RADARBANYUWANGI.ID - Charles Leclerc akhirnya menaklukkan Sirkuit Silverstone. Pembalap Ferrari itu mengubah dominasinya sejak start menjadi kemenangan pada Formula 1 (F1) GP Inggris, Minggu (5/7/2026), sekaligus mengamankan kemenangan kesembilan sepanjang kariernya di ajang balap paling bergengsi tersebut. Sebaliknya, Kimi Antonelli harus merelakan peluang meraih kemenangan setelah mobil Mercedes yang dikendarainya mengalami kerusakan ketika sedang memburu Leclerc di lap-lap akhir.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Ferrari setelah beberapa seri sebelumnya kesulitan bersaing di barisan depan. Leclerc tampil konsisten sepanjang 52 lap dan berhasil mengendalikan balapan hingga finis meski sempat mendapat tekanan dari Antonelli sebelum pembalap muda Italia itu mengalami masalah teknis.
Leclerc langsung melesat saat lampu start padam. Pembalap asal Monako itu merebut posisi terdepan dari pole sitter Kimi Antonelli, sementara rekan setimnya, Lewis Hamilton, juga berhasil naik ke posisi kedua.
Antonelli tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali ke jalur persaingan. Pada lap ke-11, ia berhasil melewati Hamilton dan mulai memangkas jarak dengan Leclerc yang berada di depan.
Strategi pit stop kemudian membuat Antonelli sempat memimpin balapan. Leclerc lebih dahulu masuk pit untuk mengganti ban, sedangkan Mercedes mempertahankan Antonelli lebih lama di lintasan demi memaksimalkan strategi satu kali pit stop.
Antonelli baru melakukan pit stop pada lap ke-36. Ia kembali ke lintasan di posisi kedua dengan selisih sekitar 7,5 detik dari Leclerc dan terus memperkecil jarak hingga hanya tersisa sekitar tiga detik.
Momentum Antonelli berubah drastis pada lap ke-41. Saat sedang mengejar Leclerc, ia melaporkan mobilnya mengalami masalah dan sulit dikendalikan.
Mercedes kemudian mengidentifikasi kerusakan pada pelindung roda depan kiri yang mengganggu sistem kemudi. Tim memanggil Antonelli kembali ke pit untuk melepas komponen yang bermasalah.
"Saya berusaha tetap bertahan, tetapi mobil tidak bisa berbelok. Saya masih berharap bisa finis di posisi 10 dan meraih satu poin, tetapi akhirnya itu pun gagal," ujar Antonelli.
Masalah tersebut membuat Antonelli kehilangan banyak waktu dan turun jauh dalam urutan balapan. Situasi semakin sulit setelah ia menerima penalti lima detik akibat berulang kali melanggar batas lintasan. Hukuman itu membuatnya akhirnya diklasifikasikan di posisi ke-16 tanpa membawa pulang satu pun poin.
Bos Mercedes Toto Wolff mengakui timnya kehilangan peluang besar untuk meraih kemenangan.
Menurut Wolff, kecepatan Antonelli pada fase akhir balapan bahkan cukup untuk memberi tekanan kepada Leclerc dalam lima hingga enam lap terakhir. Namun, kerusakan mobil membuat seluruh peluang tersebut sirna.
Drama kembali terjadi pada lap ke-48 ketika Max Verstappen kehilangan kendali mobil Red Bull di tikungan Stowe dan terperosok ke area gravel. Insiden tersebut memaksa Race Control mengeluarkan Safety Car.
Mayoritas pembalap memanfaatkan situasi itu untuk melakukan pit stop, termasuk dua mobil Ferrari. Namun George Russell memilih tetap bertahan di lintasan sehingga berhasil mengambil alih posisi kedua dari Hamilton melalui keuntungan strategi.
Balapan akhirnya berakhir di belakang Safety Car. Leclerc menyentuh garis finis sebagai pemenang, disusul Russell di posisi kedua dan Hamilton melengkapi podium ketiga.
Hamilton masih menunggu hasil investigasi steward terkait dugaan pelanggaran bendera kuning setelah balapan selesai.
Lando Norris membawa McLaren finis di posisi keempat. Isack Hadjar kembali tampil impresif dengan membawa Red Bull finis kelima.
Dua pembalap Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, mengamankan posisi keenam dan ketujuh. Gabriel Bortoleto mempersembahkan poin penting bagi Audi di posisi kedelapan, sedangkan Franco Colapinto dan Pierre Gasly melengkapi 10 besar.
Oscar Piastri harus puas finis di posisi ke-11 setelah mengalami kerusakan sayap depan pada lap pertama. Carlos Sainz berada di urutan ke-12, diikuti Ollie Bearman, Esteban Ocon, dan Sergio Perez.
Sementara itu, Verstappen, Alex Albon, dan Nico Hulkenberg menjadi tiga pembalap yang gagal menyelesaikan balapan.
Leclerc mengaku kemenangan di Silverstone menjadi titik balik setelah melewati beberapa akhir pekan yang sulit.
"Rasanya luar biasa. Beberapa balapan terakhir sangat sulit. Saya merasa menemukan sesuatu sejak Sprint dan Kualifikasi, lalu hari ini semuanya berjalan seperti yang saya inginkan. Saya berharap momentum ini bisa terus berlanjut," kata Leclerc.
Russell juga mengakui keberhasilannya finis kedua tidak lepas dari strategi yang tepat serta sedikit keberuntungan setelah sempat mengalami kebocoran ban.
"Dari sisi saya, ban sempat sangat dingin sehingga saya senang bisa mempertahankan posisi kedua. Ferrari terlihat sangat cepat, jadi persaingan ke depan akan semakin menarik," ujar Russell.
Hamilton tetap memberikan apresiasi kepada performa Ferrari meski gagal mempertahankan posisi kedua.
"Selamat untuk Charles. Saya membuat kesalahan saat start sehingga mendapat penalti. Hari ini dia memang lebih cepat. Tim Ferrari bekerja dengan luar biasa dan dua kemenangan musim ini menjadi hasil yang fantastis," ucap juara dunia tujuh kali tersebut.
Editor : Lugas Rumpakaadi