RADARBANYUWANGI.ID - Bermain di depan pendukung sendiri seharusnya menjadi momen spesial bagi Oliver "Ollie" Bearman. Namun, Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026), justru berubah menjadi pengalaman pahit bagi pembalap muda Haas tersebut setelah insiden pada lap pertama dan minimnya performa mobil membuatnya gagal menembus zona poin.
Bearman harus puas mengakhiri balapan Formula 1 (F1) GP Inggris di posisi ke-12. Hasil itu membuat Haas pulang tanpa tambahan poin karena rekan setimnya, Esteban Ocon, juga finis di luar sepuluh besar, tepatnya di urutan ke-13.
Balapan sepanjang 52 lap tersebut sebenarnya menjadi kesempatan penting bagi Bearman untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan publik Inggris. Namun, harapan itu mulai memudar sejak lampu start padam.
Memulai lomba dari posisi ke-13, Bearman kehilangan beberapa posisi akibat start yang kurang konsisten. Situasi semakin sulit ketika memasuki tikungan Brooklands pada lap awal. Mobil Haas yang dikendarainya terlibat kontak dengan pembalap Williams, Alex Albon, hingga membuat Bearman berputar (spin).
Insiden itu menjadi titik balik yang merusak peluangnya meraih hasil lebih baik. Meski Albon kemudian dijatuhi penalti 10 detik oleh steward balapan, kerugian yang dialami Bearman tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Setelah berputar, Bearman terlempar ke barisan belakang. Sejak saat itu, ia harus menjalani balapan dengan strategi mengejar ketertinggalan.
Masalahnya, Haas tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk melakukan banyak manuver menyalip. Kondisi tersebut semakin terasa ketika Bearman berada di belakang mobil lain dan harus berkendara dalam situasi yang dikenal sebagai dirty air atau aliran udara kotor.
Kondisi itu membuat performa aerodinamika mobil tidak optimal sehingga pembalap kesulitan menjaga kecepatan saat mengikuti rival di depan.
Bearman mengaku frustrasi karena tidak mampu mengembangkan ritme balapan yang kompetitif setelah insiden tersebut.
"Setelah insiden itu saya melaju di barisan paling belakang dan sejak saat itu, kami lambat, kami tidak cukup cepat untuk menyalip. Saya sangat kesulitan saat berada dalam aliran udara kotor (dirty air), tetap saja, tidak cukup cepat. Ini menyakitkan," ujarnya usai balapan, dikutip F1.
Kekecewaan Bearman dapat dimaklumi. Sebagai pembalap Inggris, Silverstone merupakan salah satu seri paling penting dalam kalender Formula 1. Dukungan penuh dari publik tuan rumah membuat ekspektasi terhadap dirinya meningkat sepanjang akhir pekan balapan.
Hasil di Silverstone juga kembali menyoroti persoalan utama Haas musim ini, yakni kekurangan pace murni dibanding para rival di papan tengah.
Meski sejumlah tim pesaing mampu membawa pembaruan teknis yang meningkatkan performa mobil, Haas masih belum menunjukkan lonjakan signifikan dalam beberapa seri terakhir.
Bearman bahkan memprediksi situasi sulit tersebut belum akan berakhir dalam waktu dekat. Menurutnya, tim belum memiliki agenda pembaruan besar pada mobil yang akan digunakan dalam dua balapan berikutnya.
Artinya, GP Belgia dan GP Hungaria berpotensi menjadi tantangan berat bagi tim asal Amerika Serikat tersebut.
"Kami masih memiliki pekerjaan besar yang harus dilakukan," isyarat Bearman mengenai kondisi timnya saat ini.
Pandangan serupa juga disampaikan Esteban Ocon. Meski mengakui mobil Haas kini terasa lebih sehat dan minim kendala dibanding beberapa balapan sebelumnya, pembalap Prancis itu menilai tim masih kekurangan kecepatan untuk bersaing memperebutkan poin secara konsisten.
Editor : Lugas Rumpakaadi