sempat memulai musim dengan baik, tetapi kemudian memasuki periode sulit di seri Eropa di mana saya sangat berjuang keras," ujar Antonelli.

Menurutnya, tekanan tersebut bukan hanya berasal dari persaingan di lintasan, tetapi juga dari rasa tanggung jawab terhadap orang-orang yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

"Saya merasa saya membiarkan tekanan itu menghancurkan diri saya, karena saya merasa seperti mengecewakan begitu banyak orang yang telah percaya pada saya, terutama Toto, karena dialah sosok utama yang mengambil keputusan memasukkan saya ke tim," katanya.

Antonelli menjelaskan bahwa titik balik terjadi setelah berakhirnya rangkaian balapan Eropa. Mercedes menggelar pertemuan internal yang menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai persoalan sekaligus memulihkan kondisi mental sang pembalap.

Ia menyebut pertemuan tersebut membantunya melakukan reset dan memulai kembali dengan pola pikir yang lebih positif. Proses pembelajaran yang dijalani bahkan terasa sangat intens, baik dari sisi fisik maupun mental.

"Setelah seri Eropa, kami mengadakan pertemuan besar dengan tim dan itu memungkinkan saya untuk reset serta memulai kembali dari awal. Proses belajar tersebut rasanya seperti menjalani tiga tahun sekaligus, sangat intens secara fisik maupun mental. Momen sulit itu memberi saya kepercayaan diri dan membuat saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri, baik sebagai pembalap maupun sebagai manusia," ungkapnya.

Pengalaman tersebut kini menjadi bekal penting bagi Antonelli dalam menapaki kariernya di Formula 1. Ia mengaku lebih memahami cara mengelola tekanan, mengendalikan emosi, serta mengenali respons tubuhnya saat menghadapi situasi yang penuh tuntutan.

Kematangan mental yang terbentuk dari pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu Antonelli tampil lebih konsisten dan percaya diri saat melanjutkan kiprahnya bersama Mercedes di ajang Formula 1.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
Andrea Kimi Antonelli