RADARBANYUWANGI.ID – Setelah delapan tahun tidak bergulir, Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Banyuwangi dipastikan kembali digelar pada awal November 2026. Ajang olahraga multicabang yang melibatkan 51 cabang olahraga (cabor) ini diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet sekaligus panggung lahirnya bibit-bibit olahraga berprestasi di Bumi Blambangan.
Kepastian pelaksanaan Porkab disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khoirullah. Menurutnya, seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung serentak pada awal November, meski pelaksanaan setiap cabang olahraga akan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
Sebanyak 35 cabang olahraga anggota KONI akan berpartisipasi bersama 16 cabang olahraga baru, sehingga total terdapat 51 cabor yang akan meramaikan pesta olahraga tingkat kabupaten tersebut.
"Meski dibuka dalam waktu yang sama, lokasi pertandingan dan teknis pelaksanaan akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga," ujar Khoirullah.
Berbeda dengan pelaksanaan yang terpusat di satu kawasan, seluruh pertandingan akan digelar di berbagai venue yang selama ini menjadi tempat latihan maupun pertandingan masing-masing cabang olahraga.
Menurut Khoirullah, konsep tersebut dipilih agar setiap cabor dapat bertanding di arena yang sesuai standar sekaligus memaksimalkan fasilitas olahraga yang telah tersedia di Banyuwangi.
"Lokasinya menyebar di venue-venue yang selama ini menjadi tempat bertanding masing-masing cabor. Jadi tidak terpusat di kota," tegasnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Porkab 2026 juga menjadi momentum penting bagi KONI untuk mengevaluasi hasil pembinaan atlet yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Ajang ini diharapkan menjadi ruang bagi atlet daerah menunjukkan perkembangan kemampuan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing pengurus cabang olahraga dalam menyiapkan atlet menuju level yang lebih tinggi.
FORKI Gelar Kejurkab Bersamaan dengan Porkab
Sementara itu, Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Banyuwangi, Wayan Redita, menyambut positif kembalinya Porkab setelah vakum sejak 2018.
Ia mengungkapkan, cabang olahraga karate akan menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) pada periode yang sama dengan pelaksanaan Porkab. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan atmosfer persaingan sekaligus memperkuat proses pembinaan atlet karate.
"Ini teknisnya seperti kita menggelar Kejurkab, hanya waktu pelaksanaannya hampir bersamaan atau bersamaan dengan cabor lain di Banyuwangi," ungkapnya.
Akuatik Berbagi Venue dengan Cabor Selam
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Akuatik Banyuwangi, Aditya Ruli Delianto. Menurutnya, cabang olahraga akuatik akan menyesuaikan jadwal pertandingan dengan cabang olahraga selam karena keduanya menggunakan fasilitas yang sama di GOR Tawang Alun.
Pengaturan jadwal dilakukan agar seluruh pertandingan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu penggunaan kolam yang telah memenuhi standar kompetisi.
"Karena yang sesuai standar kolamnya hanya di GOR Tawang Alun, kita akan menyesuaikan bersama dengan cabor selam. Semoga ini juga bisa menjadi media bagi masyarakat untuk melihat perkembangan olahraga di Banyuwangi," tandasnya.
Kembalinya Porkab setelah vakum selama delapan tahun menjadi angin segar bagi dunia olahraga Banyuwangi. Selain menjadi ajang kompetisi antaratlet daerah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan olahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat provinsi hingga nasional. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin