RADARBANYUWANGI.ID - Kimi Antonelli kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di Formula 1 (F1). Pembalap Mercedes itu tampil dominan di Sirkuit Silverstone dengan memenangi Sprint Race sekaligus merebut pole position GP Inggris, membuka peluang besar meraih kemenangan Grand Prix pertamanya pada balapan utama.
Performa impresif tersebut sekaligus mengukuhkan Mercedes sebagai tim yang tampil paling konsisten sepanjang Sabtu (4/7/2026). Namun, ancaman dari Ferrari belum berakhir. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton akan memulai balapan dari posisi kedua dan ketiga, membuat persaingan memperebutkan kemenangan diprediksi berlangsung sengit hingga lap terakhir.
Antonelli memulai Sprint dari posisi kedua dan langsung memberi tekanan kepada Hamilton yang start dari pole Sprint. Pembalap Italia itu sempat kesulitan menjaga momentum pada lap-lap awal, tetapi tetap menempel ketat mobil Ferrari hingga akhirnya berhasil melakukan manuver menyalip.
Setelah merebut posisi terdepan, Antonelli langsung membuka jarak dan tidak lagi mampu dikejar para rival. Ia pun mengamankan kemenangan Sprint pertamanya di Formula 1.
"Saya sempat kesulitan menjaga momentum pada awal Sprint. Namun setelah berada cukup dekat dengan Lewis dan bisa memanfaatkan overtake mode, saya yakin dapat melakukan manuver. Begitu berada di udara bersih, kecepatan mobil sangat baik hingga saya bisa membangun selisih waktu," ujar Antonelli.
Di belakang Antonelli, Hamilton finis kedua setelah tampil agresif sejak start. Sementara Lando Norris membawa McLaren finis di posisi ketiga, sedangkan George Russell harus puas di posisi keempat usai terlibat duel sengit dengan Norris dan Max Verstappen.
Kepercayaan diri Antonelli berlanjut pada sesi kualifikasi. Pembalap berusia 18 tahun itu mencatat waktu tercepat 1 menit 28,111 detik untuk mengamankan pole position.
Catatan tersebut unggul hampir dua persepuluh detik atas Leclerc yang berada di posisi kedua dengan waktu 1 menit 28,286 detik. Hamilton melengkapi tiga besar dengan 1 menit 28,458 detik, sedangkan Russell berada di posisi keempat setelah mencatat 1 menit 28,481 detik.
Antonelli mengungkapkan dirinya sempat kehilangan rasa percaya diri akibat mengunci ban pada sesi Q2. Namun, perubahan setelan mobil yang dilakukan Mercedes membuatnya mampu tampil maksimal pada percobaan terakhir di Q3.
"Lap terakhir terasa sangat rapi dan cukup untuk membawa saya meraih pole position. Namun balapan besok akan panjang. Ferrari sangat cepat di Silverstone sehingga kami harus tampil sempurna jika ingin mempertahankan posisi," katanya.
Ferrari menunjukkan peningkatan performa yang signifikan sepanjang akhir pekan. Leclerc akhirnya kembali menemukan kecepatan terbaiknya setelah beberapa seri mengalami kesulitan memaksimalkan mobil.
Pembalap asal Monako itu mengaku puas bisa kembali menempatkan Ferrari di baris terdepan.
"Memulai balapan dari baris depan lagi memberikan perasaan yang baik. Ini baru awal, tetapi merupakan langkah ke arah yang benar," ujar Leclerc.
Hamilton juga optimistis Ferrari memiliki peluang besar pada balapan utama. Menurut juara dunia tujuh kali itu, keberadaan dua mobil Ferrari di tiga besar membuka lebih banyak opsi strategi untuk menghadapi Mercedes.
"Kami akan mempelajari semua kemungkinan strategi dan melakukan apa pun yang kami bisa demi meraih hasil terbaik untuk tim," kata Hamilton.
Bos Ferrari Fred Vasseur menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar keunggulan kecepatan Mercedes di lintasan lurus. Namun, ia yakin strategi balapan dapat menjadi senjata utama Scuderia.
Di sisi lain garasi Mercedes, George Russell menjalani hari yang jauh lebih sulit. Ia sempat menyentuh pembatas lintasan pada Q1 setelah kehilangan kendali mobil.
Meski mampu melanjutkan sesi dan lolos ke Q3, Russell gagal meningkatkan catatan waktunya pada percobaan terakhir.
Pembalap Inggris itu mengungkapkan lalu lintas saat putaran pemanasan membuat ban tidak mencapai temperatur ideal sehingga putaran cepatnya tidak berjalan maksimal.
"Hari ini tidak berjalan mudah. Kami memiliki mobil yang kompetitif, tetapi kehilangan kecepatan di lintasan lurus. Saya juga tidak mendapatkan kondisi ban yang ideal pada putaran terakhir sehingga harus puas di posisi keempat," ujarnya.
Kepala Tim Mercedes Toto Wolff menilai persaingan dengan Ferrari berlangsung sangat ketat sejak sesi latihan bebas.
"Kimi mampu melewati Lewis pada Sprint dan kemudian mengendalikan balapan. Di kualifikasi, ia menyatukan seluruh sektor dengan sangat baik untuk meraih pole. George juga masih memiliki peluang besar bertarung memperebutkan kemenangan," kata Wolff.
McLaren belum mampu menyamai kecepatan Mercedes maupun Ferrari dalam satu putaran. Norris hanya menempati posisi keenam saat kualifikasi, sementara Oscar Piastri berada di posisi kedelapan setelah mengeluhkan minimnya grip di bagian belakang mobil.
"Untuk saat ini kami memang masih tertinggal cukup jauh. Kami akan mempelajari semua data agar bisa tampil lebih kompetitif pada balapan," ujar Norris.
Situasi serupa dialami Red Bull. Verstappen mengaku mobilnya mengalami masalah keseimbangan dan kehilangan kecepatan di lintasan lurus sehingga hanya mampu menempati posisi ketujuh.
Sebaliknya, Isack Hadjar tampil mengejutkan dengan mengamankan posisi kelima, hasil kualifikasi terbaiknya sejak GP Monako.
Editor : Lugas Rumpakaadi