RADAR BANYUWANGI – Kepengurusan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Banyuwangi periode 2026-2030 resmi memulai tugasnya. Dilantik di Saiki Sport Arena, Sabtu malam (25/7), kepengurusan yang kembali dipimpin Ricco Antar Budaya itu langsung mematok target memperkuat sistem pembinaan atlet demi mempertahankan Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pebasket Jawa Timur sekaligus menatap Porprov Jatim 2027.
Pelantikan tersebut menjadi awal periode kedua kepemimpinan Ricco Antar Budaya. Fokus utama yang diusung bukan sekadar melanjutkan program sebelumnya, tetapi menyusun pola pembinaan yang lebih terstruktur agar prestasi basket Banyuwangi terus meningkat.
Ketua DPD Perbasi Jawa Timur, Grace Evi Ekawati, menegaskan Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet basket untuk memperkuat kontingen Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, potensi tersebut dinilai harus terus dijaga melalui pembinaan berjenjang yang melibatkan seluruh elemen basket, mulai dari pengurus, pelatih, hingga kompetisi yang berkesinambungan.
"Pengembangan basket membutuhkan kolaborasi pengurus, pelatih, kompetisi, serta peningkatan jam terbang atlet. Kami berharap di periode kedua Mas Ricco bisa kembali memaksimalkan ini," ujar Grace.
Perempuan yang akrab disapa Mama Evi itu menambahkan, Perbasi Jawa Timur akan terus memberikan dukungan kepada daerah, termasuk Banyuwangi, agar pembinaan atlet berjalan lebih optimal.
Menurutnya, semakin kuat sistem pembinaan di daerah, semakin besar pula peluang lahirnya atlet yang mampu berkontribusi bagi prestasi basket Jawa Timur maupun Indonesia.
"Kami siap terus memberikan dukungan terutama kepada pengurus Perbasi Banyuwangi," katanya.
Siapkan Pembinaan Lebih Strategis
Ketua Perbasi Banyuwangi Ricco Antar Budaya mengatakan kepengurusan periode kedua akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) setiap tahun sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan untuk musim berikutnya.
Menurut Ricco, pendekatan tersebut diperlukan agar setiap program memiliki ukuran keberhasilan yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan atlet di berbagai kelompok usia.
"Kami akan terus berupaya membangun pembinaan basket Banyuwangi agar semakin baik. Terutama dari kepengurusan saya sebelumnya. Kami menyiapkan rencana pembinaan yang lebih strategis," ujarnya.
Selain memperkuat pembinaan usia dini, Perbasi Banyuwangi mulai mempersiapkan langkah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ricco menilai persiapan harus dilakukan lebih awal karena cabang olahraga basket wajib melalui tahapan pra-Porprov sebelum tampil di ajang utama.
Kompetisi Usia Dini Jadi Modal Prestasi
Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah menilai fondasi pembinaan basket di Banyuwangi telah terbentuk melalui penyelenggaraan kompetisi pada berbagai kelompok usia selama kepengurusan sebelumnya.
Program tersebut, menurutnya, perlu terus dikembangkan agar proses regenerasi atlet berlangsung berkesinambungan.
Didukung keberadaan pelatih-pelatih berkualitas, Ahmad optimistis Banyuwangi memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi pada Porprov Jatim maupun berbagai kejuaraan tingkat regional dan nasional.
Dengan dimulainya kepengurusan baru, Perbasi Banyuwangi diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang lebih modern, berkelanjutan, dan mampu membawa basket Banyuwangi bersaing di level yang lebih tinggi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin