RADARBANYUWANGI.ID - Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Teluk akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi kalender balap Formula 1 musim 2026. Dua seri penutup musim, yakni GP Qatar dan GP Abu Dhabi, kini masuk dalam skenario evaluasi apabila kondisi keamanan di kawasan tersebut terus memburuk.
CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengungkapkan bahwa penyelenggara telah menyiapkan opsi pemindahan dua balapan tersebut ke Eropa sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, hingga saat ini seluruh agenda di Timur Tengah masih tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut Domenicali, penyelenggara terus memantau perkembangan situasi keamanan sebelum mengambil keputusan akhir terkait pelaksanaan dua seri penutup musim tersebut.
"Buat kami, saat ini, dua balapan tersebut sudah dikonfirmasi. Omong-omong, tiketnya sudah ludes. Itu menunjukkan olahraga ini lebih besar dari masalah yang tengah terjadi," ujar Domenicali dalam wawancara yang dirilis pada akhir Juli 2026.
Langkah menyiapkan skenario alternatif bukan menjadi hal baru bagi Formula 1 pada musim ini. Sebelumnya, penyelenggara juga melakukan penyesuaian kalender setelah GP Bahrain 2026 dipindahkan ke Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, sebagai dampak meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pengalaman tersebut membuat Formula 1 kini menyiapkan berbagai opsi agar seluruh rangkaian kejuaraan dunia dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengabaikan aspek keselamatan tim, pembalap, maupun seluruh personel yang terlibat.
Domenicali menegaskan, apabila situasi keamanan tidak memungkinkan penyelenggaraan balapan di kawasan Asia Barat, Formula 1 telah memiliki rencana cadangan.
"Bila itu tidak memungkinkan, akhir musim akan berlangsung di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain," katanya.
Meski opsi relokasi mulai dipersiapkan, Formula 1 belum mengubah kalender resmi. Penyelenggara masih memberikan prioritas agar GP Qatar dan GP Abu Dhabi tetap berlangsung di sirkuit yang telah dijadwalkan apabila kondisi keamanan dinilai kondusif.
Editor : Lugas Rumpakaadi