RADARBANYUWANGI.ID - Gemerlap dunia F1 menyimpan banyak kisah perjuangan yang jarang diketahui publik. Salah satunya datang dari pembalap muda asal Selandia Baru, Liam Lawson, yang mengungkap besarnya pengorbanan keluarga demi mengantarkannya hingga menembus ajang balap paling bergengsi di dunia.
Cerita tersebut disampaikan Lawson dalam video dokumenter terbaru bertajuk Inside Liam Lawson's Life Away From Formula 1 | Off The Grid yang diunggah melalui kanal YouTube resmi Formula 1 pada 9 Juli 2026. Dalam wawancara bersama jurnalis Lawrence Barretto, pembalap Visa Cash App RB (VCARB) itu mengenang masa-masa sulit ketika masih berkompetisi di level go-kart.
Lawson mengungkapkan bahwa biaya balapan yang sangat besar membuat keluarganya harus mengambil keputusan yang tidak mudah. Demi memastikan dirinya tetap dapat berkompetisi, kedua orang tuanya bahkan memutuskan menjual rumah mereka.
Pengorbanan tersebut tidak berhenti di situ. Dua saudara perempuan Lawson yang sebelumnya menekuni dunia tari hingga level internasional juga memilih menghentikan aktivitas mereka agar keluarga dapat memusatkan dukungan terhadap perjalanan balap Lawson.
"Orang tua saya menjual rumah ketika saya... ketika saya masih balapan go-kart, pada dasarnya agar mampu membiayai saya untuk terus balapan. Semua orang berkorban banyak, Anda tahu seperti liburan keluarga dan hal-hal seperti itu. Kedua saudara perempuan saya menari di tingkat internasional dan mereka juga berhenti melakukan itu... jadi saya sangat, sangat, sangat beruntung memiliki keluarga yang suportif seperti itu," ujar Lawson.
Pembalap Selandia Baru tersebut mengaku bahwa ketika masih kecil dirinya belum sepenuhnya memahami kondisi keuangan keluarganya. Saat itu ia kerap membandingkan fasilitas yang dimilikinya dengan pembalap lain.
Lawson mengingat masih sering mempertanyakan mengapa para pesaingnya memiliki mesin balap yang lebih baru atau trailer yang lebih baik. Namun, seiring bertambahnya usia, ia mulai memahami bahwa keluarganya telah memberikan pengorbanan yang sangat besar agar dirinya tetap bisa mengejar cita-cita.
Kesadaran itu membuat Lawson semakin menghargai setiap langkah yang telah ditempuh keluarganya. Menurutnya, tanpa dukungan penuh dari orang tua maupun kedua saudara perempuannya, peluang untuk mencapai Formula 1 hampir mustahil terwujud.
Kini Lawson menjadi salah satu dari sedikit pembalap yang berhasil mengamankan kursi di Formula 1, sebuah pencapaian yang menjadi impian ribuan pembalap muda di seluruh dunia. Baginya, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari pengorbanan seluruh anggota keluarga yang rela mengesampingkan kepentingan mereka demi mewujudkan satu mimpi bersama.
Editor : Lugas Rumpakaadi