RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, menilai insiden tabrakan dengan George Russell pada lap pertama Grand Prix Belgia 2026 merupakan murni insiden balap. Meski benturan tersebut mengakhiri balapan Russell lebih cepat, Hamilton menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam duel tersebut.
Balapan 44 lap di Sirkuit Spa-Francorchamps berlangsung dramatis sejak awal. Hamilton yang memulai lomba dari posisi kelima berhasil melewati Russell di trek lurus Kemmel setelah pembalap Mercedes itu mengalami kendala pada penyaluran tenaga (power deployment) mobilnya.
Namun, saat memasuki zona pengereman menuju tikungan Les Combes, Russell berusaha mengambil sisi luar Hamilton. Kontak antarkedua mobil pun tidak terhindarkan. Mobil Russell terlempar ke area gravel sehingga tidak dapat melanjutkan balapan.
Meski Russell tidak menyalahkan Hamilton atas insiden tersebut, pengawas balapan tetap menjatuhkan penalti waktu lima detik kepada juara dunia tujuh kali itu.
Hamilton mengaku menyesal karena insiden tersebut membuat mantan rekan setimnya gagal menyelesaikan balapan. Namun, ia tetap berpendapat bahwa benturan itu merupakan konsekuensi yang bisa terjadi dalam persaingan di lintasan.
"Pada akhirnya, saya meminta maaf kepada George karena hal itu jelas mengakhiri balapannya, tetapi saya pikir saya setuju bahwa itu adalah insiden balap," ujar Hamilton, dikutip laman resmi F1.
Ia menegaskan tidak melakukan manuver yang berlebihan atau salah mengambil posisi.
"Bukan berarti saya masuk dengan agresif dan salah menempatkan posisi atau semacamnya. Menurut saya itu hanyalah skenario yang tidak beruntung, yang bisa terjadi dalam dunia balap. Ditambah lagi mobil saya juga mengalami kerusakan setelahnya, jadi saya harus menahan kondisi itu sepanjang balapan. Ini sungguh balapan yang berat," katanya.
Grand Prix Belgia 2026 memang menjadi akhir pekan yang penuh tantangan bagi Hamilton. Sehari sebelumnya, ia mengalami kecelakaan cukup parah pada sesi Latihan Bebas 3 (FP3), sehingga tim mekanik Ferrari harus bekerja cepat memperbaiki mobil sebelum sesi kualifikasi.
Kesulitan Hamilton belum berakhir saat balapan berlangsung. Selain harus menjalani hukuman lima detik ketika pit stop di bawah kondisi Virtual Safety Car, ia juga sempat menyenggol seorang mekanik menggunakan ban kanan depan saat keluar dari pit box. Insiden tersebut membuat Ferrari dijatuhi denda, meski tidak memengaruhi hasil akhir balapan Hamilton.
Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi, Hamilton mampu mempertahankan performanya hingga finis di posisi keempat. Ia bersyukur masih dapat membawa pulang poin penting meskipun harus mengendarai mobil yang mengalami kerusakan.
"Sangat bersyukur bisa mendapatkan poin mengingat adanya kerusakan mobil dan kecelakaan kemarin. Pada akhirnya, ini bukan akhir pekan yang baik dari sisi saya. Saya pikir kecepatan balapan saya kuat hari ini, dan saya rasa tanpa kerusakan tersebut, serta mungkin tanpa kejadian kemarin, kami bisa saja ikut memperebutkan kemenangan hari ini," ucap Hamilton.
Menurutnya, performa Ferrari sebenarnya cukup kompetitif untuk bersaing di barisan depan. Bahkan dengan kondisi mobil yang tidak ideal, ia merasa masih mampu memberikan tekanan kepada rekan setimnya, Charles Leclerc.
"Bahkan dengan kerusakan yang ada, saya masih bisa menantang Charles. Apa pun yang terjadi, telah terjadi, kami harus move on dan berharap bisa memiliki akhir pekan yang lebih baik pada balapan berikutnya," imbuhnya.
Hasil finis keempat membuat Hamilton tetap mengamankan tambahan poin penting dalam perburuan gelar Formula 1 musim 2026. Namun, ia masih tertinggal 45 poin dari pemenang GP Belgia sekaligus pemimpin klasemen sementara Kejuaraan Pembalap Formula 1 2026, Kimi Antonelli.
Editor : Lugas Rumpakaadi