RADARBANYUWANGI.ID - Langkah Tim Nasional (Timnas) Esports Indonesia menuju panggung dunia Esports Nations Cup (ENC) 2026 semakin terbuka. Skuad Merah Putih telah memastikan tempat di sejumlah nomor pertandingan melalui jalur kualifikasi maupun undangan langsung (direct invite).
Beberapa nomor yang berhasil ditembus melalui fase kualifikasi antara lain Trackmania, PUBG Mobile, PUBG: Battlegrounds, Rocket League, Counter-Strike 2, hingga Chess.com. Capaian tersebut menjadi modal penting Indonesia untuk bersaing pada kejuaraan esports internasional perdana yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi.
Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia Richard Permana menyebut, khusus nomor Chess.com, Indonesia memiliki dua wakil yang akan tampil. Satu atlet mendapat tiket melalui jalur undangan langsung, sedangkan satu lainnya lolos lewat proses kualifikasi.
“Untuk Chess.com, kita ada dua atlet yang lolos. Satu melalui direct invite dan satu lagi dari jalur kualifikasi,” ujar Richard, dikutip Antara.
Selain nomor yang lolos melalui kualifikasi, beberapa cabang pertandingan lain juga telah mendapatkan kepastian tampil melalui jalur undangan. Di antaranya Honor of Kings, Dota 2, dan Rainbow Six.
Meski demikian, kekuatan Indonesia masih berpeluang bertambah. Sebab, beberapa nomor pertandingan lainnya masih menjalani tahapan kualifikasi sehingga komposisi akhir skuad Merah Putih belum sepenuhnya final.
Saat ini, para atlet yang telah mengamankan tiket masih menjalani program latihan secara mandiri bersama klub masing-masing. Sementara program pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara terpusat direncanakan berlangsung pada kuartal akhir 2026.
Richard mengungkapkan, agenda pelatnas diproyeksikan mulai berjalan pada Oktober mendatang. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menyatukan strategi, meningkatkan komunikasi antarpemain, serta membangun chemistry sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
“Kemungkinan di bulan Oktober kita mau mengadakan pelatnas ENC, itu rencana dasarnya,” jelas Richard.
ENC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 29 November 2026. Turnamen tersebut merupakan ajang tingkat dunia besutan Esports World Cup Foundation (EWCF) yang mempertemukan para atlet esports terbaik dari berbagai negara.
Kejuaraan perdana ini akan mempertandingkan 16 judul gim populer dengan dukungan sejumlah perusahaan besar industri gim dunia, seperti Tencent, Krafton, Electronic Arts (EA), Ubisoft, MOONTON Games, SNK, hingga Chess.com.
Persiapan Indonesia juga akan mengedepankan pendekatan profesional melalui kombinasi pencarian talenta terbaik dan penerapan sports science. Manajer Timnas Esports Indonesia Glorya Famiela menilai metode tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi performa atlet.
Menurut Glorya, sports science tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis permainan. Pendekatan tersebut mencakup pengelolaan kebugaran fisik, pemulihan atlet, evaluasi nutrisi, hingga pendampingan psikologis untuk memperkuat mental bertanding.
Hal itu menjadi perhatian karena para atlet berasal dari berbagai klub profesional dengan karakter permainan dan pola latihan yang berbeda. Melalui pelatnas, seluruh elemen tersebut diharapkan dapat disatukan menjadi kekuatan tim nasional yang solid.
Optimisme Indonesia menuju ENC 2026 turut didukung oleh catatan positif pada ajang SEA Esports Nations Cup 2026 di Ho Chi Minh City, Vietnam. Saat itu, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Tiga emas tersebut diraih dari nomor PUBG Mobile Solo, Teamfight Tactics, dan Crossfire: Legends. Sementara satu perak datang dari PUBG Mobile Solo dan satu perunggu dari PUBG Mobile Duo.
Prestasi tersebut menjadi bekal kepercayaan diri bagi Timnas Esports Indonesia untuk menghadapi tantangan lebih besar di panggung ENC 2026. Target berikutnya adalah menjaga konsistensi performa dan membawa nama Merah Putih bersaing di level dunia.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara