Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Hanya Rear Wing, Red Bull Masih Dibayangi Sejumlah Masalah Performa Jelang Balapan F1 GP Belgia

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:57 WIB
Red Bull memutuskan kembali memakai rear wing lama pada F1 GP Belgia setelah insiden yang dialami Max Verstappen di Austria dan Silverstone. (F1)
Red Bull memutuskan kembali memakai rear wing lama pada F1 GP Belgia setelah insiden yang dialami Max Verstappen di Austria dan Silverstone. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Red Bull Racing memutuskan kembali menggunakan spesifikasi rear wing atau sayap belakang lama pada Formula 1 (F1) GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps. Langkah tersebut diambil setelah dua insiden beruntun yang dialami Max Verstappen di Austria dan Silverstone diduga berkaitan dengan penggunaan desain sayap belakang terbaru.

Verstappen mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi ketiga (Q3) Grand Prix Austria, kemudian kembali mengalami putaran yang mengakhiri balapannya di Grand Prix Inggris. Setelah dilakukan evaluasi internal, Red Bull memilih menghentikan sementara penggunaan rear wing terbaru demi memastikan faktor keselamatan.

Desain sayap belakang tersebut mulai digunakan sejak GP Miami dan mengadopsi konsep yang lebih dulu diperkenalkan Ferrari. Selama beberapa seri awal tidak ditemukan kendala berarti. Namun dua insiden yang terjadi secara berdekatan membuat tim melakukan peninjauan menyeluruh terhadap komponen tersebut.

Menjelang balapan di Spa-Francorchamps yang memiliki sejumlah tikungan cepat, Red Bull menilai pembalap harus memiliki kepercayaan penuh terhadap kestabilan mobil. Karena itu, tim memilih kembali memakai konfigurasi lama hingga versi terbaru benar-benar siap digunakan.

Verstappen mengakui keputusan tersebut merupakan langkah yang paling masuk akal.

"Kami akan kembali menggunakan yang lama, lalu melihat kapan versi terbaru siap dipakai lagi," ujar juara dunia asal Belanda tersebut, dikutip laman resmi F1.

Rekan setimnya, Isack Hadjar, menjelaskan perubahan tersebut sebenarnya tidak terlalu memengaruhi karakter mobil saat dikendarai.

Menurut pembalap asal Prancis itu, secara visual perubahan memang cukup mencolok, tetapi dari sisi performa selisihnya relatif kecil. Red Bull juga meyakini daya saing mobil tidak akan jauh berbeda dibanding balapan sebelumnya.

Hadjar mengatakan kegagalan yang dialami Verstappen lebih disebabkan faktor keberuntungan karena masalah serupa sebenarnya bisa saja terjadi pada mobil siapa pun.

Ia menegaskan persoalan yang dialami Verstappen merupakan tanggung jawab seluruh tim sehingga harus segera diselesaikan.

Selain persoalan rear wing, Red Bull juga masih berupaya memahami paket pembaruan besar yang mulai diperkenalkan dalam beberapa seri terakhir. Hadjar mengakui mobil sempat mengalami sejumlah kendala, mulai dari pengereman, suhu ban yang terlalu tinggi, hingga beberapa aspek teknis lain yang belum dapat diungkapkan secara rinci.

Meski demikian, ia menilai hasil analisis setelah balapan memberikan banyak informasi baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa mobil pada akhir pekan di Belgia.

Berdasarkan data yang dimiliki tim, Red Bull tidak mengalami kelemahan pada satu sektor tertentu. Performa mobil dinilai sedikit tertinggal di hampir semua aspek dibanding para pesaing, sehingga pengembangan dilakukan secara menyeluruh.

Tim asal Milton Keynes itu juga terus membenahi performa saat start balapan yang beberapa kali menjadi kelemahan sepanjang musim 2026.

Hadjar mengungkapkan Red Bull telah menjalani sesi pengujian tambahan di Silverstone setelah balapan untuk mencari solusi. Dari hasil pengujian tersebut, tim mengklaim telah memperoleh pemahaman yang lebih baik, meski masih berusaha mengejar konsistensi start yang selama ini ditunjukkan Ferrari, Williams, dan Racing Bulls.

Editor : Lugas Rumpakaadi
GP Belgia Spa-Francorchamps max verstappen red bull racing f1