RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan Formula 1 Grand Prix Inggris 2026 diprediksi memasuki babak baru. Mercedes disebut memiliki peluang besar mendominasi balapan utama di Sirkuit Silverstone, sementara Ferrari diperkirakan kembali menghadapi akhir pekan yang berat berdasarkan analisis terbaru kanal YouTube F1 Fantasy Pole Position.
Prediksi tersebut menarik perhatian karena GP Inggris merupakan salah satu seri paling bergengsi dalam kalender Formula 1. Silverstone dikenal sebagai sirkuit bersejarah yang kerap menjadi tolok ukur kekuatan paket aerodinamika setiap tim berkat kombinasi tikungan cepat dan lintasan lurus yang panjang.
Analisis tersebut disampaikan oleh Euan dari kanal F1 Fantasy Pole Position melalui video yang diunggah pada 1 Juli 2026. Menurutnya, karakteristik Silverstone dinilai sangat menguntungkan Mercedes yang dalam beberapa seri terakhir menunjukkan tren peningkatan performa.
Silverstone memiliki panjang lintasan sekitar 5,891 kilometer dengan total 18 tikungan dan balapan utama sejauh 52 lap. Layout tersebut membuat efisiensi aerodinamika, stabilitas mobil pada kecepatan tinggi, serta tenaga mesin menjadi faktor penentu hasil balapan.
Dalam analisis tersebut, Mercedes diproyeksikan menjadi konstruktor dengan performa paling menjanjikan. Mobil mereka diperkirakan mampu tampil lebih kompetitif dibandingkan rival-rival utama pada sektor berkecepatan tinggi yang menjadi ciri khas Silverstone.
Momentum positif itu sekaligus menjadi kabar baik bagi pembalap tuan rumah, Lewis Hamilton. Rekor Hamilton di Silverstone juga menjadi modal penting karena sepanjang kariernya ia belum pernah gagal finis atau mencatatkan status Did Not Finish (DNF) di sirkuit tersebut.
Dengan dukungan publik Inggris dan performa Mercedes yang diprediksi terus meningkat, Hamilton diperkirakan memiliki peluang besar mengamankan podium. Ia bahkan disebut berpotensi menjadi favorit peraih penghargaan Driver of the Day apabila mampu tampil impresif sepanjang balapan.
Di sisi lain, Ferrari diproyeksikan kembali menghadapi tantangan berat pada GP Inggris. Prediksi tersebut mengacu pada evaluasi performa mereka pada GP Austria yang dinilai masih menyisakan sejumlah kelemahan teknis.
Menurut analisis F1 Fantasy Pole Position, minimnya zona pengereman keras di Silverstone berpotensi menghambat proses regenerasi energi pada sistem hybrid Ferrari. Akibatnya, suplai tenaga listrik untuk membantu akselerasi di lintasan lurus diperkirakan tidak akan seoptimal para pesaing.
Kondisi tersebut dapat membuat Ferrari kehilangan kecepatan puncak pada sektor-sektor lurus yang panjang. Jika prediksi itu terbukti, Mercedes diperkirakan memiliki keuntungan lebih besar dalam duel kecepatan maupun saat melakukan manuver menyalip.
Selain performa mobil, strategi pit stop diperkirakan menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil balapan.
Untuk menghadapi karakter Silverstone yang memberikan beban tinggi terhadap ban akibat dominasi tikungan cepat, Pirelli menyiapkan tiga kompon ban paling keras, yaitu C1, C2, dan C3.
Penggunaan kompon tersebut diperkirakan membuat sebagian besar tim menerapkan strategi dua hingga tiga kali pit stop selama balapan berlangsung. Tim yang mampu menjaga degradasi ban sekaligus menentukan waktu masuk pit secara tepat diperkirakan memiliki peluang lebih besar meraih hasil maksimal.
Faktor cuaca juga diperkirakan tidak akan banyak mengganggu jalannya balapan.
Berdasarkan prakiraan yang disampaikan dalam analisis tersebut, kondisi Silverstone saat balapan diprediksi berlangsung kering dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius. Langit diperkirakan berawan dengan peluang hujan hanya sekitar tiga persen sehingga seluruh tim dapat mempersiapkan strategi untuk lintasan kering.
Meski demikian, seluruh analisis tersebut masih berupa prediksi sebelum balapan utama berlangsung. Hasil akhir tetap akan ditentukan oleh performa mobil di lintasan, strategi masing-masing tim, hingga kemungkinan munculnya insiden atau safety car selama balapan. (*)
*) Penulis adalah siswa jurusan PM 2 SMKN 1 Banyuwangi
Editor : Lugas Rumpakaadi