RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Hungaroring, Budapest, diwarnai gangguan sistem teknis yang berujung pada insiden antara Carlos Sainz dan Oscar Piastri. Masalah pada sistem komunikasi data GPS membuat indikator lampu biru (blue light) tidak dapat digunakan sepanjang balapan, situasi yang kemudian berkontribusi terhadap tabrakan kedua pembalap.
Insiden terjadi saat pembalap McLaren, Oscar Piastri, berusaha melakukan overlap terhadap Carlos Sainz yang tengah bertarung sengit memperebutkan posisi ke-14 dengan Fernando Alonso dari Aston Martin. Dalam duel tersebut, Sainz memotong jalur dan menyenggol bagian depan mobil Piastri.
Akibat insiden tersebut, stewards FIA menjatuhkan penalti lima detik kepada pembalap Williams itu. Meski demikian, pihak pengawas balapan juga mengakui adanya kondisi yang tidak ideal selama perlombaan.
Melansir Formula1.com, Piastri berada tepat di area titik buta (blind spot) Sainz ketika insiden terjadi. Di sisi lain, indikator lampu biru yang biasanya memberikan peringatan kepada pembalap mengenai mobil yang hendak melakukan overlap tidak berfungsi karena sengaja dinonaktifkan menyusul gangguan komunikasi data GPS sejak awal balapan.
Usai balapan di Hungaroring pada Minggu (26/7/2026), Carlos Sainz menjelaskan bahwa absennya indikator lampu biru membuat dirinya tidak mengetahui ada mobil yang akan melewatinya.
"Kami tidak memiliki indikator lampu biru pada kemudi, yang biasanya, ketika kami berada dalam pertarungan memperebutkan posisi seperti itu, membantu kami memahami apakah kami akan di-overlap atau tidak," ujar Sainz.
Ia menegaskan fokusnya saat itu sepenuhnya tertuju pada duel melawan Fernando Alonso sehingga tidak menyadari keberadaan Piastri yang berada di sisi mobilnya.
"Jadi pada saat itu, saya sama sekali tidak tahu bahwa saya akan disalip. Selain itu, saya sedang dalam pertarungan sengit dengan Fernando, mencoba memotongnya di tikungan, dan saya tidak menyangka Oscar akan ada di sana. Bahkan jika saya menduganya, dia berada di titik buta dari sudut pandang saya. Jadi sejujurnya, dari sisi saya, sangat mustahil untuk menghindarinya," jelas pembalap asal Spanyol tersebut.
Sainz menerima keputusan penalti yang membuatnya finis di posisi ke-18. Namun, ia berharap kondisi balapan yang tidak normal akibat matinya sistem lampu biru juga menjadi bahan pertimbangan dalam menilai insiden tersebut.
Menurutnya, Piastri juga menghadapi situasi yang tidak mudah karena seluruh pembalap kehilangan bantuan indikator untuk mengetahui proses overlap.
"Sejujurnya, saya sangat bersimpati kepada Oscar. Tetapi saya rasa saya punya alasan yang cukup masuk akal untuk menjelaskan apa yang terjadi. Saya tidak tahu apakah dia seharusnya bisa sedikit lebih berhati-hati, mengingat dialah yang sedang berjuang memperebutkan podium, dan menempatkan posisinya dengan sedikit lebih waspada dengan semua masalah bendera biru yang sedang kami semua alami saat itu," tuturnya.
Sainz menutup penjelasannya dengan menyebut kejadian tersebut sebagai murni insiden balap (racing incident). Ia juga bersyukur senggolan itu tidak menyebabkan kerusakan berarti pada mobil Piastri maupun memengaruhi perjuangan pembalap McLaren tersebut dalam perebutan podium.
Editor : Lugas Rumpakaadi