Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lewis Hamilton Lebih Tertarik Membahas Luar Angkasa daripada F1, Antusiasme Sains Sang Juara Dunia Terungkap di StarTalk

Khanza Tania Amelia Setiawan • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:08 WIB
Lewis Hamilton mengungkap ketertarikannya pada sains dan luar angkasa saat berbincang bersama Neil deGrasse Tyson di StarTalk. (Instagram/scuderiaferrari)
Lewis Hamilton mengungkap ketertarikannya pada sains dan luar angkasa saat berbincang bersama Neil deGrasse Tyson di StarTalk. (Instagram/scuderiaferrari)

RADARBANYUWANGI.ID - Di balik reputasinya sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah Formula 1 (F1), Lewis Hamilton ternyata memiliki ketertarikan besar terhadap dunia sains dan luar angkasa. Sisi lain juara dunia Formula 1 tujuh kali itu terungkap dalam perbincangan santai di kanal YouTube StarTalk bertajuk Discussing the Science Behind F1's New Rule Changes (feat. Lewis Hamilton) yang diunggah pada 11 Juli 2026.

Dalam video tersebut, Hamilton berdiskusi bersama astrofisikawan ternama Neil deGrasse Tyson dan pembawa acara Gary O'Reilly. Semula, pembahasan difokuskan pada perubahan regulasi Formula 1 musim 2026 yang menghadirkan tantangan teknis baru bagi para pembalap.

Namun, arah percakapan berubah ketika Hamilton justru lebih tertarik membahas misteri alam semesta dibandingkan aspek teknis mobil balap. Saat ditanya mengenai adaptasi terhadap sistem kemudi dan tombol baru akibat penerapan active aero atau sistem sayap aktif, ia mengaku ingin memanfaatkan kesempatan bertemu Tyson untuk berdiskusi mengenai kosmologi.

"Saya ingin tahu tentang luar angkasa. Ini pertama kalinya saya bertemu Anda, saya ingin berbicara tentang luar angkasa. Kita akan bertukar cerita soal luar angkasa," ungkap Hamilton dalam perbincangan tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan besarnya rasa ingin tahu Hamilton terhadap ilmu pengetahuan di luar dunia balap. Menurutnya, pembahasan mengenai alam semesta jauh lebih menarik dibandingkan mengulas persoalan teknis Formula 1 yang telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamilton juga mengungkapkan kekagumannya terhadap citra galaksi yang dihasilkan teleskop luar angkasa. Ia kemudian berdiskusi mengenai berbagai fenomena astronomi, termasuk konsep relativitas waktu yang menjadi salah satu tema utama dalam film Interstellar.

Meski demikian, Hamilton tidak mengabaikan tantangan yang akan dihadapi para pembalap pada musim 2026. Ia mengakui regulasi baru Formula 1 menghadirkan kompleksitas strategi yang lebih tinggi, terutama terkait pengelolaan energi.

Sistem baru menuntut pembalap untuk terus mengatur pengisian dan penggunaan daya baterai di hampir setiap tikungan. Kondisi tersebut membuat strategi balapan menjadi semakin rumit karena keseimbangan antara performa mobil dan efisiensi energi harus dijaga sepanjang lomba.

Perbincangan itu menunjukkan bahwa di balik ketatnya persaingan di lintasan, Hamilton tetap memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Ketertarikannya pada astronomi dan kosmologi menjadi gambaran bahwa sosok pembalap elite juga dapat memiliki minat mendalam pada eksplorasi alam semesta, tanpa mengurangi fokusnya menghadapi tantangan baru Formula 1 musim 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Neil deGrasse Tyson StarTalk lewis hamilton