Dilantik, Pengurus IPSI Banyuwangi Usung Tandang Bareng Bidik Prestasi Nasional

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 05:00 WIB
SEMANGAT BARU: Pengurus IPSI Banyuwangi periode 2026-2030 dilantik di GOR Moh Ilyas, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. (Adi for Radar Banyuwangi)
SEMANGAT BARU: Pengurus IPSI Banyuwangi periode 2026-2030 dilantik di GOR Moh Ilyas, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. (Adi for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kepengurusan baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026-2030 resmi memulai tugasnya. Puluhan pengurus dilantik di GOR Moh Ilyas, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Sabtu (1/8), dengan membawa target besar mengembalikan kejayaan pencak silat Banyuwangi di level regional hingga nasional.

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan. Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Timur langsung menyerahkan bantuan peralatan latihan berupa samsak dan body protector sebagai dukungan terhadap pembinaan atlet Banyuwangi.

Prosesi pelantikan dihadiri Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono, Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah, serta jajaran Forkopimda Banyuwangi.

Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan Banyuwangi memiliki potensi atlet yang layak diperhitungkan. Hal itu terlihat dari hasil Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI terakhir, ketika kontingen Banyuwangi mampu membawa pulang satu medali emas dan dua medali perunggu.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pengprov IPSI Jawa Timur memberikan reward kepada atlet peraih medali emas Kejurprov. Selain itu, bantuan sarana latihan juga disalurkan agar proses pembinaan atlet berjalan lebih optimal.

"Kami juga mengerti pembinaan atlet membutuhkan dukungan dana. Karena itu kami berharap KONI dan Dispora bisa ikut mendukung. Kami juga akan mengupayakan IPSI Banyuwangi mendapat dukungan CSR dari perusahaan-perusahaan di Banyuwangi," tegas Bambang.

Anggota Komisi VII DPR RI tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarperguruan pencak silat. Menurut dia, iklim yang kondusif menjadi modal penting agar pembinaan atlet berlangsung maksimal tanpa mengganggu keamanan daerah.

"Apalagi Banyuwangi merupakan daerah tujuan wisata. Jangan sampai wisatawan menjauh karena terjadi bentrok atau hal-hal yang mengganggu ketenteraman masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah menyebut pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki sejarah prestasi membanggakan di Banyuwangi.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu mengembalikan tradisi prestasi tersebut, baik di ajang tingkat regional maupun nasional.

"Pengurus baru memiliki PR untuk bisa kembali mencetak atlet-atlet berprestasi bagi pencak silat Banyuwangi," katanya.

Di sisi lain, Ketua IPSI Banyuwangi Ahmad Syifa Nailul Wafar menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya mengusung tagline "Tandang Bareng" sebagai semangat menyatukan seluruh perguruan pencak silat di Banyuwangi.

Menurut dia, seluruh perguruan akan diajak bersama-sama membangun prestasi tanpa meninggalkan semangat persaudaraan.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah anjangsana rutin setiap bulan. Selain menjadi forum silaturahmi dan konsolidasi antarperguruan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media talent scouting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial.

"Kami akan menjaga kerukunan antarperguruan dengan rutin menggelar anjangsana setiap bulan. Ini menjadi media konsolidasi sekaligus talent scouting bagi atlet-atlet berprestasi," pungkasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
IPSI Banyuwangi Bambang Haryo atlet silat koni banyuwangi pencak silat