RADAR BANYUWANGI – Hyundai Hillstate menghadapi ujian berat pada laga kedua Women Volleyball Top Club Super Match 2026, Minggu (2/8/2026). Setelah kalah telak dari wakil China Shanghai Bright Ubest, klub yang diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi itu kini ditantang juara Liga Voli Jepang, Osaka Marvelous, dalam pertandingan yang digelar di Jeju Halla Gymnasium, Pulau Jeju, Korea Selatan.
Laga ini menjadi kesempatan penting bagi pelatih Kang Sung-hyung untuk mengevaluasi performa tim sekaligus menguji kedalaman skuad menjelang bergulirnya KOVO Cup 2026 dan musim reguler Korea V-League 2026/2027.
Namun, Hyundai Hillstate dipastikan kembali tampil tanpa dua pemain asing andalannya, Megawati Hangestri Pertiwi dan Jordan Wilson.
Keduanya masih belum dapat dimainkan karena regulasi turnamen yang mengikuti rekomendasi Federation Internationale de Volleyball (FIVB). Aturan tersebut tidak memperbolehkan pemain asing maupun pemain yang masuk extended roster tim nasional tampil pada ajang pramusim tersebut.
Belajar dari Kekalahan atas Shanghai
Pada pertandingan pembuka, Sabtu (1/8/2026), Hyundai Hillstate gagal mengimbangi permainan Shanghai Bright Ubest dan menyerah tiga set langsung dengan skor 16-25, 24-26, 18-25.
Kekalahan itu memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama konsistensi dalam servis, receive, serta penyelesaian akhir ketika menyerang.
Meski sempat memberikan perlawanan ketat pada set kedua, skuad muda Hillstate masih terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri (unforced error) sehingga gagal memanfaatkan momentum untuk memperpanjang pertandingan.
Osaka Marvelous Bukan Lawan Sembarangan
Jika Shanghai menjadi ujian pertama, maka Osaka Marvelous menghadirkan tantangan yang lebih berat.
Klub asal Jepang tersebut merupakan juara SV.League 2024-2025, kasta tertinggi voli putri Jepang, setelah menaklukkan NEC Red Rockets Kawasaki di partai final.
Osaka Marvelous dikenal sebagai tim dengan filosofi all-around volleyball, yakni permainan kolektif yang mengandalkan distribusi serangan merata dari outside hitter maupun middle blocker.
Selain memiliki serangan cepat, klub asal Kota Osaka itu juga terkenal dengan kualitas receive yang solid, pertahanan disiplin, serta minim melakukan kesalahan sendiri.
Kekuatan tersebut sudah terbukti pada laga perdana Top Club Super Match 2026 ketika Osaka Marvelous sukses membungkam Pink Spiders dengan skor telak 3-0.
Kang Sung-hyung Siapkan Evaluasi
Menghadapi lawan dengan kualitas seperti Osaka Marvelous, Kang Sung-hyung diperkirakan melakukan sejumlah penyesuaian strategi.
Tanpa Megawati dan Jordan Wilson, Hillstate hampir dipastikan kembali mengandalkan pemain-pemain muda sebagai tulang punggung tim.
Fokus utama diprediksi berada pada peningkatan kualitas penerimaan bola pertama, mengurangi kesalahan servis, serta meningkatkan efektivitas serangan agar tidak mudah dipatahkan blok lawan.
Konsistensi dalam tiga aspek tersebut menjadi kunci apabila Hyundai Hillstate ingin memberikan perlawanan lebih sengit dibanding laga sebelumnya.
Jadi Tolok Ukur Jelang Musim Baru
Terlepas dari hasil pertandingan nanti, duel melawan Osaka Marvelous menjadi momentum penting bagi Hyundai Hillstate untuk mengukur kesiapan skuad sebelum memasuki kompetisi resmi.
Turnamen pramusim ini sekaligus memberi kesempatan kepada Kang Sung-hyung mengevaluasi pemain-pemain muda yang berpotensi mengisi rotasi sepanjang musim.
Sementara itu, para penggemar voli Indonesia masih harus bersabar menantikan debut resmi Megawati Hangestri Pertiwi bersama Hyundai Hillstate. Opposite hitter berusia 26 tahun tersebut diproyeksikan mulai tampil saat KOVO Cup 2026, sebelum mengarungi kompetisi V-League Korea Selatan musim 2026/2027. (*)
Editor : Ali Sodiqin