Tokyo E-Prix 2026 Jadi Balapan Malam Perdana Formula E di Asia, Nissan dan Para Kandidat Juara Bersiap Hadapi Tantangan Baru

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:45 WIB
Formula E 2026 mencatat sejarah lewat balapan malam perdana di Jepang. (Formula E)
Formula E 2026 mencatat sejarah lewat balapan malam perdana di Jepang. (Formula E)

RADARBANYUWANGI.ID - Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E kembali menghadirkan catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya di Asia, ajang balap mobil listrik paling bergengsi dunia itu bakal menggelar balapan malam di jalanan Jepang melalui TDK Tokyo E-Prix 2026.

Seri balapan ganda atau double-header tersebut berlangsung pada Sabtu-Minggu (25–26 Juli 2026). Ajang yang menjadi putaran ke-14 dan ke-15 kalender musim 2025/2026 itu akan menghadirkan atmosfer berbeda dengan gemerlap lampu yang menyelimuti kawasan ikonik Tokyo Big Sight.

Balapan dijadwalkan dimulai pukul 20.05 waktu setempat. Perubahan jadwal menuju malam hari menjadi tantangan baru bagi para pembalap yang terbiasa menghadapi karakter sirkuit jalanan Tokyo dalam kondisi siang.

Pembalap Nissan Formula E Team sekaligus juara dunia bertahan, Oliver Rowland, menyambut antusias gelaran tersebut. Bagi pembalap asal Inggris itu, tampil di Jepang selalu memiliki makna khusus karena Nissan menjadikan Tokyo sebagai salah satu markas penting dalam perjalanan Formula E mereka.

“Kembali ke Tokyo selalu terasa istimewa. Balapan di ajang kandang Nissan adalah sesuatu yang selalu kami nantikan. Akan menarik melihat perubahan trek ini di bawah pendar lampu pada balapan malam pertama,” ujar Rowland, dikutip Antara.

Sirkuit jalanan Tokyo yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan memiliki panjang 2,582 kilometer dengan 18 tikungan. Lintasan tersebut menguji kemampuan pembalap melalui kombinasi trek lurus, tikungan sempit yang membutuhkan presisi tinggi, serta tikungan cepat dengan panorama Teluk Tokyo sebagai latar.

Tokyo E-Prix menjadi salah satu seri paling menentukan sebelum musim Formula E 2025/2026 berakhir. Hanya tersisa dua balapan terakhir setelah seri Jepang, sehingga persaingan menuju gelar juara dunia semakin terbuka.

Pascal Wehrlein saat ini memimpin klasemen pembalap dengan 141 poin. Pembalap Porsche tersebut berada sembilan angka di depan Mitch Evans dari Jaguar TCS Racing yang mengoleksi 132 poin.

Sementara itu, Oliver Rowland masih menjaga peluang dengan berada di posisi ketiga berkat raihan 114 poin.

Persaingan tidak hanya terjadi di kategori pembalap. Pada klasemen tim, Jaguar TCS Racing masih berada di puncak, tetapi hanya unggul enam poin atas Porsche setelah melewati 13 putaran.

Di kategori pabrikan, Porsche tampil dominan dengan koleksi 384 poin dan berada di posisi teratas.

Selain Nissan, perhatian publik Jepang juga tertuju kepada Lola Yamaha ABT. Tim tersebut datang ke Tokyo dengan kepercayaan diri tinggi setelah Lucas di Grassi mencatat kemenangan perdana bagi Lola pada balapan kedua di Shanghai.

Di Grassi menyebut keberhasilan tersebut menjadi titik penting bagi tim yang telah bekerja keras selama dua musim terakhir.

“Kemenangan pertama untuk Lola merupakan momen istimewa dalam karier saya. Kami menunjukkan kecepatan bagus di Jepang tahun lalu dan berharap bisa meraih hasil lebih baik lagi,” kata Di Grassi.

Di tengah persaingan sengit, seri Tokyo juga akan berlangsung dalam suasana penuh penghormatan. Sebelum balapan pertama dimulai pada Sabtu, seluruh peserta akan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang Kepala Tim Citroën Racing, Cyril Blais, yang telah meninggal dunia.

Sebagai ajang yang mengusung teknologi kendaraan listrik, Formula E kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan di Tokyo.

Penyelenggara menerapkan sejumlah inovasi, mulai dari penggunaan bahan bakar terbarukan berbasis minyak nabati terhidrogenasi atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) untuk kebutuhan energi, termasuk pencahayaan sirkuit.

Sistem tersebut juga dikombinasikan dengan penyimpanan baterai di area lintasan guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik lokal.

Selain itu, panitia menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Formula E juga menyalurkan donasi sebesar 25 ribu euro melalui Better Futures Fund untuk mendukung anak-anak panti asuhan di Tokyo.

Setelah menyelesaikan dua balapan di Jepang, musim 2025/2026 Formula E akan memasuki babak penutup melalui dua seri terakhir di London pada 15 dan 16 Agustus 2026. Gelar juara dunia pun akan ditentukan dalam persaingan yang dipastikan berlangsung ketat hingga garis finis terakhir.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
jepang Formula E nissan tokyo