RADARBANYUWANGI.ID - Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah meski berhasil meraih kemenangan dalam Grand Prix Belgia 2026 di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (19/7/2026).
Mercedes menjalani akhir pekan dengan hasil yang bertolak belakang. Pembalap muda mereka, Kimi Antonelli, sukses mengamankan kemenangan keenam musim ini. Sebaliknya, George Russell harus mengakhiri balapan lebih awal setelah mengalami insiden pada lap pertama.
Antonelli tampil impresif sepanjang balapan 44 lap. Pembalap asal Italia itu memastikan kemenangan setelah berhasil menyalip Charles Leclerc saat balapan menyisakan 10 lap.
Sebelumnya, Leclerc sempat memimpin berkat keuntungan strategi pit stop ketika periode Virtual Safety Car (VSC). Namun, Antonelli mampu menjaga konsistensi kecepatan hingga akhirnya merebut posisi terdepan.
Usai balapan, Wolff mengaku bangga dengan penampilan pembalap mudanya tersebut. Menurutnya, kemenangan itu merupakan hasil yang pantas diterima Antonelli setelah sempat kehilangan peluang menang di Grand Prix Inggris akibat gagal finis.
"Tentu saja saya sangat senang untuk Kimi dan dia berhasil menang. Dia tampil kuat sepanjang akhir pekan. Dia seharusnya menang di Silverstone namun gagal finis, jadi ini adalah kemenangan yang benar-benar layak ia dapatkan," ujar Wolff kepada F1 TV.
Wolff menjelaskan Mercedes sempat merasa memiliki ritme balap yang kompetitif. Namun, kemunculan VSC mengubah jalannya strategi sehingga Leclerc sempat berada di depan.
Meski demikian, Antonelli tetap tenang dan menunjukkan kematangan dalam mengelola balapan. Ia terus memangkas selisih waktu sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu melewati pembalap Ferrari tersebut.
"Kami mengira kami memiliki ritme yang bagus, namun VSC kembali membalikkan keadaan dan membuat Charles berada di depan. Dengan gaya berkendara yang sangat matang, Kimi terus memangkas jarak sepersepuluh detik demi sepersepuluh detik di setiap lap, dan itu sangat menyenangkan untuk dilihat," kata Wolff.
Di balik keberhasilan Antonelli, Mercedes juga harus menerima kenyataan pahit setelah Russell gagal menyelesaikan balapan.
Pembalap asal Inggris itu yang memulai lomba dari posisi ketiga kehilangan akselerasi sejak start karena tenaga mesin tidak tersalurkan secara optimal. Situasi tersebut membuatnya kehilangan posisi sebelum akhirnya terlibat tabrakan dengan Lewis Hamilton di tikungan Les Combes pada lap pertama.
Wolff mengonfirmasi adanya kendala teknis yang memengaruhi seluruh mesin Mercedes saat start.
"Kami mengalami masalah pada semua mesin Mercedes saat start. Mesin-mesin tersebut tidak menyalurkan seluruh tenaga yang seharusnya mereka miliki. Ini adalah sesuatu yang perlu kami kendalikan," jelasnya.
Gagal meraih poin membuat Russell kini tertinggal 50 poin dari Antonelli dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap Formula 1 musim 2026.
Sepanjang akhir pekan di Spa, Russell juga sempat mengeluhkan kecepatan mobilnya di trek lurus yang dinilai kalah dibandingkan mobil Antonelli. Menanggapi hal tersebut, Wolff menegaskan Mercedes terus berupaya memastikan kedua pembalap memperoleh paket performa yang setara.
"Itu adalah sesuatu yang mudah-mudahan telah kami selesaikan, tetapi sekali lagi di dalam balapan, perbedaan kecepatan di trek lurus bisa saja terjadi. Kami mencoba memberikan yang terbaik dan terkadang performa terbaik kami tidaklah cukup. Terkadang itu cukup, tetapi satu hal yang pasti adalah kami semua bekerja ekstra keras," pungkas Wolff.
Editor : Lugas Rumpakaadi