RADAR BANYUWANGI - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi menggelar 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kejuaraan internasional yang diikuti ribuan atlet dari berbagai negara tersebut menjadi salah satu ajang taekwondo terbesar di Asia sekaligus momentum memperkuat pembinaan atlet nasional menuju level internasional.
Kompetisi ini mempertandingkan berbagai kelompok usia, mulai kategori kadet, junior, hingga senior. Selain menjadi arena perebutan prestasi, Indonesia Open 2026 juga dimanfaatkan sebagai wadah mengukur kemampuan atlet, menambah pengalaman bertanding, sekaligus mempererat hubungan antarfederasi taekwondo di kawasan Asia.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi strategi meningkatkan kualitas pembinaan atlet Indonesia.
Menurutnya, semakin banyak kejuaraan internasional digelar di Tanah Air, semakin besar peluang atlet Indonesia mengasah kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik dunia tanpa harus selalu mengikuti pertandingan di luar negeri.
"Dengan kejuaraan ini menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional yang berkualitas," ujar Richard Tampubolon saat pembukaan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, Sabtu (2/8/2026), dikutip Antara.
Richard menjelaskan, PBTI bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan pemerintah, akan terus memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi secara rutin, hingga pemanfaatan ilmu pengetahuan olahraga guna mendukung peningkatan performa atlet.
"Kolaborasi ini tidak hanya untuk memastikan kejuaraan internasional berjalan lancar, tapi juga membangun ekosistem yang melahirkan atlet berprestasi sampai Olimpiade," katanya.
PBTI menilai kejuaraan internasional seperti Indonesia Open memiliki peran penting dalam proses regenerasi atlet nasional. Melalui ajang ini, atlet-atlet muda memperoleh kesempatan menghadapi lawan dari berbagai negara dengan karakter permainan yang beragam sehingga dapat meningkatkan pengalaman dan mental bertanding.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi atlet Indonesia sebelum tampil pada kejuaraan yang lebih tinggi, mulai SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Selain berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, penyelenggaraan Indonesia Open juga memberikan manfaat ekonomi. Kehadiran atlet, ofisial, serta pendukung dari berbagai negara turut menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi pertandingan.
PBTI berharap Indonesia Open dapat terus menjadi agenda tahunan berskala internasional. Kejuaraan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga taekwondo di kawasan Asia.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara