Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Khanza Putri Yansi Ganeshtri, The Next Jatim yang Siap Taklukkan Proliga

Ali Sodiqin • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:58 WIB
Profil Khanza Putri, Wonderkid Voli Indonesia yang Mencuri Panggung Proliga. (women.volleybox.net)
Profil Khanza Putri, Wonderkid Voli Indonesia yang Mencuri Panggung Proliga. (women.volleybox.net)

RADAR BANYUWANGI – Sorot lampu GOR Tri Dharma, Gresik, Minggu (1/2) malam, bukan hanya mengiringi kemenangan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia atas Medan Falcons pada seri keempat Proliga 2026.

Di balik hasil akhir 3-0, publik justru disuguhkan kisah seorang remaja berusia 15 tahun yang tampil tanpa rasa gentar menghadapi mantan klubnya sendiri. Dialah Khanza Putri Yansi Ganeshtri, talenta muda asal Tulungagung yang mulai digadang-gadang sebagai salah satu masa depan bola voli putri Indonesia.

Di usianya yang bahkan belum genap 16 tahun, Khanza sudah memikul tanggung jawab besar sebagai opposite hitter Medan Falcons. Ia berdiri di lapangan yang dulu menjadi rumahnya, menghadapi para pemain yang pernah menjadi rekan sekaligus mentor. Bukan sebagai anak didik, melainkan sebagai lawan.

Laga itu menjadi simbol perjalanan kariernya. Masa lalu dan masa depan bertemu di satu lapangan.

Pulang sebagai Lawan, Bermain Tanpa Takut

Mengenakan jersey merah Medan Falcons, Khanza tampil penuh percaya diri sejak awal pertandingan. Meski berkali-kali harus berhadapan dengan blok kokoh pemain asing Gresik Phonska Plus, termasuk Annie Mitchem, gadis kelahiran Tulungagung itu tidak kehilangan keberanian.

Beberapa spike kerasnya memang berhasil diredam. Namun dalam satu reli panjang, Khanza melepaskan pukulan menyilang yang menembus blok lawan sebelum menghujam tepat di garis belakang. Sorak penonton pun pecah.

Momen itu menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk bersaing di level tertinggi kompetisi bola voli Indonesia.

Pelatih Medan Falcons, Marcos Sugiyama, bahkan memberikan pujian khusus kepada pemain termudanya.

"Coba lihat Khanza Putri yang usianya baru 15 tahun. Dia mantan pemain Gresik, tapi berani menghadapi timnya sendiri. Itu luar biasa, saya tidak habis pikir," ujarnya seusai pertandingan.

Bintang Muda dari Tulungagung

Perjalanan Khanza menuju Proliga dimulai dari Tulungagung, Jawa Timur. Bakatnya berkembang sangat cepat hingga mampu menembus skuad Gresik Phonska Plus saat usianya baru 14 tahun.

Debutnya di Livoli Divisi Utama 2023 langsung berbuah manis. Ia ikut mengantarkan Gresik meraih gelar juara, kemudian mengulang prestasi yang sama pada musim 2024.

Tak berhenti di sana, Khanza juga menjadi bagian penting ketika Gresik Phonska Plus finis di peringkat ketiga Proliga 2025.

Penampilan impresifnya membuat ia dinobatkan sebagai Player of The Day Livoli Divisi Utama 2024. Pada level kelompok umur, Khanza membawa Jawa Timur menjadi runner-up Kejuaraan Nasional Voli U-16 2025 sekaligus menyabet penghargaan Best Opposite Spiker.

Pernah Tumbang karena Kelelahan

Jalan menuju puncak tidak selalu mulus.

Publik bola voli masih mengingat insiden pada seri Bandung ketika Medan Falcons menghadapi Jakarta Livin Mandiri. Setelah tampil habis-habisan dan menjadi salah satu pencetak poin terbanyak tim, Khanza mengalami kelelahan berat hingga harus ditandu keluar lapangan dan mendapat perawatan medis.

Peristiwa tersebut memunculkan perdebatan mengenai beban yang dipikul atlet berusia di bawah 17 tahun di kompetisi seketat Proliga.

Namun bagi Khanza, pengalaman itu justru menjadi bagian dari proses menjadi atlet profesional.

Dengan tinggi badan sekitar 180 sentimeter, ia memiliki modal fisik ideal sebagai opposite hitter. Kini tantangan berikutnya adalah menjaga kebugaran agar mampu menghadapi padatnya jadwal pertandingan di level elite.

Belajar dari Megawati Hangestri

Potensi besar Khanza tak luput dari perhatian tim nasional Indonesia. Ia pernah mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan nasional menjelang SEA Games dan berlatih bersama sederet pemain terbaik Tanah Air.

Di sana, Khanza berkesempatan belajar langsung dari salah satu idolanya, Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli Indonesia yang sukses menembus kompetisi profesional luar negeri.

Tak heran bila banyak kalangan mulai menyematkan julukan "The Next Jatim" kepadanya. Julukan tersebut bukan sekadar karena sama-sama berasal dari Jawa Timur, melainkan karena Khanza dinilai memiliki karakter permainan yang agresif, mental bertanding kuat, serta kemauan belajar yang tinggi.

Masa Depan Voli Indonesia

Meski Medan Falcons harus mengakui keunggulan Gresik Phonska Plus malam itu, penampilan Khanza justru meninggalkan kesan mendalam.

Ia tak lagi terlihat sebagai pemain junior yang sekadar mencari pengalaman. Di lapangan, Khanza menunjukkan keberanian menghadapi pemain-pemain senior, termasuk atlet asing yang memiliki jam terbang internasional.

Perjalanannya masih sangat panjang. Namun, dengan usia yang baru 15 tahun, sederet prestasi nasional, pengalaman bermain di Proliga, serta kesempatan belajar bersama tim nasional, Khanza Putri Yansi Ganeshtri telah menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar talenta menjanjikan.

Ia adalah simbol lahirnya generasi baru bola voli putri Indonesia.

Jika terus berkembang dengan pembinaan yang tepat, bukan mustahil nama Khanza akan mengikuti jejak Megawati Hangestri, bahkan menjadi salah satu wajah baru Indonesia di panggung voli internasional dalam beberapa tahun mendatang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Khanza Putri #Medan Falcons #voli indonesia #proliga 2026 #Megawati Hangestri