Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Max Verstappen DNF di Silverstone, Red Bull Racing Selidiki Dugaan Gangguan Sayap Belakang Pasca Balapan F1 GP Inggris

Khanza Tania Amelia Setiawan • Senin, 6 Juli 2026 | 11:42 WIB
Kecepatan mobil Red Bull yang dikemudikan Max Verstappen sebelum dipaksa masuk garasi lebih awal. (Red Bull Racing)
Kecepatan mobil Red Bull yang dikemudikan Max Verstappen sebelum dipaksa masuk garasi lebih awal. (Red Bull Racing)

RADARBANYUWANGI.ID - Perjuangan Max Verstappen pada seri Formula 1 (F1) GP Inggris di Sirkuit Silverstone harus berakhir lebih cepat. Pembalap Red Bull Racing tersebut gagal menyelesaikan balapan atau Did Not Finish (DNF) setelah mobil yang dikendarainya mengalami gangguan teknis pada Lap 48. Insiden itu menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan perubahan setelan aerodinamika yang telah dilakukan tim sejak sesi kualifikasi.

Kegagalan finis tersebut menjadi pukulan bagi Red Bull Racing dalam upaya menjaga konsistensi performa sepanjang musim. Selain kehilangan peluang meraih poin maksimal, insiden ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keandalan paket teknis mobil yang digunakan Verstappen pada salah satu sirkuit tercepat dalam kalender F1.

Indikasi persoalan sebenarnya telah muncul pada sesi kualifikasi. Verstappen hanya mampu mengamankan posisi ketujuh setelah tim mendapati respons Power Unit yang dinilai belum optimal di lintasan.

Berdasarkan analisis yang dipublikasikan PlanetF1 dan Motorsport.com, kendala yang muncul saat balapan diduga merupakan akumulasi dari sejumlah persoalan teknis yang telah teridentifikasi sejak hari Sabtu. Analisis tersebut menyebut proses penyetelan mobil belum menghasilkan keseimbangan performa yang diharapkan.

Situasi itu sempat memunculkan pembahasan internal mengenai kemungkinan melakukan perubahan besar terhadap setelan mobil sebelum balapan dimulai.

Salah satu opsi yang sempat dipertimbangkan adalah melakukan perubahan total terhadap konfigurasi mobil. Namun, langkah tersebut berpotensi membuat Verstappen harus memulai balapan dari pit lane karena regulasi Parc Ferme membatasi perubahan komponen setelah sesi kualifikasi selesai.

Manajemen Red Bull Racing akhirnya memilih mempertahankan posisi start ketujuh. Keputusan itu diambil agar peluang bersaing tetap terbuka meski tim harus mencari solusi lain terhadap persoalan yang muncul pada mobil.

Sebagai alternatif, tim teknis melakukan penyesuaian di sektor aerodinamika. Berdasarkan data telemetry, Red Bull menggunakan konfigurasi sayap dengan tingkat hambatan angin atau drag yang lebih rendah guna meningkatkan kecepatan di lintasan lurus sekaligus menjaga daya saing mobil.

Perubahan konfigurasi tersebut diduga membawa konsekuensi terhadap keseimbangan mobil, terutama ketika melaju pada tikungan berkecepatan tinggi.

Puncaknya terjadi pada Lap 48 saat Verstappen memasuki tikungan Stowe. Berdasarkan analisis awal sejumlah pengamat otomotif internasional, komponen sayap belakang diduga mengalami gangguan fungsi sehingga mobil kehilangan gaya tekan ke bawah atau downforce secara tiba-tiba.

Kehilangan downforce membuat ban belakang kehilangan traksi. Verstappen tidak mampu mempertahankan kendali mobil hingga akhirnya keluar lintasan dan berhenti di area gravel. Insiden itu sekaligus mengakhiri perjuangannya pada GP Inggris.

Hingga kini belum ada penjelasan teknis resmi yang memastikan penyebab kegagalan komponen tersebut. Analisis yang beredar masih bersifat awal dan menunggu hasil investigasi dari tim.

Red Bull Racing dikabarkan tengah melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh terhadap mobil Verstappen. Tim akan menelusuri seluruh data telemetri dan memeriksa setiap komponen yang diduga berkontribusi terhadap kegagalan tersebut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#gp inggris #max verstappen #red bull racing #silverstone #f1